316 Keluarga di Mruwak Terima Bantuan Beras, 948 Sak Disalurkan untuk Tiga Bulan - .

Breaking

Search

03/09/26

316 Keluarga di Mruwak Terima Bantuan Beras, 948 Sak Disalurkan untuk Tiga Bulan


MADIUN,KLIKAENEWS.COM-
Pemerintah Desa Mruwak, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, menyalurkan bantuan pangan berupa beras kepada 316 keluarga penerima manfaat (KPM) untuk periode Juli hingga September 2026. kamis( 3/09/2026).

Dalam program tersebut, setiap KPM menerima bantuan beras sebanyak 30 kilogram untuk tiga bulan, atau setara dengan 10 kilogram per bulan. Secara keseluruhan, bantuan yang disalurkan mencapai 948 sak beras.

Penyaluran bantuan pangan ini menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah dalam membantu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat, sekaligus meringankan beban pengeluaran keluarga penerima manfaat.

Kepala Desa Mruwak, Ndaru Cahyo Widodo, SE, mengatakan pemerintah desa berupaya memastikan proses penyaluran berjalan tertib dan bantuan diterima oleh masyarakat yang telah ditetapkan sebagai penerima.

“Kami berharap bantuan pangan berupa beras ini bisa memberikan manfaat dan membantu meringankan kebutuhan keluarga penerima. Pemerintah desa tentu berupaya agar penyalurannya berjalan tertib dan sesuai data yang ada,” ujar Ndaru.

Menurutnya, bantuan pangan memiliki arti penting bagi masyarakat karena beras merupakan salah satu kebutuhan pokok yang setiap hari dibutuhkan keluarga.

Ndaru juga menyampaikan bahwa Pemerintah Desa Mruwak akan terus mendukung berbagai program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk program bantuan pangan bagi keluarga penerima manfaat.

Penyaluran dilakukan untuk memenuhi kebutuhan bantuan pangan selama tiga bulan, yakni Juli, Agustus, dan September 2026. Dengan jumlah 316 KPM dan total 948 sak, bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Mruwak.

Pemdes Mruwak berharap para penerima dapat memanfaatkan bantuan tersebut dengan sebaik-baiknya. Bagi masyarakat, bantuan beras ini setidaknya menjadi sedikit ruang bernapas di tengah kebutuhan rumah tangga yang terus berjalan—karena kebutuhan dapur memang jarang mau diajak kompromi.