Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret 4, 2018

Pohon Mangga di Hantam Brio Pengemudi Tewas Seketika

Ponorogo ( Aenews9.com)  - Kecelakaan  lalu-lintas terjadi lagi di Jalan Raya Ponorogo-Siman, tepatnya di Desa Brahu, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo,Sabtu (10/3). Diduga akibat melaju dengan ugal-ugalan dua mobil terlibat saling serempat hingga mengakibatkan satu pengendara tewas. Kecelakaan bermula saat Narno warga Desa Bajang, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo mengemudikan mobil Toyota Rush bernopol AE 1358 SL bersama keluarganya, Siti Maesaroh (40), Bintang Ahmad Alfaizin (5) dan Moh Irfan (10) dari arah selatan ke Utara tepatnya Siman  menuju Ponorogo dengan kecepatan tinggi. Namun Narno tidak melihat di didepannya ada mobil Brio bernopol AE 1396 SQ yang dikemudikan Sungkono (57) warga Dukuh Muneng RT 04/RW 02, Desa Munggu Kecamatan Bungkal,Ponorogo yang akhirnya berujung serempetan. Sungkono langsung tewas ditempat, karena mobil yang dikemudikanya hilang kendali dan menabrak pohon mangga milik warga setempat. "Sungkono langsung meninggal ditempat ...

Sah...PBB Lolos Menjadi Peserta Pemilu. 2019

Jakarta(Aenews9.com) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan secara resmi Partai Bulan Bintang (PBB) sebagai peserta Pemilu 2019 mendatang melalui rapat pleno terbuka di Ruang Sidang Utama, Kantor KPU, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat. Dalam rapat pleno terbuka tersebut, KPU juga menetapkan nomor urut kepada Partai yang dipimpin Ahli Hukum Tata Negara, Yusril Ihza Mahendra. "Dengan ini rapat pleno penetapan partai politik peserta pemilu 2019 dan penetapan nomor urut peserta pemilu dibuka untuk umum dan terbuka untuk umum," ujar Ketua KPU, Arief Budiman saat membuka rapat pleno, Selasa (6/3/2018). Arief mengatakan, penetapan PBB sebagai peserta pemilu sesuai tindaklanjut putusan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) nomor 008 tertanggal 4 Maret 2018. KPU menetapkan PBB menggunakan nomor urut 19 pada pemilu 2019 mendatang. "Pada hari ini selasa 6 Maret 2018 KPU telah melakukan rapat pleno terbuka nomor 19 sebagai nomor PBB peserta pemilu 2019," kata Komisi...

Rela Menunggu Berjam-jam Pembagian Rastra Molor

Magetan (Aenews9.com) -  Pembagian  bantuan sosial beras sejahtera (bansos rastra ) di Desa Sumberdodol Kecamatan Panekan molor,Kamis(8/4). Sebanyak 404 warga sumberdodol  rela menunggu hingga berjam-jam untuk mendapatkan beras bantuan tersebut. Seperti yang disampaikan Lanjar warga RT05/RW04, dia sudah menunggu hingga satu jam tapi tetap belum datang juga. "Saya nunggu sudah satu jam mas, sejak pukul 15.00 tadi," katanya. Lanjarpun mengaku tidak tau menahu berapa jumlah beras yang akan dia terima nantinya. "Saya gak tau menerima berapa, pokoknya disuruh kesini sama pamong, "jelasnya. Sementara itu Kasi Kesejahteraan Desa Sumberdodol Priyo Sunarko, mengatakan pihaknya hari ini akan menyalorkan beras kepada warga dengan katagori miskin di desanya sebanyak 404 orang, dengan estimasi perorangnya sebesar 10 Kilogram. "Hari ini kita salurkan beras 10 Kilogram perwarga, dengan jumlah total 404 warga yang dikatagorikan miskin," ungkapnya. S...

