Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari 22, 2017

LAGI...!! CALO CPNS TERTANGKAP

AENEWS9   MADIUN - Jajaran Polres Madiun berhasil menangkap dua orang PNS yang di duga menjadi calo calon CPNS  di Kabupaten Madiun. Kasat Reskrim Polres Madiun, AKP Hanif Fatih Wicaksono mengatakan, "saat ini kedua orang yang di duga calo CPNS yaitu M(40) warga Desa Kaibon dan N(63), warga Kecamatan Mejayan masih menjalani pemeriksaan di Mapolres Madiun, salah satu pelaku adalah PNS yang bertugas di Kecamatan Geger. Hanif menerangkan sampai saat ini pihak kepolisian masih mengidentifikasi ke enam korban penipuan CPNS tersebut. Ada enam korban yang berasal dari wilayah Ngawi dan Madiun. Dari korban, pelaku menerima penyetoran uang senilai Rp120 juta agar bisa di usahakan diterima menjadi PNS di Kabupaten Madiun. " Baru tiga orang yang kami mintai keterangan dari enam korban yang teridentifikasi, "terangnya.   Modus operandi kedua pelaku, mengiming-imingi bisa memasukkan korban menjadi PNS di lingkungan Pemkab Madiun dan korban harus ...

BARU BUKA USAHA SIM PALSU, WARGA PONOROGO DIBEKUK POLISI

AENEWS9 MADIUN – Mustakin(46) asal Desa Campursari, Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo di tangkap polisi Polres Madiun karena memproduksi Surat Ijin Mengemudi (SIM) palsu. Awal mula penangkapan dari Ahmad Rosyid yang terjaring razia oleh Satlantas Polres Madiun di wilayah Kecamatan Geger, Rabu (18/1/2017). Setelah dilakukan pengecekan oleh anggota Satlantas, SIM milik Ahmad Rosyid diduga palsu dan setelah itu petugas membawanya ke Polres Madiun guna dilakukan penyidikan. Menurut penuturan Ahmad Rosyid kepada polisi, dia mendapatkan SIM palsu itu dari Mustakin dengan membayar Rp250.000. Setelah mendapatkan informasi itu, Polisi kemudian melakukan penangkapan terhadap Mustakin di rumahnya, Kamis(19/1/2017). Barang bukti yang di sita berupa CPU beserta Printer yang di gunakan pelaku untuk mencetak SIM palsu. Kasatreskrim Polres Madiun AKP Hanif Fatih Wicaksono mengatakan, Mustakin membuka usah pemalsuan SIM ini sejak akhir tahun 2016, dan pelaku memasang tarif pembuata...

MOBIL TAHU BULAT TABRAK CARRY DI UTERAN

AENEWS9 MADIUN – Kecelakaan kembali terjadi di jalur Madiun-Ponorogo tepatnya di Desa Uteran, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun antara mobil Pick up tahu bulat nopol Z 8179 HT dengan sebuah mobil Carry nopol AE 1290 FL, Jum’at (27/1/2017). Wahyudi Sopir Carry menuturkan kecelakaan ini kejadiannya begitu cepat dan mendadak, semula dia dari arah Madiun dengan membawa rombongan menuju selatan untuk pulang ke rumah. Setibanya di lokasi tiba-tiba dari arah berlawanan muncul mobil Pick up banting setir ke kanan dan akhirnya tabrakan pun tak bisa di hindari. Wahyudi menambahkan, setelah mobilnya ditabrak Pick up tiba-tiba dari belakang ada motor yang menabraknya juga. Akibat kejadian ini, sopir Carry serta tiga penumpang Pick up dan pengendara motor dilarikan ke Rumah Sakit Dolopo karena mengalami luka serius. Selain itu kondisi kedua mobil alami rusak parah di bagian depan. Salah satu saksi yang enggan menyebutkan namanya mengatakan kecelakaan itu terjadi ketika mobil Pick ...

INI DIA TANGGAPAN WARGA SANGEN ATAS DISEGELNYA TAMBANG PENCUCIAN PASIR

AENEWS9 MADIUN – Usaha pencucian pasir ilegal di Desa Sangen, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun sudah ditutup oleh petugas gabungan dari instansi terkait Kabupaten Madiun beberapa hari lalu. Saat tim investigasi AENEWS9 mendatangi dan mengecek lokasi sehari setelah penutupan, ternyata dampak dari usaha ilegal itu sangat luar biasa dan merambah ke mana-mana bahkan sampai ke desa tetangga. Hal ini di benarkan oleh seorang warga yang mengaku bernama Wiyono yang tiba-tiba menemui tim AENEWS9 di lokasi tambang tersebut. Dia menceritakan pertambangan ilegal tersebut sudah berjalan sekitar 6 bulan, pemiliknya bernama Ernes warga Desa Sangen. “ Limbah tambang ini sudah merusak tanaman di sekitar lokasi, bahkan lebih jauh lagi hingga Desa Jogodayuh, Desa Pagotan, dan Sedoro Kaibon yang jauh dari lokasi juga terkena limbahnya, selain itu debu yang dihasilkan juga mengganggu kesehatan warga sekitar ”, kata Wiyono warga Desa Sangen. Saat ditemui AENEWS9 , Ernes pemilik tamba...

