Langsung ke konten utama

Pemuda Ini Kembali Hidup Normal, Setelah Sekian Lama Di Rantai Kakinya


AENEWS9.COM MADIUN – Handoko(30) warga RT04/RW01, Desa Plumpungrejo, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun mulai hidup bebas setelah selama 7 tahun di rantai oleh keluarganya sendiri.

Pasalnya Handoko dirantai kakinya karena mengalami gangguan jiwa sejak 2008. Dulu sebelum dirantai, Handoko sering mengamuk dengan memukuli orang di sekitarnya dan juga sering tersinggung jika permintaannya tidak di turuti.

Hartono kakak kandung Handoko menceritakan, gangguan jiwa yang dialami adiknya berawal saat usia 21 tahun, adiknya pernah bersekolah hingga tamat SMP dan setelah itu sempat bekerja di rumah makan di Surabaya dan juga pernah bekerja di pabrik kayu.

Hartono menambahkan, dulu adiknya sebelum mengidap gangguan jiwa pernah mengalami kejadian. Saat itu seusai Sholat Maghrib berjamaah tiba-tiba adiknya seperti di tendang makhluk halus hingga pingsan.

Setelah kejadian itu, kejiwaan adiknya mulai aneh seperti mudah tersinggung jika keinginannya tidak dipenuhi dan tidak hanya itu, Handoko juga sering memukul orang di sekitarnya.

“Biasanya jika minta rokok dan tidak segera dituruti, adiknya langsung mengamuk,” kata Hartono.

Semenjak itu keluarganya membawa Handoko ke rumah sakit dan beberapa tempat pengobatan alternatif. Handoko pun juga pernah dirawat di UPT Rehabilitasi Sosial Kediri, Rumah sakit jiwa Solo dan Surabaya. Tapi ketika dirawat di Rumah Sakit Jiwa Solo, adiknya melarikan diri, tambahnya.

Kini mulai Selasa(7/2/2017) rantai yang membelenggu kaki Handoko dilepas, karena kejiwaan Handoko sudah membaik. Dan perasaan lega dirasakan Sumiyati(65) ibu kandung Handoko yang selama ini merasa kasihan dengan anak bungsunya ini.

Saat proses pelepasan rantai di dampingi anggota Polsek Wonoasri beserta petugas kesehatan dari Puskesmas setempat.

Sementara itu, Sujarwo petugas kesehatan Puskesmas mengatakan awalnya pelepasan rantai Handoko sempat ditolak keluarga karena alasan keamanan, tapi setelah diberi penjelasan akhirnya keluarga menyetujui.(*)


Postingan populer dari blog ini

Danrem 081/DSJ Resmikan Ambulance IGD dan Ruang Isolasi Rumkit Tingkat IV Madiun

AENEWS9.COM| |Kota Madiun – Rumah Sakit tingkat IV Madiun saat ini semakin meningkatkan kualitas sarana dan prasarana yang dimiliki. Salah satunya yaitu dengan keberadaan satu unit mobil ambulance IGD baru dan ruang isolasi. Diharapkan dengan sarana dan prasarana yang semakin baik, nantinya akan dapat membuat rumah sakit tersebut semakin maju dari segi pelayanaannya. “Apa yang sudah ada agar terus dikembangkan. Supaya rumah sakit ini semakin baik dan bagus,” kata Danrem 081/DSJ Kolonel Inf Waris Ari Nugroho, S.E, M.Si, dalam sambutannya, Selasa (11/1/2022). Lebih dari itu, Danrem juga berpesan agar Karumkit tingkat IV Madiun, Mayor Ckm dr. Aan Riswandi Sp.PK mampu terus berinovasi dan berkreasi. “dr. Aan meskipun masih baru menjabat sebagai Karumkit harus terus mendesain rumah sakit ini supaya tetap semakin bagus,” lanjutnya. Dengan adanya berbagai upaya yang terus dilakukan, Danrem berharap masyarakat yang ingin memanfaatkan layanan dari Rumkit tingkat IV Madiun akan se...

4 Jembatan Garuda Selesai di bangunn di Ponorogo Hadirkan Beribu Manfaat

Ponorogo,  KLIKAENEWS.COM - Empat Jembatan Garuda berjenis jembatan gantung telah selesai dibangun di Kabupaten Ponorogo. Keempatnya berada di Desa Sidoarjo (Kecamatan Jambon), Desa Mojomati (Kecamatan Jetis), Desa Jalen (Kecamatan Balong), dan Desa Bungkal (Kecamatan Bungkal). Kehadiran jembatan-jembatan tersebut mampu menghadirkan beribu manfaat, baik bagi masyarakat maupun kemajuan desa. Di Sidoarjo misalnya, kehadiran Jembatan Garuda mampu menghapus kesulitan-kesulitan warga selama ini. "Sebelum ada jembatan, warga harus memutar lebih jauh jika mau ke wilayah sebelah, termasuk anak-anak yang mau berangkat sekolah dan warga yang mengangkut hasil panen, jika hujan dan banjir maka harus menunggu banjir reda lebih dahulu agar bisa lewat," kata Kepala Dusun Sidowayah Katimun di lokasi jembatan, Selasa (8/9/2026). Cerita sama juga terjadi di Mojomati, Jembatan Garuda sepanjang 70 meter dengan lebar 1,2 meter yang dibangun menjadi penghubung antara Kecamatan Jetis dengan Kecamat...

Paslon 1 Terpilih, Pemilihan Ketua OSIS SMPN 3 Ponorogo Jadi Praktik Demokrasi Pelajar

PONOROGO   KLIKAENEWS.COM-  Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMPN 3 Ponorogo masa bakti 2026/2027 menjadi ruang belajar demokrasi bagi para pelajar. Dari tiga pasangan calon yang berkompetisi, pasangan nomor urut 1, Kinaya Adiasti Azzaha dan Jingga Az-Zahra Al-Fath Setiawan, terpilih memimpin organisasi siswa tersebut untuk masa bakti 2026/2027.Rabu (23/09/2026 Paslon 1 memperoleh 316 suara. Paslon 2, Ozie Gentha Mahardika Nadindra dan Maulana Damar Dwi Guna, meraih 143 suara, sedangkan Paslon 3, Yusuf Ilyasa Al Hafidh dan Justin Fan Aprilio, memperoleh 117 suara. Sebanyak 63 suara dinyatakan tidak sah. Pemilihan yang diikuti tiga pasangan calon serta peserta didik kelas VII, VIII, dan IX itu dirancang sebagai sarana pembelajaran demokrasi bagi warga sekolah. Selain Paslon 1, terdapat Paslon 2 Ozie Gentha Mahardika Nadindra dan Maulana Damar Dwi Guna, serta Paslon 3 Yusuf Ilyasa Al Hafidh dan Justin Fan Aprilio. Kepala SMPN 3 Ponorogo H.Subhan Masruri, S.Pd., mengatakan k...