Mengenal Lebih Dekat Apa Itu PPWI,Ini Visi dan Misinya

Jakarta (aenews9.com)- Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) pada hakekatnya adalah sebuah gerakan yang didasari oleh kehendak luhur untuk membantu usaha-usaha pemerintah dan masyarakat Indonesia dalam rangka meningkatkan kehidupan bangsa yang cerdas, sejahtera dan berkebudayaan tinggi, serta mengembangkan peradaban yang sesuai dengan kehendak masyarakatnya melalui program dan kegiatan ke-media-massa-an. PPWI sangat konsisten untuk mendorong terciptanya sistim publikasi yang jujur, benar, dan beretika, dan memberi manfaat bagi masyarakat banyak. "Visi PPWI adalah mewujudkan komunitas warga masyarakat Indonesia yang cakap-media, yakni yang cerdas, kreatif, dan bertanggung jawab dalam berbagi informasi melalui media massa serta mampu merespon dengan benar setiap informasi yang diperoleh dari media massa," kata Ketua Umum PPWI Nasional, Wilson Lalengke, S.Pd,M.Sc,MA, Rabu (7/3/2018) di Jakarta. Sedangkan, Misi dari PPWI lanjut alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 it...

Pom Mini Marak Perlu Ada Standrisasi dan Evaluasi Legalitas

Magetan(aenews9.com) –  Sekarang lagi marak di masyarakat usaha pom mini,dimana usaha tersebut ilegal atau tidak punya ijin.. Usaha tersebut sebenarnya hanya penjualan BBM secara eceran namun dengan memodifikasi alat seperti yang ada di SPBU dan standarisasi keamanan yang memang perlu adanya pengawasan yang ketat. Pemerintah Kabupaten Magetan  harus mengkaji kembali dengan maraknya usaha pom mini yang mulai menjamur di wilayah Magetan dan memberikan  pengawasan yang ketat dan perijinannya. Seperti Kejadian terbakarnya pom mini di daerah kedung panji,kecamatan Lembeyan,kabupaten Magetan,Rabu (7/3) beberapa waktu lalu (baca juga :Pom Mini Milik Joko Terbakar) Kejadian tersebut seakan menjawab bagaimana standarisasi alat dispenser BBM dan keamannya. Salah satu aktivis NGO di Magetan Agus P.mengatakan “Dari pertama kali masuk Magetan,keberadaan pom mini sudah menjadi perbincangan,baik dari segi keamanan dan perijinannya,akan tetapi tidak ada tindak lanj...

Pom Mini Milik Joko Hangus Terbakar

Magetan (Aenews9.com) – Sebuah Dispenser pengisian bahan bakar (pom Mini) milik Joko Santoso(40) warga RT5/RW5 Dusun Jampong,Desa Kedungpanji,Kecamatan Lembeyan,Magetan,terbakar,Rabu(7/3/2018) sekitar pukul 07.30 WIB. Kejadian bermula dari Joko Santoso pemilik pom mini menuangkan BBM dari jerigen ke drum penampungan dispenser bahan bakar,kemudian tanpa di sadari drum pengisian penuh dan BBM yang di tuang meluber.Mengetahui hal tersebut dirinya kaget dan langsung melepas selang yang di pakai mengisi ke drum. “Saat luber saya kaget dan langsung saya lepas selangnya,lalu stop kontak saya cabut.Namun saat saya mencabut stop kontak tersebut muncul percikan api dan tiba-tibaapi langsung menyambar dan membesar,”ujar Joko. Melihat kejadian tersebut,sontak warga sekitar langsung berdatangan dan berusaha memadamkan apiagar tidak merembet kerumah. Sementara itu,dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa namun kerugian material di taksir sekitar RP 30juta termasuk gerobak angkringan mili...

Bencana Angin Robohkan Rumah Warga Poncol

Magetan (aenews9.com) - Hujan yang turun dengan intensitas ringan di wilayah Magetan sejak pukul 15.30- 17.00 WIB,tiba-tiba berubah menjadi hujan deras di sertai angin kencang yang telah memporak-porandakan tanaman padi yang akan panen di wilayah Poncol,serta merobohkan rumah milik warga Desa Poncol Rt 31/RW 08,Kecsmatsn Poncol,Kabupaten Magetan,Selasa(6/4). Menurut informasi yang dihimpun, saat kejadian kondisi bangunan rumah Sarimin sudah usang dan beberapa kayu sudah mulai lapuk  hingga mengakibatkan atap tidak kuat menahan air hujan disertai angin. Mendapati informasi robohnya rumah warga, anggota relawan BPBD Kabupaten Magetan bersama anggota Koramil Poncol segera datang kelokasi dan dibantu warga membersihkan puing - puing reruntuhan. Di karenakan terkendala cuaca, kegiatan evakuasi rumah roboh milik Sarimin akan dilanjutkan esok hari dengan melibatkan personil TNI AD Koramil Poncol, BPBD Magetan dan relawan dari masyarakat. Beruntung Sarimin sebelumnya sudah mengun...