Sejarah Desa Sewulan

KEPALA DESA SEWULAN aenews9.com, Madiun - Desa Sewulan Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun adalah salah satu desa perdikan pada jaman dahulu.    Desa Sewulan juga menyimpan situs sejarah cagar budaya peninggalan Kerajaan Mataram yang masih terjaga dan terawat hingga kini, yaitu Masjid Agung KI AGENG BASYARIYAH.    Sejarah berdirinya Desa sewulan itu juga tidak bisa dipisahkan dengan sejarah ketokohan  KYAI AGENG BESARI, Tegal Sari Ponorogo.     Menurut Kepala Desa Sewulan, Soekarno, "sejarah Desa Sewulan ini tidak bisa dipisahkan  dengan kebesaran nama KYAI AGENG BESARI Tegalsari Ponorogo dan KYAI AGENG BASYARIYAH. Banyak orang hanya mengenal KYAI AGENG BASARIYAH sebagai pendiri Masjid dan Desa Sewulan.    Orang jarang mengetahui nama kecilnya yang di ketahui hanya KYAI AGENG BASARIYAH. Bagus Harun adalah nama beliau, putra dari Adipati Ponorogo, BOGEL KOSAMBI, beliau mempunyai kakak bernama KYAI N...

BISNIS LANGKA DI JAMAN SERBA ADA

Sarju dengan usaha reparasi lampu bekas  AENEWS9.COM   MAGETAN – Usaha jual beli sekaligus reparasi lampu bekas yang dijalankan Sarju (48) warga RT 19/8 Desa Karangrejo Kecamatan Kawedanan Kabupaten Magetan ini tergolong unik dan langka. Karena bagi sebagian orang usaha ini dipandang sebagai usaha yang tidak terlalu penting. Tapi Sarju kali ini pandai membaca peluang karena baginya usaha ini adalah usaha yang banyak dibutuhkan orang dan bahkan menjadi kebutuhan pokok. Usaha yang ditekuninya sejak dua tahun silam ini mampu untuk membiayai kebutuhan hidup sehari-hari bagi dua anak dan seorang istri. Selain itu dia(Sarju-red) juga mampu membiayai kebutuhan mertua dan saudaranya yang sudah lanjut usia. Kepada AENEWS9 Sarju mengatakan mendapatkan ilmu mereparasi lampu secara otodidak yaitu dengan melihat orang lain yang sedang mereparasi lampu juga. Sarju juga menceritakan omset rata-rata perhari bisa mencapai Rp 200.000 dan kebanyakan pelanggan berasal dari te...

BYUUUH....!! PASAR PAGOTAN SEMRAWUT..

AENEWS9 MADIUN-Masalah klasik, semrawutnya pasar tradisional tampaknya menjadi pekerjaan rumah (PR) yang sulit di urai. Seperti misalnya pasar tradisional Pagotan, pasar yang terletak di jalur Madiun-Ponorogo yang tepatnya di Desa Uteran Kecamatan Geger Kabupaten Madiun ini tampak semrawut dan kumuh, itulah gambaran yang terlihat pertama kali jika melintasnya.    Kesemrawutan ini terlihat jika pas jam aktifitas pasar di mulai sejak pagi hari. Sejumlah pengunjung mengeluh lantaran minimnya petugas yang mengatur lalulintas di kompleks pasar tersebut.    Banyaknya kendaraan pengangkut barang yang memarkir kendaraannya di bahu kanan kiri jalan yang terbilang sempit, belum lagi dengan area parkir yang  mepet ke jalan raya di tambah dengan dokar dan becak motor yang  parkir sambil menunggu penumpang, menambah keruwetan dan kumuh pasar.        Belum lagi polusi yang di hasilkan dari dokar yaitu air seni kuda yang jatuh ber...

Sejarah Desa Uteran

Kepala Desa Uteran AENEWS9.COM| Madiun  -.Berbicara mengenai asal nama Desa Uteran, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, tidak bisa dilepaskan dari jaman pra sejarah sampai jaman penjajahan. Desa Uteran yang masuk dalam wilayah Kabupaten Madiun, sudah didiami suatu masyarakat yang mempunyai peradaban yang tinggi. Dikarenakan Madiun merupakan wilayah yang subur, banyak dialiri sungai besar dan kecil seperti Bengawan Madiun, Kali Gandong, Kali Catur dan lainnya.    Hal ini telah dibuktikan dengan pernah diketemukan Artefak benda bersejarah di Desa Uteran, yaitu Prasasti Mruwak, di Desa Mruwak, Kecamatan Dagangan, Batu Lingga di Desa Sangen, Kecamatan Geger, Situs Ngurawan di Desa Glonggong, Kecamatan Dolopo, Batu Lesung berangka 249, dan Arca Durga berangka tahun 1338 tahun Saka (kedua benda tersebut berada di musium Gajah, Jakarta). Geogarafis Desa Uteran yang tidak memiliki pegunungan dan sebagian besar dataran rendah, letak Desa Uteran dian...