Jalan Rusak Masih Menganga, Rencana Belanja Rp8,5 Miliar Pemkab Magetan Disorot Warga - .

Breaking

Search

26/08/26

Jalan Rusak Masih Menganga, Rencana Belanja Rp8,5 Miliar Pemkab Magetan Disorot Warga

Jalan Duwet Plaosan

MAGETAN,KLIKAENEWS.COM
- Rencana Pemerintah Kabupaten Magetan mengalokasikan anggaran sekitar Rp8,5 miliar untuk pengadaan videotron dan mobil operasional camat menuai sorotan. Di tengah kondisi sejumlah ruas jalan yang masih mengalami kerusakan, kebijakan tersebut dinilai sebagian warga perlu dikaji kembali berdasarkan skala prioritas dan manfaatnya bagi masyarakat.

Anggaran tersebut terdiri dari rencana pengadaan videotron senilai Rp3,5 miliar di kawasan Pasar Sayur Magetan serta kendaraan operasional camat dengan nilai mencapai Rp5 miliar. Keduanya masuk dalam usulan Perubahan APBD (P-APBD) 2026.

Rencana itu sebelumnya juga mendapat perhatian dari Badan Anggaran (Banggar) DPRD Magetan. Salah satu yang dipertanyakan adalah urgensi pengadaan videotron, terutama jika dibandingkan dengan potensi pendapatan pajak reklame yang dapat diperoleh daerah.

Anggota Banggar DPRD Magetan dari Fraksi Golkar, Didik Haryono, menyebut potensi pendapatan pajak reklame dari videotron tersebut diperkirakan hanya sekitar Rp245 juta per tahun.



Sorotan kemudian berkembang di tengah masyarakat. Sejumlah warga mempertanyakan apakah anggaran sebesar itu sudah menjadi kebutuhan paling mendesak bagi Kabupaten Magetan.

Yahmin (40), warga Plaosan yang sehari-hari bekerja sebagai pedagang sayur keliling, mengaku menyayangkan rencana belanja tersebut. Menurutnya, pemerintah semestinya lebih memperhatikan kebutuhan dasar yang dampaknya bisa langsung dirasakan masyarakat.

“Situasi ekonomi sekarang sulit. Kalau di televisi sering bicara efisiensi anggaran untuk kepentingan rakyat, kok di Magetan justru terdengar ada rencana mengeluarkan uang miliaran untuk mobil dan videotron. Wong cilik manfaatnya apa?” ujar Yahmin.

Ia menilai masih banyak pekerjaan rumah pemerintah daerah yang membutuhkan anggaran, salah satunya perbaikan infrastruktur jalan.

Yahmin bahkan menunjukkan sejumlah ruas jalan yang menjadi jalur aktivitas warga sehari-hari dan kondisinya masih memprihatinkan.

“Coba lihat sendiri, Mas. Masih banyak jalan aspal yang rusak. Kalau dilewati sepeda motor rasanya bikin badan ikut terguncang. Kalau ada ibu hamil lewat jalan seperti itu, kasihan,” katanya.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan, saluran pertanian, serta sarana pendukung kegiatan ekonomi masyarakat seharusnya menjadi perhatian utama.

Ia berharap Pemkab Magetan kembali menimbang skala prioritas sebelum menetapkan penggunaan anggaran dalam jumlah besar.

“Kalau pejabat mau melihat kondisi sebenarnya, sesekali keliling Magetan naik motor. Lihat jalan di Parang, kemudian beberapa ruas di wilayah lain. Jalan raya Bendo juga perlu perhatian karena ada titik yang rawan. Dari situ mungkin bisa melihat mana yang lebih mendesak,” pungkasnya.

Perdebatan mengenai rencana belanja Rp8,5 miliar tersebut kini tidak hanya menjadi pembahasan antara eksekutif dan legislatif. Bagi masyarakat, persoalannya sederhana: ketika masih ada jalan rusak yang setiap hari dilalui warga, prioritas anggaran tentu menjadi pertanyaan yang sulit dihindari.(G. Tik)