Langsung ke konten utama

Ketum PPWI Terima Kunjungan Silahturahmi Rombongan Komunitas Seni Kuningan


AENEWS9.COM || Jakarta – Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (Ketum PPWI), Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, MA, menerima kunjungan silahturahmi pengurus dan anggota Komunitas Seni Kuningan (KSK) di Sekretariat Nasional PPWI, Jl. Anggrek Cenderawasih X Nomor 29, Palmerah, Slipi, Jakarta Barat, Kamis, 22 Juli 2021. Rombongan KSK dipimpin langsung Ketua Umumnya, Tatang Koswara, yang didampingi para pengurus dan anggota lainnya.


Ketum PPWI pada kesempatan itu didampingi Koordinator PPWI Regional Jawa, Sukendar, SH, dan anggota PPWI DKI Jakarta, Recky. Selain sebagai pengurus pusat PPWI, Sukendar juga bertemu Ketum PPWI pada kesempatan ini dalam kapasitas sebagai Dewan Penasehat KSK.


Dalam pengantarnya, Sukendar menjelaskan bahwa KSK adalah wadah tempat berkumpulnya para seniman dan pendukung kegiatan seni-budaya di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Komunitas ini mencoba untuk mengumpulkan para pekerja seni di Kuningan dan sekitarnya dengan tujuan utama untuk pemberdayaan warga masyarakat pelaku seni, termasuk para stakeholder seni lainnya.


“Komunitas Seni Kuningan ini terbentuk dalam rangka mewadahi para seniman di Kabupaten Kuningan agar dapat bergerak bersama dalam pelestarian seni budaya masyarakat Kuningan. Selain itu, diharapkan melalui organisasi ini, para anggotanya dapat lebih diberdayakan dari sisi ekonomi melalui usaha ekonomi bersama,” beber Sukendar.


Sementara itu, Tatang Koswara kepada Ketum PPWI menyampaikan harapannya agar KSK yang dipimpinnya dapat bersinergi dengan PPWI dalam membangun masyarakat seni di Kuningan. “Kami berharap adanya dukungan PPWI dalam kegiatan-kegiatan KSK ke depannya,” kata Tatang berharap.


Selain menyampaikan harapannya, Tatang dan kawan-kawan juga menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi sebagai seniman di masa pandemi Covid-19 ini. Terlebih lagi pada masa pelaksanaan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) belakangan ini.


“Kami sudah koordinasi dengan Bupati Kuningan untuk mencari solusi agar kami juga masih bisa hidup di tengah kesulitan ekonomi akibat pandemi Covid-19. Tapi sampai saat ini Pemda belum bisa memberi kami alternatif solusi. Kami hanya disuruh bersabar dan tidak beraktivitas di luar rumah. Kalau kami tidak ada kegiatan seni yang boleh dilakukan, anak istri kami mau makan apa?” demikian antara lain keluhan para seniman ini.


Untuk itu, lanjut Tatang Koswara, pihaknya berharap keluh-kesah mereka dapat ditampung dan disalurkan kepada para pihak terkait di pusat pemerintahan negeri ini. Mereka sangat berharap agar Pemerintah Pusat dan Daerah dapat segera menghakhiri penerapan PPKM dan/atau memberikan alternatif solusi agar para seniman, baik di Kuningan maupun di seluruh tanah air, dapat melanjutkan penghidupan keluarganya masing-masing.


“Kami ini sangat maklum terhadap program Pemerintah terkait pandemi Covid-19, dan kami selalu siap mendukung. Namun kondisi ekonomi kami yang sangat sulit, untuk makan sehari-hari sekarang ini amat sukar mendapatkan penghasilan. Mau mentas di tempat acara hajatan warga, semua dilarang. Pemain musik dilarang, nyanyi, tari, soundsystem, penyewaan tenda, dan rias penganten, juga penyedia menu makanan, semuanya dilarang. Padahal selama ini, kami hanya mengandalkan hidup dari kegiatan-kegiatan tersebut,” keluh Tatang yang diiyakan kawan-kawan KSK lainnya yang hadir dengan berpakaian hitam-hitam khas seniman KSK.