Pengunjung Hotel Kelas Melati Tewas Setelah Chek-In Kamar Hotel

Madiun (aenews9.com) - Seorang pengunjung perempuan hotel kelas melati tewas setelah check-in di hotel Pondok Surya Indah,Jl.Raya Madiun -Ponorogo,desa Kaibon Kabupaten Madiun,Senin (5/4) penyebab kematiannya masih misterius dan masih di dalami pihak kepolisian. Kamar hotel no 121 tempat tewasnya nsr (36) warga desa Sempu,kecamatan ngebel,kabupaten Ponorogo masih di pasangi garis polisi oleh petugas. Kasubag Humas Polres Madiun AKP Sumantri memberi keterangan "Awalnya NSR berpamitan kepada suaminya RN akan menservis Handpone di Madiun,kemudian suaminya mengantarkan korban sampai jalan raya Dolopo,setelah itu NSR pun meminta suaminya untuk pulang. Kemudian NSR minta di jemput RSLN pada pukul 10.00 WIB dan keduanya pun check-in di kamar 121 hotel Pondok Surya Indah Kaibon .Sekitar pukul 13.00 WIB setelah beberapa jam di dalam kamar hotel,RSLN meminta bantuan kepada penjaga hotel untuk membawa korban ke rumah sakit karena pingsan,selanjutnya korban di bawa ke RS Griya Husada K...

Bandar Dadu Parang Terciduk !!

Magetan(aenews9.com) - SY (31) bandar dadu warga Kelurahan/ Kecamatan Parang dibekuk Unit Reskrim Polsek Parang, Senin (5/3).kemarin Penangkapan bermula saat Unit Reskrim Polsek Parang patroli kewilayahan, lalu mendapat informasi dari warga masyarakat tentang adanya perjudian dadu di wilayah Kelurahan Parang, setelah dilakukan penyergapan. “Unit Reskrim Polsek Parang telah mengamankan pelaku perjudian dadu di wilayah Parang dan sekarang di lakukan penyidikan lebih lanjut,” AKP. Bayu Nirbaya Bhakti Kapolsek Parang. Dikatakan Kapolsek, judi merupakan penyakit masyarakat (pekat) dan juga melanggar hukum serta norma agama jadi harus di secepatnya ditindak. “Judi adalah penyakit masyarakat yang melanggar hukum dan norms agama, maka dari itu sudah menjadi tekat kami untuk memberantas segala perjudian yang ada di wilayah Kecamatan Parang,” tegasnya. Sementara itu untuk penyelidikan lebih lanjut dari tangan pelaku polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa 3 buah dadu, 1 buah...

Ada Apa Dengan Trafficlight Panekan..? Proyek 200 juta,Tak Kunjung Nyala

MAGETAN (aenews9) - Setelah heboh diberitakan, baik lewat media online ataupun media cetak beberapa waktu lalu, Traffic lights, yang tepatnya di perempatan utara Pasar Tradisional Panekan hingga kini tak kunjung menyala. Proyek yang menelan dana hingga ratusan juta rupiah dibangun sekitar bulan agustus tahun lalu tersebut tetap saja mangkrak dan belum bisa dinikmati kegunaanya oleh masyarakat. “Saya baca diberita dananya hingga Rp 200 Juta, tapi kok belum nyala juga,” kata Muhamad Fuad,Selasa (6/3). Pemkab Magetanpun seakan tutup mata dan juga telinga, ketika mendapat keluhan warganya mengenai masalah tersebut. “Pemerintah juga kok lemah respon, padahal sudah tau masalah ini terjadi diwilayahnya, jangan menjadi kura-kura dalam perahu alias pura-pura tidak tahu, “sindirnya. Hal senada juga disampaikan salah satu aktivis Kabupaten Magetan Agus Pujiono, pengurus harian salah satu ormas itu mempertanyakan langkah Pemkab Magetan mengenai masalah yang sudah menyebar di berbag...