Sejak 2013, Barno dipercaya menjadi Kepala Desa Bringinan, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo.Selama memimpin, ia mendorong berbagai inovasi yang diarahkan untuk meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat.
Salah satu yang kini menjadi perhatian adalah pengembangan pisang Cavendish. Barno melihat tanaman tersebut bukan sekadar komoditas pertanian, tetapi peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa.
Melalui pengembangan kebun pisang Cavendish, masyarakat didorong untuk memanfaatkan lahan produktif sekaligus menciptakan sumber penghasilan tambahan. Gagasan itu menjadi bagian dari upaya Barno membangun ekonomi desa melalui potensi yang bisa dikerjakan langsung oleh masyarakat.
Dari lahan desa, Barno mencoba menanam harapan: bahwa petani tidak hanya menjadi penonton, tetapi bisa menjadi pelaku utama dalam mengembangkan potensi ekonomi daerah.
Perhatian Barno terhadap masyarakat juga terlihat dari kepeduliannya terhadap Pekerja Migran Indonesia (PMI). Sebagai mantan pekerja migran, ia memahami persoalan yang dihadapi warga sebelum, selama, maupun setelah bekerja di luar negeri.
Desa Bringinan kemudian memiliki regulasi desa terkait perlindungan PMI dan berhasil meraih prestasi di tingkat nasional dalam bidang tersebut.
Dari Desa, Membawa Suara Rakyat
Pengalaman lebih dari satu dekade memimpin desa menjadi bekal Barno melangkah ke arena politik sebagai calon wakil bupati Ponorogo.
Modal yang dibawanya bukan sekadar pengalaman birokrasi, tetapi pengalaman hidup bersama masyarakat—dari pekerja migran, petani, pelaku usaha hingga warga desa.
Jika pertanian bisa menjadi sumber penghidupan, desa bisa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi, dan masyarakat diberi ruang untuk berkembang, maka pembangunan tidak harus selalu dimulai dari kota.
Dari Malaysia ia belajar tentang perjuangan. Dari Bringinan ia belajar tentang pengabdian. Dari kebun Cavendish ia melihat peluang. Kini, Barno ingin membawa pengalaman itu untuk Ponorogo.
Membangun dari desa, menguatkan ekonomi rakyat, dan membawa potensi lokal menjadi kekuatan Ponorogo.Sebuah langkah dari bawah, dengan satu harapan: membangun Ponorogo bersama masyarakat, bukan sekadar untuk masyarakat.(INg)