Merespon hal itu, Ketua Umum PPWI menyampaikan rasa simpati yang mendalam atas situasi dan kondisi sulit yang dihadapi Tatang dan kawan-kawan seniman Kuningan yang hadir di kantornya. Kondisi ini, kata Wilson Lalengke, juga dihadapi oleh segenap kalangan di hampir semua pelosok tanah air.


“Saya ikut bersimpati dengan kondisi sulit yang dihadapi kawan-kawan seniman KSK yaa. Kita semua menghadapi situasi sulit yang sama. Beberapa waktu lalu, sejumlah warga dari Jatinangor datang menemui saya, menyampaikan keluhan yang kurang-lebih serupa. Mereka adalah warga masyarakat di sekitar IPDN Jatinangor yang tergabung dalam koperasi IPDN, yang dulunya bisa berjualan di kios-kios yang disediakan oleh koperasi. Namun, sejak pandemi merebak, usaha mereka ditutup sepihak oleh manajemen IPDN. Akhirnya mereka kesulitan mendapatkan penghasilan untuk menghidupi keluarga mereka. Jadi, kesulitan ekonomi yang ada ini tidak hanya dihadapi oleh KSK, tapi juga oleh hampir seluruh warga masyarakat Indonesia. Kita berdoa semoga situasi ini segera berangsur normal kembali,” jelas alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 itu memberi pandangan.


Lalengke kemudian menyarankan agar para pengurus KSK terus berkoordinasi dengan berbagai pihak di jajaran pemerintahan daerah, dari tingkat kabupaten hingga kelurahan/desa untuk mencari dan mengusulkan berbagai ide kreatif yang dapat dilakukan dalam menyiasati kesulitan yang ada. “Kita berharap situasi segera membaik, Pemerintah kiranya segera melonggarkan PPKM dan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk beraktivitas kembali dalam rangka menggerakan roda perekonomian masyarakat,” tutur tokoh pers nasional itu sambil menyampaikan bahwa tujuan PPKM yang diberlakukan saat ini adalah untuk keselamatan seluruh warga masyarakat juga.


Kepada pihak Pemerintah Daerah Kuningan, Ketum PPWI berharap agar bekerja lebih giat dan serius dalam melayani warga masyarakatnya. Dalam dunia demokrasi, jelas Lalengke, pemerintah daerah adalah pelayan yang digaji oleh rakyat untuk melayani rakyat. Oleh karena itu, jika mereka gagal melayani rakyatnya, hal itu merupakan penghianatan terhadap sistem demokrasi yang menempatkan kepentingan rakyat sebagai prioritas utama dalam setiap program kerja pemerintahan.


“Saya berharap Bupati Kuningan dapat memberikan solusi terbaik bagi rakyatnya dalam membiayai kehidupan sehari-hari warganya. Keberadaan seorang Bupati atau Walikota, Gubernur, dan seterusnya di jabatannya itu adalah untuk melayani rakyat. Jadi dalam bekerja, mereka itu hanya boleh memikirkan bagaimana rakyatnya dapat terlayani dengan baik, terpenuhi segala kebutuhan dasar warganya. Kalau di negara maju, pejabat yang gagal melayani rakyat pasti mengundurkan diri atau bunuh diri,” tegas lulusan pasca sarjana bidang studi Applied Ethics dan Utrecht University, The Netherlands, dan Linkoping University, Sweden, itu.


