Langsung ke konten utama

Milad Satu Abad,Pondok Modern Darusallam Gontor Lahirkan Banyak Tokoh Nasional

Trimurti Gontor ( foto Google)

KLIKAENEWS.COM
|Ponorogo-Pondok Modern Darusalam Gontor atau sering dikenal sebagai Pondok Modern Gontor genap berusia seabad.Pondok Modern Gontor ( PMG) yang didirikan pada 19 September 1926 atau 12 Rabiul awal 1345 tahun Hijriyah oleh KH.Ahmad Sahal,KH. Zainuddin Fananie,dan KH.Imam Zarkasyi atau dikenal dengan Trimurti Gontor banyak melahirkan alumninys yang menjadi tokoh besar nasional.


Peringatan 100 tahun PMDG ditandai dengan sujud syukur di Masjid Jami’ Gontor, dan dilanjutkan di Balai Pertemuan Pondok Modern,Rabu(27/09)


Sejumlah tokoh Nasional tampak hadir di antaranya, Wakil Ketua MPR-RI Hidayat Nur Wahid; Wakil Rais ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sekaligus Ketua MUI KH Muhammad Anwar Iskandar; Ketua PP Muhammadiyah Bidang Tabligh, Dakwah Komunitas, Kepesantrenan, dan Pembinaan Haji-Umrah KH Sa’ad Ibrahim; Khattath Maroko Syeikh Belaid Hamidi; Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak; serta Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an H Abdul Aziz Sidqi.



Pada Millad ke- 100 Tahun PMDG  ditandai peresmian penulisan Mushaf Gontor yang dilakukan oleh Al-Ustadz Muhammad Nur yang telah mendapat sanad dari Syeikh Belaid Hamidi Khattath Maroko dengan didampingi tim IT  beranggotakan 10 orang yang berperan dalam proses digitalisasi.

Dalam kesempatan tersebut Khattath Maroko Syeikh Belaid Hamidi meresmikan penulisan Mushaf Gontor itu dengan menuliskan lafaz Basmalah.


foto PNG.Go

Pondok Gontor tercatat kali kedua  menuliskan mushaf. Pertama kali Mushaf Gontor ditulis Al-Ustadz Syamsudin Arif, pada 16 April 1989. Namun, tidak dicetak dan disebarluaskan ke khalayak karena minimnya pengetahuan tentang percetakan Mushaf Al-Qur’an kala itu.

Pimpinan dan Pengasuh PMDG KH Hasan Abdullah Sahal mengungkapkan bahwa pola pengajaran modern di pondoknya bukan hanya menjadikan santri sebagai manusia yang baik dan benar serta berguna bagi masyarakat. Namun, juga melatih mereka untuk sabar, tawakal, ikhlas, dan ridho. 

‘’Santri di sini semuanya sama, mereka dididik menjadi jiwa yang tenang dan memiliki integritas,’’ jelas KH.Hasan Abduullah Sahal.


foto PNG.go

Metode pengajaran Pondok Modern Darussalam Gontor bercermin pada lembaga pendidikan internasional terkemuda di dunia. Yakni, Universitas Al-Azhar di Mesir, Aligarh dan Santiniketan di India, serta Syanggit di Mauritania.Penerepan dua bahasa asing dalam pengajaran sehari-hari, yakni Bahasa Arab dan Bahasa Inggris. Menganut konsep pendidikan asrama, PMDG memadukan pengajaran pesantren salaf (klasik) dengan kurikulum modern yang terlihat dari terintegralnya pendidikan agama dengan pendidikan umum, antara tarbiyah dan ta’lim.


KH Hasan Abdullah Sahal mengingatkan bahwa nyawa dan hidup adalah pinjaman dari Allah. Keluarga pendiri sudah mewakafkan PMDG kepada umat Islam sehingga terdapat peran badan wakaf sebagai lembaga tertinggi. ‘’Umat Islam seluruh dunia bertanggung jawab untuk menjaga dan memajukan Pondok Modern Darussalam Gontor. 

"Karena Gontor bukan punya Trimurti, bukan punya Jawa Timur, bukan punya Indonesia, tapi punya umat Islam seluruh dunia,’’ tegasnya.


Sejumlah tokoh nasional menyampaikan pesan seperti Ketua MUI KH Muhammad Anwar Iskandar mengatakan, Gontor sudah memberikan manfaat besar untuk Nahdhatul Ulama. Bersamaan itu, Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) sudah melahirkan tokoh-tokoh besar di Indonesia. ‘’Kita terus berharap Gontor tetap eksis dan terus maju sampai dengan hari kiamat. Gontor akan mampu membawa Islam kepada kejayaan di tahun-tahun mendatang,’’ katanya.


