Langsung ke konten utama

Pembangunan KDMP di Kawasan LP2B Perlu Cermati Ketentuan Perundang-undangan

Dimyati Dahlan, Penggiat desa 

MADIUN, KLIKAENEWS.COM -Rencana pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di kawasan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) menyimpan risiko hukum serius. Pemerintah desa yang mengabaikan aturan berpotensi berhadapan dengan sanksi pidana, meski pembangunan dilakukan atas nama program nasional.

Peringatan tersebut ditegaskan Kementerian Pertanian melalui surat Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Nomor B-1707/SR.020/J.3/12/2025 yang merujuk langsung pada Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan LP2B. Regulasi ini menegaskan bahwa LP2B tidak boleh dialihfungsikan secara serampangan, termasuk untuk pembangunan fisik KDMP.

Alih fungsi LP2B hanya dimungkinkan untuk kepentingan umum dengan syarat ketat, mulai dari kajian kelayakan strategis, rencana alih fungsi lahan, pembebasan hak kepemilikan, hingga penyediaan lahan pengganti. Bahkan, undang-undang mewajibkan penyediaan lahan pengganti hingga tiga kali lipat jika lahan yang dialihfungsikan merupakan sawah beririgasi.

Penggiat desa Dimyati Dahlan menegaskan bahwa Instruksi Presiden Nomor 17 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan KDMP tidak dapat dijadikan pembenaran untuk melanggar undang-undang. Menurutnya, percepatan program tidak menghapus tanggung jawab hukum di tingkat desa.

“Program boleh dipercepat, tapi hukum tidak bisa dilompati. UU LP2B dan UU Bangunan Gedung jelas memuat ancaman pidana. Kepala desa harus sangat berhati-hati,” tegas Dimyati.

Ia juga mengingatkan bahwa pembangunan KDMP di kawasan LP2B berpotensi menjadi bom waktu hukum, terlebih menjelang pemilihan kepala desa serentak 2026. Kondisi ini dinilai rawan dimanfaatkan sebagai pintu masuk laporan hukum oleh rival politik.

“Kalau dibangun di LP2B, risikonya bukan hanya administratif. Ini bisa jadi pintu kriminalisasi kebijakan desa di kemudian hari,” ujarnya.

Dimyati merekomendasikan agar pemerintah desa menghindari pembangunan KDMP di lahan LP2B dan memilih lokasi yang aman secara hukum. Ia juga menekankan pentingnya peran Dinas PMD dan camat dalam pembinaan serta pengawasan.

Di akhir pernyataannya, Dimyati menekankan pentingnya peran Dinas PMD dan camat dalam pembinaan serta pengawasan. Menurutnya, kepala desa tidak boleh dibiarkan menanggung risiko kebijakan sendirian akibat lemahnya pendampingan.


Postingan populer dari blog ini

Danrem 081/DSJ Resmikan Ambulance IGD dan Ruang Isolasi Rumkit Tingkat IV Madiun

AENEWS9.COM| |Kota Madiun – Rumah Sakit tingkat IV Madiun saat ini semakin meningkatkan kualitas sarana dan prasarana yang dimiliki. Salah satunya yaitu dengan keberadaan satu unit mobil ambulance IGD baru dan ruang isolasi. Diharapkan dengan sarana dan prasarana yang semakin baik, nantinya akan dapat membuat rumah sakit tersebut semakin maju dari segi pelayanaannya. “Apa yang sudah ada agar terus dikembangkan. Supaya rumah sakit ini semakin baik dan bagus,” kata Danrem 081/DSJ Kolonel Inf Waris Ari Nugroho, S.E, M.Si, dalam sambutannya, Selasa (11/1/2022). Lebih dari itu, Danrem juga berpesan agar Karumkit tingkat IV Madiun, Mayor Ckm dr. Aan Riswandi Sp.PK mampu terus berinovasi dan berkreasi. “dr. Aan meskipun masih baru menjabat sebagai Karumkit harus terus mendesain rumah sakit ini supaya tetap semakin bagus,” lanjutnya. Dengan adanya berbagai upaya yang terus dilakukan, Danrem berharap masyarakat yang ingin memanfaatkan layanan dari Rumkit tingkat IV Madiun akan se...

4 Jembatan Garuda Selesai di bangunn di Ponorogo Hadirkan Beribu Manfaat

Ponorogo,  KLIKAENEWS.COM - Empat Jembatan Garuda berjenis jembatan gantung telah selesai dibangun di Kabupaten Ponorogo. Keempatnya berada di Desa Sidoarjo (Kecamatan Jambon), Desa Mojomati (Kecamatan Jetis), Desa Jalen (Kecamatan Balong), dan Desa Bungkal (Kecamatan Bungkal). Kehadiran jembatan-jembatan tersebut mampu menghadirkan beribu manfaat, baik bagi masyarakat maupun kemajuan desa. Di Sidoarjo misalnya, kehadiran Jembatan Garuda mampu menghapus kesulitan-kesulitan warga selama ini. "Sebelum ada jembatan, warga harus memutar lebih jauh jika mau ke wilayah sebelah, termasuk anak-anak yang mau berangkat sekolah dan warga yang mengangkut hasil panen, jika hujan dan banjir maka harus menunggu banjir reda lebih dahulu agar bisa lewat," kata Kepala Dusun Sidowayah Katimun di lokasi jembatan, Selasa (8/9/2026). Cerita sama juga terjadi di Mojomati, Jembatan Garuda sepanjang 70 meter dengan lebar 1,2 meter yang dibangun menjadi penghubung antara Kecamatan Jetis dengan Kecamat...

Paslon 1 Terpilih, Pemilihan Ketua OSIS SMPN 3 Ponorogo Jadi Praktik Demokrasi Pelajar

PONOROGO   KLIKAENEWS.COM-  Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMPN 3 Ponorogo masa bakti 2026/2027 menjadi ruang belajar demokrasi bagi para pelajar. Dari tiga pasangan calon yang berkompetisi, pasangan nomor urut 1, Kinaya Adiasti Azzaha dan Jingga Az-Zahra Al-Fath Setiawan, terpilih memimpin organisasi siswa tersebut untuk masa bakti 2026/2027.Rabu (23/09/2026 Paslon 1 memperoleh 316 suara. Paslon 2, Ozie Gentha Mahardika Nadindra dan Maulana Damar Dwi Guna, meraih 143 suara, sedangkan Paslon 3, Yusuf Ilyasa Al Hafidh dan Justin Fan Aprilio, memperoleh 117 suara. Sebanyak 63 suara dinyatakan tidak sah. Pemilihan yang diikuti tiga pasangan calon serta peserta didik kelas VII, VIII, dan IX itu dirancang sebagai sarana pembelajaran demokrasi bagi warga sekolah. Selain Paslon 1, terdapat Paslon 2 Ozie Gentha Mahardika Nadindra dan Maulana Damar Dwi Guna, serta Paslon 3 Yusuf Ilyasa Al Hafidh dan Justin Fan Aprilio. Kepala SMPN 3 Ponorogo H.Subhan Masruri, S.Pd., mengatakan k...