Jembatan Plumpung Ambruk Diterjang Banjir, Akses Ekonomi Antar Desa Lumpuh - .

Breaking

Search

17/04/26

Jembatan Plumpung Ambruk Diterjang Banjir, Akses Ekonomi Antar Desa Lumpuh

Kondisi jembatan plumpung desa Glonggong balerejo  Madiun yang patah akibat gerusan dari tumpukan material bambu

KLIKAENEWS.COM, Madiun — Akses vital penghubung antar desa di wilayah Kecamatan Balerejo mendadak terputus setelah jembatan  yang berada di Dusun Plumpung, Desa Glonggong, Kecamatan Balerejo Kabupaten Madiun, mengalami kerusakan parah akibat terjangan banjir, Kamis (15/04/2026).

Jembatan yang selama ini menghubungkan Desa Glonggong dengan sejumlah desa di sekitarnya itu ambrol setelah debit air meningkat dalam beberapa hari terakhir. Tumpukan material bambu yang hanyut dan tersangkut di badan jembatan diduga menjadi pemicu utama kerusakan, memperparah tekanan arus hingga struktur tak lagi mampu bertahan.

Bagi warga, jembatan tersebut bukan sekadar infrastruktur, melainkan jalur utama penopang aktivitas harian. Dari mobilitas petani menuju sawah, anak-anak berangkat sekolah, hingga pekerja yang melintas setiap hari, semuanya bergantung pada jalur ini.

“Jembatan ini sangat vital, semua aktivitas warga lewat sini,” ujar Samidi, salah satu warga setempat. Ia menambahkan, sejak jembatan rusak, warga terpaksa mencari jalur alternatif dengan jarak tempuh yang lebih jauh dan waktu perjalanan yang tidak menentu.


Kondisi jembatan plumpung yang patah dan penutupan akses jalan agar tidak dilewati masyarakat 

Di balik fungsinya yang krusial, jembatan ini memiliki sejarah panjang kebersamaan warga. Dibangun secara swadaya sejak tahun 1995 hingga 2002, pembiayaannya berasal dari iuran masyarakat yang disesuaikan dengan luas lahan pertanian yang dimiliki.

“Dulu pembangunannya murni dari swadaya warga Dusun Plumpung,” terang Joko, Pelaksana Tugas Kepala Dusun setempat.

Seiring waktu, status jembatan beralih menjadi bagian dari jalur kabupaten setelah diminta oleh pihak PUPR Kabupaten Madiun, meskipun awalnya merupakan aset masyarakat yang dibangun demi kemudahan akses.

Kini, warga hanya bisa berharap ada langkah cepat dari pemerintah untuk menangani kerusakan tersebut. Mereka menilai, pemulihan jembatan bukan sekadar soal infrastruktur, tetapi menyangkut kelangsungan roda perekonomian dan aktivitas sosial masyarakat setempat.

“Harapannya segera ada penanganan, supaya aktivitas warga bisa kembali normal,” pungkas Samidi. ( Krido )