Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret 3, 2019

Menuju Bangsa Bisu dan Idiot

Menuju Bangsa Bisu dan Idiot Oleh: Wilson Lalengke Jakarta - Penangkapan Robertus Robet, yang lebih tepat disebut sebagai aksi penculikan sang dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ), oleh segerombolan polisi baru-baru ini akibat menyampaikan orasi yang diduga berisi pernyataan penghinaan kepada institusi TNI merupakan salah satu puncak dari fenomena gunung es penghianatan terhadap eksistensi kemanusiaan warga manusia di negeri ini. Bagaimana tidak, pengambilan paksa aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) di tengah malam buta itu ibarat sebuah penyerbuan terhadap seorang terduga teroris yang amat membahayakan. Kondisi tersebut menunjukkan adanya keadaan traumatik akut di bangsa ini terhadap masa lalu, yang berakibat kegalauan menghadapi masa depan. Sayangnya, sikap pemerintah dalam menyikapi keadaan ketakutan itu adalah dengan mengekang dan menindas kebebasan berpikir dan berbicara warga negaranya. Sebelumnya, ratusan warga lainnya juga mendapat perlakuan yang sebangun walau tidak per...

Lahan Warga Diserobot Perusahaan, Masyarakat Tanah Bumbu Mengadu Ke Kemenko Polhukam RI

(Aenews9.com) JAKARTA - Terkait lahan yang dicaplok perusahaan, Forum Gerakan Masyarakat Borneo (FMGB) Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan melakukan pengaduan ke Kantor Kementerian Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam), Jakarta Pusat pada hari Selasa 5/2/2019. Warga yang terhimpun dalam Forum FMGB mewakili masyarakat Desa Sebamban Baru, Desa Sebamban Lama, Desa Trimartani di Kecamatan Sungai Loban dan Desa Hati’if Kecamatan Kusan Hulu, Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan mengadukan eks Perusahaan Pengusahaan Hutan milik Probosutejo yang sekarang menjadi PT. Hutan Rindang Banua (HRB) milik Sinarmas Group, United Fiber System Singapura dan PT. Borneo Indo Bara (PT.BIB) karena lahan pertanian dan perkebunan masyarakat setempat dicaplok perusahaan tersebut. Luasan lahan yang diklaim telah diserobot pihak perusahaan secara rinci adalah: lahan Desa Sebamban Baru seluas 3.583 Ha, Desa Sebamban Lama leluas 926 Ha, Desa Trimartani Seluas 40 Ha dan Desa Hati’if...

Antisipasi Penggunaan Narkoba di Kalangan Anggota, Satbrimob Polda Banten Lakukan Tes Urine

(Aenewe9.com) Serang - Satuan Brigade Mobil Kepolisian Daerah Provinsi Banten (Satbrimob Polda Banten) bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi Banten (BNNP Banten) melakukan penyuluhan bahaya penyalahgunaan narkoba, bertempat di Markas Satbrimob Polda Banten, Rabu, 6 Maret 2019. Tidak kurang dari 245 personil anggota Satbrimob Polda Banten mengikuti kegiatan tersebut. Hadir memberikan materi penyuluhan, Kepala Seksi Pencegahan BNNP Banten, Ainul Mardhiah, S.K.M, dibantu oleh petugas tes urine, Asti Maulidiati, S.Pd dan Hapiki David. Dalam paparannya, Ainul Mardhiah yang berlatar-belakang Ilmu Kesehatan Masyarakat ini menyampaikan bahwa dalam rangka mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkoba di masyarakat, setiap anggota polisi harus mengetahui dan memahami bentuk-bentuk barang haram tersebut, dan dampaknya bagi penggunanya. "Setiap anggota polisi harus tahu bentuk narkoba dan dampaknya bagi penggunanya," jelas Ibu Ainul, demikian ia sering disapa. Polis...

Banjir Rendam Tujuh Desa Di Kabupaten Madiun Setelah Diguyur Hujan Seharian

(Aenews9.com) Madiun -Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Madiun sejak Selasa sore 5 Maret hingga Rabu dini hari 6 Maret 2019 membuat puluhan rumah terendam banjir. Terbanyak yang mengalami banjir yaitu di Kecamatan Pilangkenceng ada lima desa dan dua lainnya ada di Kecamatan Saradan serta Kecamatan Balerejo Komandan Kodim 0803/Madiun Letkol Nur Alam Sucipto, S.Sos, mengatakan ada tujuh desa di tiga kecamatan yang terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 5 meter. "Untuk yang paling parah yaitu di Desa Klumutan, Kecamatan Saradan, dengan ketinggian mencapai 5 meter," terang Dandim. Sejak tadi malam, tambah Dandim, pihaknya sudah berkoordinasi dengan instansi terkait lainnya, fokusnya adalah evakuasi warga guna meminimalisir korban jiwa. “Kita berharap peran serta masyarakat untuk sama-sama mengantisipasi hal-hal yang tidak kita inginkan mengingat saat ini intensitas hujan masih tinggi," imbuhnya.

