Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei 20, 2018

GUIB Magetan Inisiasi Ekperimen Sosial "Peluk Saya Jika Anda Aman", Masyarakat Apresiatif

Magetan (Aenews9.com)- Setelah aksi teror bom bunuh diri beberapa waktu lalu yang melibatkan wanita berpakaian cadar dan menimbulkan phobia bagi muslimah yang mengenakan cadar,ratusan Umat Islam yang tergabung dalam Gerakan Umat Islam Bersatu (GUIB)Magetan menginisiasi Eksperimen Sosial"Peluk Saya Jika Anda Aman",di Alun-alun Magetan,Jumat (25/5) sore. Aksi Sosial Eksperimen tersebut dilakukan dengan cara mengajak pengunjung Alun-Alun Magetan untuk memeluk peserta Sosial Eksperimen yakni perempuan yang memakai cadar. Sontak eksperimen tersebut mendapat sambutan positif dari beberapa  perempuan yang melintas yakni dengan memeluk perempuan bercadar yang sudah berjajar di lokasi. Aksi memeluk wanita Muslimah bercadar di warnai dengan tangis haru ternyata,di Magetan masih banyak masyarakat yang menghargai dan mengapresiasi wanita bercadar dan pria yang berjenggot. Imam Yudhianto koordinator aksi  mengatakan, tujuan aksi ini dilakukan untuk meluruskan pemikiran masyaraka...

Aksi Relawan #2019 Ganti Presiden,Deklarasikan Pemilu Yang Bermartabat di Alun-Alun Magetan

Magetan (aenews,9.com)-Maraknya aksi  gerakan masyarakat bertajuk Tagar # 2019 Ganti Presiden terus bergulir ke pelosok -pelosok daerah seperti  terlihat dari aksi warga magetan yang tergabung dalam Relawan #2019 Ganti Presiden di Alun-Alun Kabupaten Magetan, Jumat (25/05) sore . Selain Aksi dan deklarasi para relawan  itu  juga membawa banner ukuran besar, para peserta relawan juga mengenakan kaos bertuliskan ‘#2019 Ganti Presiden Secara Konstitusional’ juga mendeklarasikan gerakan tersebut. Dalam acara deklarasi tersebut dibacakan poin deklarasi sebagai berikut: Kami Relawan Nasional #2019 Ganti Presiden dengan ini menyatakan sikap keprihatinan atas kemiskinan, ketidakadilan, ketidak-berpihakan dan ancaman terhadap kedaulatan, serta krisis kepemimpinan yang terjadi saat ini di bumi NKRI. Oleh karena itu, kami bertekad akan terus berjuang bersama seluruh rakyat untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik, berdaulat, bermartabat, adil, makmur dan berakhlak mulia...

DPN PPWI Didampingi DPD Papua Kunjungi PPWI Serang

Serang (Aenews9.com) - Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional Persatuan Pewarta Warga Indonesia (DPN PPWI) Wilson Lalengke yang berkantor di Slipi, Jakarta Pusat, bersama Ketua DPD PPWI Papua Sem Gombo berkesempatan melakukan kunjungan ke PPWI Serang, Banten, Rabu, 23 Mei 2018. Kunjungan ini, selain dalam rangka silaturahmi, sekaligus juga untuk memberikan semangat dan arahan terkait pembentukan pengurus DPD PPWI Banten. Nur Sopyan, salah satu anggota PPWI Serang yang menjadi inisiator acara kunjungan DPN PPWI ini mengatakan bahwa kedatangan Ketua Umum DPN PPWI ini, sengaja kita undang, selain untuk bersilaturahmi, juga sekaligus bertujuan pembahasan terkait pembentukan pengurus DPD PPWI Provinsi Banten. "Kita undang Ketua Umum karena kita ingin dikasih pencerahan terkait tentang pembentukan pengurus DPD PPWI Provinsi Banten ini," jelas Nur Sopyan yang akrab dipanggil Obot. Di tempat yang sama, Ketua Umum DPN PPWI Wilson Lalengke mengatakan, pihaknya sangat mendukung niat ...

Duh Malunya...Lagi Asik Indehoi di Kamar Hotel Terciduk Petugas

Ponorogo (Aenews9.com)- Sepasang pasangan mesum Terciduk Aparat kepolisian Ponorogo  saat tengah berbuat mesum di kamar salah satu hotel di Jl. Sukarno Hatta, Ponorogo, Selasa (22/5)malam. Aparat kepolisian yang saat itu tengah melakukan razia di hotel seputaran Ponorogo dalam rangka penanggulangan penyakit masyarakat di Bulan Ramadhan langsung menggerebek dan menggelandang pasangan berinisial SM dan MR, warga Kecamatan Ngrayun, Ponorogo, itu keluar dari hotel tersebut. Kapolsek Ponorogo, AKP Lilik Sulastri, mengatakan perbuatan mesum dua sejoli ini diungkap petugas yang saat itu sedang berpatroli dan razia tempat hiburan malam, hotel, dan kamar indekos. Saat petugas menggelar operasi di sejumlah tempat hiburan malam dan kamar indekos, petugas tidak mendapati sasaran. Namun, saat melakukan razia di kamar hotel petugas mendapati pasangan mesum bukan suami istri itu. Mereka tertangkap basah saat berbuat mesum di kamar hotel. "Bahkan mereka telanjang bulat saat kami datang. ...

