Mejayan Dongkrek Festival 2026 Semarak, Desa Mejayan Resmi Deklarasikan Diri sebagai "Mejayan Bumi Dongkrek" - .

Breaking

Search

21/07/26

Mejayan Dongkrek Festival 2026 Semarak, Desa Mejayan Resmi Deklarasikan Diri sebagai "Mejayan Bumi Dongkrek"


MADIUN,KLIKAENEWS.COM
- Semangat melestarikan budaya lokal tampak begitu terasa dalam gelaran Mejayan Dongkrek Festival 2026 yang berlangsung di Lapangan Palang, Desa Mejayan, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, Sabtu (18/7/2026). Festival yang digelar sejak pagi hingga malam hari ini menjadi ajang memperkenalkan sekaligus menguatkan identitas Dongkrek sebagai warisan budaya masyarakat Mejayan.


Sejak pagi, Lapangan Palang Mejayan telah dipadati masyarakat yang ingin menyaksikan Lomba Dongkrek Tingkat Pelajar. Sebanyak sembilan regu dari jenjang Sekolah Dasar (SD) dan tiga regu dari Sekolah Menengah Pertama (SMP) tampil menunjukkan kemampuan mereka dalam membawakan seni Dongkrek. Antusiasme peserta dan dukungan masyarakat menjadi bukti bahwa regenerasi pelaku seni tradisional terus berjalan.




Memasuki malam hari, suasana festival semakin semarak. Mulai pukul 19.00 WIB, Kirab Dongkrek menjadi magnet utama dengan menghadirkan tujuh kelompok Dongkrek dari berbagai dusun di Desa Mejayan. Atraksi tarian, topeng khas, serta iringan musik tradisional berhasil menghibur ribuan warga yang memadati sepanjang rute kirab.


Tak hanya itu, kirab juga dimeriahkan dengan arak-arakan tujuh Gunungan Golang Galing sebagai simbol rasa syukur atas hasil bumi dan kemakmuran masyarakat. Kemeriahan kemudian ditutup dengan Fashion Batik Carnival yang menampilkan ragam busana batik kreatif, memadukan nilai budaya dengan sentuhan modern.


Puncak acara ditandai dengan deklarasi Desa Mejayan sebagai "Mejayan Bumi Dongkrek" yang diresmikan oleh Kepala Desa Mejayan, Gunawan Wibisono, ST. Peresmian tersebut menjadi langkah nyata pemerintah desa dalam memperkuat identitas budaya sekaligus menjaga kelestarian seni Dongkrek agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.


Kepala Desa Mejayan, Gunawan Wibisono, ST., mengatakan bahwa penetapan "Bumi Dongkrek" bukan sekadar slogan, melainkan komitmen bersama untuk menjadikan Dongkrek sebagai warisan budaya yang terus dijaga, dikembangkan, dan diwariskan kepada generasi muda.


"Dongkrek adalah jati diri masyarakat Mejayan. Melalui festival ini kami ingin menegaskan bahwa budaya harus menjadi kebanggaan bersama, bukan hanya dipertontonkan saat acara tertentu, tetapi terus hidup di tengah masyarakat. Dengan predikat 'Bumi Dongkrek', kami berharap Mejayan semakin dikenal sebagai pusat pelestarian seni Dongkrek dan mampu menjadi daya tarik budaya maupun wisata di Kabupaten Madiun," ujarnya.


Dengan titik awal dan akhir di Lapangan Palang Mejayan, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan penuh antusiasme masyarakat. Mejayan Dongkrek Festival 2026 tidak hanya menjadi panggung hiburan rakyat, tetapi juga memperkuat persatuan warga sekaligus menjadi bukti bahwa budaya lokal tetap memiliki tempat istimewa di tengah arus modernisasi.(Vin)