Profil dan Perjalanan Karier Wali Kota Madiun Maidi di Tengah OTT KPK - .

Breaking

Search

21/01/26

Profil dan Perjalanan Karier Wali Kota Madiun Maidi di Tengah OTT KPK


Madiun, KLIKAENEWS.COM – Wali Kota Madiun, Maidi, menjadi sorotan setelah diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sebanyak 15 orang ditahan, termasuk. Maidi, terkait dugaan korupsi fee proyek dan dana CSR di Kota Madiun. KPK membawa 9 orang ke Jakarta untuk pemeriksaan, serta menyita uang tunai ratusan juta rupiah sebagai barang bukti. Kasus ini menambah daftar kepala daerah yang tersangkut hukum di awal 2026.


Maidi, lahir di Magetan, 12 Mei 1961, tercatat memiliki kekayaan bersih sekitar Rp16,93 miliar menurut LHKPN per April 2025. Asetnya didominasi tanah dan bangunan senilai Rp16,07 miliar yang tersebar di beberapa wilayah, disertai alat transportasi, kas, serta harta bergerak lainnya. Dalam lima tahun terakhir, kekayaannya meningkat dari Rp12,66 miliar (2021) menjadi Rp16,93 miliar (2025).


Politikus sekaligus mantan birokrat ini baru saja dilantik untuk periode kedua (2025–2030) bersama wakilnya, Bagus Panuntun, setelah memenangkan Pilkada dengan dukungan 11 partai. Sebelumnya, ia menjabat sebagai wali kota periode 2019–2024.


Latar Belakang Pendidikan:


· Sarjana Pendidikan Geografi, IKIP Surabaya (1985)

· Sarjana Hukum, Universitas Merdeka Madiun (1996)

· Magister Manajemen, Universitas Satyagama Jakarta (1999)

· Magister Pendidikan, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya (2002)

· Doktor Administrasi Publik, Universitas Terbuka Surabaya (2023)


Riwayat Karier:


· Guru dan Kepala Sekolah di SMAN 1 & 2 Madiun (1989–2002)

· Bagian Tata Usaha hingga Penjabat Kepala Dinas Pendidikan Kota Madiun (2002–2003)

· Kepala Dinas Pendapatan Daerah (2005)

· Sekretaris Daerah Kota Madiun (2009–2018)

· Wali Kota Madiun (2019–sekarang)


Program Unggulan Semasa Menjabat:


· Pancakarya: Madiun Kota Pintar, Melayani, Membangun, Peduli, dan Terbuka.

· Pengembangan kuliner melalui Peceland.

· Madiun sebagai Kota Sejuta Bunga.

· Pendekar Obat & Waras untuk penanganan COVID-19.

· Pembangunan infrastruktur, termasuk Pahlawan Religi Center (PRC).

· Pembagian laptop gratis untuk siswa dan guru.