Ketua DPW DAG Magetan Kecewa,Tagih Janji DLH Magetan

Magetan (Aenews9.com)- Sudah satu bulan berjalan,janji jawaban Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Magetan yang akan membenahi persoalan limbah tidak ada progres yang lebih baik membuat salah satu aktivis lingkungan hidup dan juga ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Demi Anak Generasi (DAG) Agus Pujiono angkat bicara. Agus mengaku kecewa dengan jawaban yang diberikan Pemkab Magetan melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang dinilai sangat tidak serius dalam menanggapi keluhan warganya yang sudah terpapar dampak dari industri kulit di Magetan. “Bertahun tahun kami menunggu upaya pemkab dalam pengendalian limbah B3 yang mengancam kelestarian alam dan anak generasi,baru bulan lalu kami dengarkan wacana indah Pemkab namun sangat disayangkan semua hanya sekedar hembusan angin segar belaka tanpa ada realisasinya,’’ kata Agus Pujiono Ketua DPW DAG Magetan,Selasa (22/5). Dikatakan Agus, Demi Anak Generasi (DAG) Magetan, dalam waktu dekat lembaganya akan mendatangi DLH dan menanyakan lagi...

PMI Kota Madiun Jemput Bola Layani Pendonor Darah Sehabis Taraweh

Madiun – Aenews9.com - Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI ) Kota Madiun melakukan upaya jemput bola untuk menghimpun darah dari para pendonor. Bahkan PMI Kota Madiun siap membuka pelayanan pendonoran darah pada malam hari guna menjaga stok darah selama Ramadan 2018. Selama ini, rata-rata jumlah permintaan darah di PMI Kota Madiun berkisar antara 30 hingga 50 kantong per hari. Kepala Bidang Pelayanan UTD PMI Kota Madiun, Dwi Santoso,   memastikan stok darah di unit kerjanya saat ini masih cukup ama n. Namun berkaca dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, jumlah pendonor menurun hingga 50 persen selama bulan Ramadan. Kondisi tersebut berpengaruh pada stok darah yang ada. "Untuk itu, kami membuka layanan pada malam hari, dengan harapan, warga bisa donor darah di malam hari setelah Salat Tarawih," ujar Dwi Santoso kepada wartawan di Madiun, Kamis (17/5/2018). Dia menambahkan selama buka malam hari tersebut, pihaknya tidak hanya fokus pada pelayanan ...

Sidang Kedua PMH, Legal Standing Ketua Dewan Pers Diprotes Keras Dolfie Rompas

Jakarta (Aenews9.com) – Sidang gugatan yang bertujuan untuk melindungi kebebasan pers agar wartawan tidak dikriminalisasi Sidang dalam menjalankan tugas jurnalistik terus berjalan. Pada Senin, 21 Mei 2018, di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, telah berlanjut sidang gugatan Perbuatan Melawan Hukum terhadap Dewan Pers, yang diwarnai protes oleh kuasa hukum penggugat Dolfie Rompas. Hal ini terkait tentang legal standing atau keabsahan tergugat Ketua Dewan Pers, Yosep Adi Prasetyo sebagai pemberi kuasa kepada dua orang kuasa hukum untuk mewakili tergugat menghadiri sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (21/5/2018). Kuasa hukum penggugat, Dolfie Rompas, SH, MH mempertanyakan surat pleno Dewan Pers (DP) yang memilih Yosep Adi Prasetyo sebagai Ketua Dewan Pers hanya ditanda-tangani oleh tergugat seorang diri padahal seharusnya ikut ditanda-tangani oleh seluruh anggota Dewan Pers. Menurut Rompas, hal ini pertanyaan besar terkait surat pleno Dewan Pers (DP), “Selain itu s...

Melindungi Polisi : Perspektif Kebijakan Hukum Indonsia

Melindungi Polisi : Perspektip Kebijakan Hukum Indonesia Oleh: Dr Slamet Pribadi Beberapa minggu belakangan kita semua dikejutkan oleh beberapa peristiwa aksi teror terhadap Polisi dan Kantor Polisi, diperlihatkan drama sadisme kepada kita semua, bahwa petugas kepolisian yg sedang bertugas dihabisi nyawanya dengan cara cara yg tidak berperikemenusiaan. Bahkan ada yg sedang berseragam. Tampak pelaku sadar dan faham bahwa yg akan dicelakai itu adalah petugas yg sedang berdinas, terlihat dari seragam dan atributnya berkarakter Polisi. Pelaku telah sadar sebagai kepastian, bahwa yg diserang itu adalah aparatur negara atau fasilitas negara yg dibangun dari keringat rakyat, atau setidak tidaknya disadari di kantor Polisi itu ada orang yg berseragam Polisi dan pasti sedang berdinas. Drama menghabisi nyawa, atau penganiayaan berat atau penghinaan terhadap petugas Polisi yg tampak nyata sedang bertugas bisa terulang kembali di masa masa akan datang. Tidak perlu harus menunggu pelakuny...