Pertemuan silahturahmi yang dimulai pada pukul 13.00 wib tersebut selanjutnya diakhiri dengan foto bersama dan salam-salaman. (KEN/Red)

Postingan populer dari blog ini

Danrem 081/DSJ Resmikan Ambulance IGD dan Ruang Isolasi Rumkit Tingkat IV Madiun

AENEWS9.COM| |Kota Madiun – Rumah Sakit tingkat IV Madiun saat ini semakin meningkatkan kualitas sarana dan prasarana yang dimiliki. Salah satunya yaitu dengan keberadaan satu unit mobil ambulance IGD baru dan ruang isolasi. Diharapkan dengan sarana dan prasarana yang semakin baik, nantinya akan dapat membuat rumah sakit tersebut semakin maju dari segi pelayanaannya. “Apa yang sudah ada agar terus dikembangkan. Supaya rumah sakit ini semakin baik dan bagus,” kata Danrem 081/DSJ Kolonel Inf Waris Ari Nugroho, S.E, M.Si, dalam sambutannya, Selasa (11/1/2022). Lebih dari itu, Danrem juga berpesan agar Karumkit tingkat IV Madiun, Mayor Ckm dr. Aan Riswandi Sp.PK mampu terus berinovasi dan berkreasi. “dr. Aan meskipun masih baru menjabat sebagai Karumkit harus terus mendesain rumah sakit ini supaya tetap semakin bagus,” lanjutnya. Dengan adanya berbagai upaya yang terus dilakukan, Danrem berharap masyarakat yang ingin memanfaatkan layanan dari Rumkit tingkat IV Madiun akan se...

4 Jembatan Garuda Selesai di bangunn di Ponorogo Hadirkan Beribu Manfaat

Ponorogo,  KLIKAENEWS.COM - Empat Jembatan Garuda berjenis jembatan gantung telah selesai dibangun di Kabupaten Ponorogo. Keempatnya berada di Desa Sidoarjo (Kecamatan Jambon), Desa Mojomati (Kecamatan Jetis), Desa Jalen (Kecamatan Balong), dan Desa Bungkal (Kecamatan Bungkal). Kehadiran jembatan-jembatan tersebut mampu menghadirkan beribu manfaat, baik bagi masyarakat maupun kemajuan desa. Di Sidoarjo misalnya, kehadiran Jembatan Garuda mampu menghapus kesulitan-kesulitan warga selama ini. "Sebelum ada jembatan, warga harus memutar lebih jauh jika mau ke wilayah sebelah, termasuk anak-anak yang mau berangkat sekolah dan warga yang mengangkut hasil panen, jika hujan dan banjir maka harus menunggu banjir reda lebih dahulu agar bisa lewat," kata Kepala Dusun Sidowayah Katimun di lokasi jembatan, Selasa (8/9/2026). Cerita sama juga terjadi di Mojomati, Jembatan Garuda sepanjang 70 meter dengan lebar 1,2 meter yang dibangun menjadi penghubung antara Kecamatan Jetis dengan Kecamat...

Paslon 1 Terpilih, Pemilihan Ketua OSIS SMPN 3 Ponorogo Jadi Praktik Demokrasi Pelajar

PONOROGO   KLIKAENEWS.COM-  Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMPN 3 Ponorogo masa bakti 2026/2027 menjadi ruang belajar demokrasi bagi para pelajar. Dari tiga pasangan calon yang berkompetisi, pasangan nomor urut 1, Kinaya Adiasti Azzaha dan Jingga Az-Zahra Al-Fath Setiawan, terpilih memimpin organisasi siswa tersebut untuk masa bakti 2026/2027.Rabu (23/09/2026 Paslon 1 memperoleh 316 suara. Paslon 2, Ozie Gentha Mahardika Nadindra dan Maulana Damar Dwi Guna, meraih 143 suara, sedangkan Paslon 3, Yusuf Ilyasa Al Hafidh dan Justin Fan Aprilio, memperoleh 117 suara. Sebanyak 63 suara dinyatakan tidak sah. Pemilihan yang diikuti tiga pasangan calon serta peserta didik kelas VII, VIII, dan IX itu dirancang sebagai sarana pembelajaran demokrasi bagi warga sekolah. Selain Paslon 1, terdapat Paslon 2 Ozie Gentha Mahardika Nadindra dan Maulana Damar Dwi Guna, serta Paslon 3 Yusuf Ilyasa Al Hafidh dan Justin Fan Aprilio. Kepala SMPN 3 Ponorogo H.Subhan Masruri, S.Pd., mengatakan k...