KLIKAENEWS.COM,MADIUN – Sebanyak 1.533 jiwa warga Kota Madiun terdeteksi terpapar HIV/AIDS hingga Mei 2026. Data tersebut berasal dari jumlah pasien yang mengakses layanan di berbagai Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) yang ada di Kota Madiun.
Informasi tersebut disampaikan oleh Penanggung Jawab Program HIV Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kota Madiun, Latifatul Wastiyah, S.KM, dalam kegiatan Case Conference yang diselenggarakan Yayasan Red Line Indonesia di Hotel Aston Kota Madiun, Rabu (24/6/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Latifatul menegaskan komitmen Dinkes PPKB Kota Madiun untuk terus memperkuat upaya pencegahan, penemuan kasus, pengobatan, serta pendampingan bagi Orang dengan HIV (ODHIV).
“Melalui kolaborasi lintas sektor, fasilitas pelayanan kesehatan, serta peran aktif masyarakat, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran, mengurangi stigma dan diskriminasi, serta memastikan setiap individu mendapatkan akses layanan HIV yang berkualitas, berkesinambungan, dan berkeadilan,” ujarnya.
Ia menambahkan, program HIV menjadi bagian penting dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, produktif, dan bebas dari penularan HIV guna mendukung target eliminasi HIV pada tahun 2030.
Sementara itu, Yayasan Red Line Indonesia yang sejak tahun 2022 aktif dalam upaya penanggulangan HIV di Kota Madiun melalui kerja sama dengan Dinkes PPKB Kota Madiun, terus menjalankan program pencegahan dan pendampingan, khususnya pada komunitas Wanita Pekerja Seks (WPS) melalui program Global Fund Indonesia.
Koordinator Program Yayasan Red Line Indonesia, Mika Rista (38), menegaskan pihaknya akan terus mendukung pemerintah daerah dalam upaya pengendalian HIV.
“Kami akan terus berkomitmen untuk membersamai Pemerintah Kota Madiun dalam upaya penanggulangan HIV di Kota Madiun dan bekerja sama dengan baik bersama Dinas Kesehatan Kota Madiun,” katanya.
Melalui sinergi antara pemerintah, lembaga pendamping, fasilitas kesehatan, dan masyarakat, diharapkan upaya pencegahan serta penanganan HIV di Kota Madiun dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.( MKD)