Senada disampaikan Ketua PP Muhammadiyah Bidang Tabligh, Dakwah Komunitas, Kepesantrenan, dan Pembinaan Haji-Umrah KH Sa’ad Ibrahim. ‘’Allah tebarkan benih-benih second golden age Islam di bumi Indonesia ini, melalui Muhammadiyah kemudian Nahdlatul Ulama dan tentunya Pondok Gontor. Tak berlebihan jika kita sebut Indonesia ini sebagai miniatur Tsaqafah Islamiyyah,’’ jelasnya.


Di pengujung acara, Pimpinan Gontor, KH Hasan Abdullah Sahal bersama Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menabuh beduk secara bersamaan sebagai simbol dimulainya rangkaian kegiatan hingga puncak peringatan 100 Tahun Gontor yang akan dilaksanakan pada 2026 mendatang.( red)



Postingan populer dari blog ini

Danrem 081/DSJ Resmikan Ambulance IGD dan Ruang Isolasi Rumkit Tingkat IV Madiun

AENEWS9.COM| |Kota Madiun – Rumah Sakit tingkat IV Madiun saat ini semakin meningkatkan kualitas sarana dan prasarana yang dimiliki. Salah satunya yaitu dengan keberadaan satu unit mobil ambulance IGD baru dan ruang isolasi. Diharapkan dengan sarana dan prasarana yang semakin baik, nantinya akan dapat membuat rumah sakit tersebut semakin maju dari segi pelayanaannya. “Apa yang sudah ada agar terus dikembangkan. Supaya rumah sakit ini semakin baik dan bagus,” kata Danrem 081/DSJ Kolonel Inf Waris Ari Nugroho, S.E, M.Si, dalam sambutannya, Selasa (11/1/2022). Lebih dari itu, Danrem juga berpesan agar Karumkit tingkat IV Madiun, Mayor Ckm dr. Aan Riswandi Sp.PK mampu terus berinovasi dan berkreasi. “dr. Aan meskipun masih baru menjabat sebagai Karumkit harus terus mendesain rumah sakit ini supaya tetap semakin bagus,” lanjutnya. Dengan adanya berbagai upaya yang terus dilakukan, Danrem berharap masyarakat yang ingin memanfaatkan layanan dari Rumkit tingkat IV Madiun akan se...

4 Jembatan Garuda Selesai di bangunn di Ponorogo Hadirkan Beribu Manfaat

Ponorogo,  KLIKAENEWS.COM - Empat Jembatan Garuda berjenis jembatan gantung telah selesai dibangun di Kabupaten Ponorogo. Keempatnya berada di Desa Sidoarjo (Kecamatan Jambon), Desa Mojomati (Kecamatan Jetis), Desa Jalen (Kecamatan Balong), dan Desa Bungkal (Kecamatan Bungkal). Kehadiran jembatan-jembatan tersebut mampu menghadirkan beribu manfaat, baik bagi masyarakat maupun kemajuan desa. Di Sidoarjo misalnya, kehadiran Jembatan Garuda mampu menghapus kesulitan-kesulitan warga selama ini. "Sebelum ada jembatan, warga harus memutar lebih jauh jika mau ke wilayah sebelah, termasuk anak-anak yang mau berangkat sekolah dan warga yang mengangkut hasil panen, jika hujan dan banjir maka harus menunggu banjir reda lebih dahulu agar bisa lewat," kata Kepala Dusun Sidowayah Katimun di lokasi jembatan, Selasa (8/9/2026). Cerita sama juga terjadi di Mojomati, Jembatan Garuda sepanjang 70 meter dengan lebar 1,2 meter yang dibangun menjadi penghubung antara Kecamatan Jetis dengan Kecamat...

Paslon 1 Terpilih, Pemilihan Ketua OSIS SMPN 3 Ponorogo Jadi Praktik Demokrasi Pelajar

PONOROGO   KLIKAENEWS.COM-  Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMPN 3 Ponorogo masa bakti 2026/2027 menjadi ruang belajar demokrasi bagi para pelajar. Dari tiga pasangan calon yang berkompetisi, pasangan nomor urut 1, Kinaya Adiasti Azzaha dan Jingga Az-Zahra Al-Fath Setiawan, terpilih memimpin organisasi siswa tersebut untuk masa bakti 2026/2027.Rabu (23/09/2026 Paslon 1 memperoleh 316 suara. Paslon 2, Ozie Gentha Mahardika Nadindra dan Maulana Damar Dwi Guna, meraih 143 suara, sedangkan Paslon 3, Yusuf Ilyasa Al Hafidh dan Justin Fan Aprilio, memperoleh 117 suara. Sebanyak 63 suara dinyatakan tidak sah. Pemilihan yang diikuti tiga pasangan calon serta peserta didik kelas VII, VIII, dan IX itu dirancang sebagai sarana pembelajaran demokrasi bagi warga sekolah. Selain Paslon 1, terdapat Paslon 2 Ozie Gentha Mahardika Nadindra dan Maulana Damar Dwi Guna, serta Paslon 3 Yusuf Ilyasa Al Hafidh dan Justin Fan Aprilio. Kepala SMPN 3 Ponorogo H.Subhan Masruri, S.Pd., mengatakan k...