Millenial Road Safety Festival, Begini Harapan Walikota Madiun(

(Aenews9.com) MADIUN – Dengan mengambil tempat di Jalan Abdulrahman Saleh, Kelurahan Mojorejo, Kecamatan Taman, Pemerintah Kota Madiun menggelar Millenial Road Safety Festival (MRSF), Minggu (3/3/2019). Dalam kesempatannya, Walikota Madiun H. Sugeng Rismiyanto, SH.,M.Hum., berharap kegiatan yang berfokus pada keselamatan berlalu-lintas tersebut tidak berhenti sampai di sini, namun harus melekat dalam hati selamanya terutama kaum Millenial. Selain itu Dia juga berpesan kepada kaum Millenial agar terus mengedepankan ketertiban dalam berkendara. "Hasil survei WHO menyebutkan, kejadian laka-lantas kendaraan roda dua berada di urutan kelima tingkat dunia, kejadian didominasi usia 17 - 35 tahun,” pungkasnya. Sementara itu, acara yang dihadiri ribuan masyarakat ini juga diisi dengan berbagai kegiatan pendukung seperti Lari 5 K, Jalan Santai, Pagelaran Seni Reog dan juga Musik.(NYR)

Wilson Lalengke Terima Kenang-kenangan dari Presiden JAAM untuk Kappija 21

Manila, Filipina (Aenews9.com)- Presiden JICA Alumni Association of Myanmar (JAAM), Mr. Aung Din, memberikan kenang-kenangan kepada Wilson Lalengke yang mewakili Keluarga Alumni Program Persahabatan Indonesia-Jepang Abad 21 (KAPPIJA-21). Kenang-kenangan dari Presiden JAAM diterima Wilson dalam kapasitas selaku Sekretaris Jenderal Kappija-21 pada acara pembukaan AJAFA-21 Executive Council Meeting ke-31, di Ruang Pertemuan Gallardo, Hotel Makati Residence, Manila, Filipina, Sabtu, (2/3/2019). Melalui saluran kontak WhatsAppnya, Wilson mengatakan bahwa penyerahan kenang-kenangan dari Ketua AJAFA-21 kepada para perwakilan delegasi tersebut sebagai simbol terpeliharanya persahabatan yang sudah terbina selama ini. "Presiden JAAM yang juga menjabat sebagai Chairman atau Ketua AJAFA-21 periode lalu, Mr. Aung Din, bersama para presiden masing-masing asosiasi alumni Jepang berkewajiban merawat jalinan persahabatan yang sudah terbina selama ini. Salah satunya adalah melalui pemberian ...

Mengenal Sang Pendobrak, Mualaf Zaman Now

Mengenal Sang Pendobrak, Mualaf Zaman Now _Oleh: Dr. I Wayan Mustika_ Lebih dari 2500 tahun yang lalu, sebagian belahan India mungkin hanya mengenal Sidharta Gautama sebagai seorang pangeran dari kerajaan Kapilawastu, India. Tidak banyak orang mengenal perjalanan hidupnya, perjalanan panjang jiwanya mencari jawaban, sampai akhirnya mencapai pencerahan dalam meditasinya di bawah sebuah Pohon Boddhi. Maka mekar dan harumlah istilah "Buddha" sebagai tanda seseorang mencapai pencerahan jiwa. Juga tak banyak yang mengetahui perjalanan masa remaja Yesus Kristus, sampai Ia kembali dari perjalanannya untuk pulang ke tanah kelahiran membawa kesadaran baru yang mencerahan. Begitupun kisah perjalanan Nabi Muhammad semakin bergaung usai Beliau mencapai pencerahan di Gua Hira dalam tuntunan Malaikat Jibril. Ada banyak kemudian deretan Guru-Guru suci di jaman berikutnya yang mengalami kisah yang hampir serupa. Mulai dikenal luas setelah mencapai pencerahan, untuk kemudian menc...

Mewujudkan Kemerdekaan Pers di Indonesia, Mungkinkah?

Mewujudkan Kemerdekaan Pers di Indonesia, Mungkinkah? Oleh Wilson Lalengke AENEWS9.COM |Jakarta – Di masyarakat yang sudah maju, ketakutan terhadap pers dan media massa adalah sesuatu yang jadi bahan tertawaan. Justru sebaliknya, masyarakat di sana memandang pers dan publikasi adalah hal mutlak yang harus diberdayakan, dimanfaatkan dan disahabati oleh setiap orang yang ingin berhasil dalam hidupnya, di bidang apapun. Bahkan, warga masyarakat di seberang sana meyakini bahwa pers dan publikasi merupakan penentu nasib setiap orang. Oleh karena itu, pers dan media massa menjadi barang fungsional yang amat penting untuk dilakoni setiap orang secara bebas tanpa hambatan apapun dari pihak manapun, termasuk hambatan dari negara. Di Indonesia, pers masih merupakan momok mengerikan bagi sebagian warga masyarakat. Terlebih lagi bagi para pejabat, aparat, dan pengemban kekuasaan negara. Apalagi terhadap pers yang independen dan merdeka, akan ditentang sekuat-kuatnya dengan berbagai alibi d...