Ketahanan Pangan Desa Banjarsari Terus Diperkuat, Pokdakan dan BUMDes Kembangkan Kolam Bioflok Ikan Nila - .

Breaking

Search

22/07/26

Ketahanan Pangan Desa Banjarsari Terus Diperkuat, Pokdakan dan BUMDes Kembangkan Kolam Bioflok Ikan Nila


MADIUN,KLIKAENEWS.COM-Ketahanan pangan tak selalu lahir dari program berskala besar. Dari desa, langkah-langkah sederhana yang dikelola secara gotong royong justru mampu menghadirkan dampak nyata. Hal itu terlihat di Desa Banjarsari, Kecamatan Madiun, Kabupaten Madiun yang terus mengembangkan budidaya ikan nila sebagai salah satu pilar penguatan ekonomi dan ketahanan pangan masyarakat.


Pengembangan usaha kolam bioflok ikan nila tersebut dikelola oleh Kelompok Budidaya Ikan (Pokdakan) Berkah Merah Putih bersama BUMDes Reksa Dana.


Program tersebut menjadi bagian dari upaya desa Banjarsari dalam meningkatkan produktivitas pangan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Melalui sistem bioflok, budidaya ikan nila diharapkan mampu menghasilkan panen yang lebih optimal dengan pemanfaatan lahan yang efisien serta ramah lingkungan.




Dari pantauan di lokasi, kawasan budidaya telah dilengkapi sejumlah kolam bioflok dan menjadi salah satu pusat kegiatan ketahanan pangan desa. Program ini juga mendapat dukungan dari berbagai unsur masyarakat sebagai bentuk sinergi dalam mewujudkan desa yang mandiri pangan.Hal ini terlihat dari anggota Pokdakan tampak aktif memberikan pakan, memantau kualitas air, dan memastikan sistem sirkulasi berjalan lancar. Kehadiran unsur Muspika dan dukungan pendampingan teknis juga menjadi bukti komitmen bersama demi keberhasilan program tersebut.


Pada kesempatan moment tabur benih yang diadakan pada Minggu (19/Juli/2026) PLT.Kepala Desa Banjarsari, Eko Purwanto mengatakan, program ketahanan pangan bukan sekadar memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan ekonomi warga melalui pengelolaan usaha yang berkelanjutan.


"Ketahanan pangan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui budidaya ikan nila sistem bioflok ini, kami ingin menciptakan sumber pangan yang sehat sekaligus meningkatkan pendapatan warga. Harapan kami, Desa Banjarsari mampu menjadi desa yang mandiri, produktif, dan menjadi contoh pengembangan ketahanan pangan di Kabupaten Madiun," ujar  Eko Purwanto.


Sementara itu, ketua BUMDes Reksa Dana,Riska Chandra Sakti menjelaskan bahwa pengelolaan dilakukan secara transparan dan partisipatif. "Semua anggota akan terus dibekali pelatihan, mulai dari perawatan harian, pengelolaan pakan, hingga strategi pemasaran, agar usaha ini berjalan berkelanjutan dan menjadi aset desa yang bermanfaat luas.Harapannya selain memenuhi kebutuhan protein warga, hasil panen juga bisa dipasarkan ke luar desa untuk menambah pendapatan kelompok," ujarnya.



Selain mendukung ketersediaan pangan, program ini diharapkan mampu mendorong lahirnya pelaku usaha perikanan baru, memperkuat peran BUMDes sebagai penggerak ekonomi desa, serta menjadi salah satu langkah konkret dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional yang dimulai dari desa.(Zm)