Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April 9, 2017

Asuransi Tragedi Grape Tak Kunjung Cair

AENEWS9.COM MADIUN - Peristiwa hanyutnya 6 siswa di Wana Wisata Grape sudah hampir sepekan berlalu, namun asuransi yang di janjikan dari pihak Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Madiun urung terealisasikan. Seperti dilansir dari berbagai media, pihak KPH Madiun akan memberikan biaya santuan kepada keluarga korban sebesar Rp15.000.000 (Selasa 11/4). Namun hingga korban terakhir (Gandhi-red) di ketemukan belum menemui titik terang. Padahal uang santunan tersebut akan diambilkan dari anggaran KPH Madiun sehari pasca kejadian tersebut. Administratur KPH Madiun, Anis Kusnendar mengungkapkan, pihaknya mengakui berniat akan memberikan santunan kepada pihak keluarga korban sebesar Rp15 Juta sehari setelah kejadian tersebut, namun niat itu urung di laksanakan. “ Pihak kami masih menanti kepastian komitmen dari PT. Amanah Gita selaku pihak yang menggawangi asuransi, k arena PT. Amanah Gita belum ada komitmen yang pasti, maka kami belum membayarkan dengan uang kami sendiri,"...

Bahaya Longsor Intai Kepel Madiun

AENEWS9.COM MADIUN - Wilayah Lereng Gunung Wilis berpotensi terjadinya bahaya rawan longsor, hal ini dapat di ketahui dengan jelas adanya retakan tanah. Seperti yang terlihat di Desa Kepel, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, terlihat adanya retakan tanah di lahan milik Sukini (45) warga Desa Kepel, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, selebar 10-15 cm. Terlebih bencana longsor sulit untuk di prediksi, setelah adanya temuan retakan tanah di Desa Kepel, baru-baru ini juga terjadi amblesnya tebing di Desa Bodag, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun. Beruntung amblesnya tebing di Desa Bodag tidak berdampak pada kawasan pemukiman penduduk, namun mengancam kawasan ladang pertanian yang menjadi matapencaharian penduduk setempat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun sebelumnya telah menetapkan waspada bencana hanya sampai akhir Maret lalu, kenyataannya curah hujan yang cukup tinggi, terutama pada malam hari menjadikan kawasan lereng wilis masuk dalam siaga...

Tikno Resmi Jadi Ketua DPC Hanura Magetan

AENEWS9.COM MAGETAN – Musyawarah Cabang Luar Biasa (Muscablub) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) yang di gelar di Gedung PGRI Magetan Jalan Kemasan No 1 menetapkan Tikno sebagai Ketua DPC Hanura Magetan. Dalam gelaran acara tersebut juga di hadiri Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hanura Jawa Timur H Kelana Aprilianto, SE serta Sekjen Warsito, SE dan Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) se Kabupaten Magetan. Ketua DPD Hanura Jatim, H Kelana Aprilianto, SE, mengatakan penetapan Tikno sebagai Ketua DPC Hanura Magetan melalui beberapa proses, bermula dari pengunduran diri Ketua DPC lama Sumari dan akhirnya mengangkat Plt hingga akhirnya menemukan figur Tikno. Dan pada hari inilah Kamis 13 April 2017 dilaksanakan Muscablub untuk menetapkan Tikno sebagai Ketua DPC yang baru menggantikan Ketua DPC yang lama Sumari. Sementara itu, Tikno Ketua DPC Hanura yang baru mengatakan, langkah pertama yang akan dilakukannya sebagai Ketua DPC Hanura Magetan adalah mengadakan sharing-s...

Begini Kejadiaannya Bocah 9 Tahun Yang Tenggelam Di Obyek Wisata Ngebel

AENEWS9.COM PONOROGO – Seorang bocah tewas setelah tenggelam di Obyek Wisata Telaga Ngebel, Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo, Kamis(13/4/2017) sore. Korban diketahui bernama Bulan Intan Salemba (9), siswi kelas III SD warga Dukuh Nglingi, Desa Ngebel, Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo. Awal kejadian sekitar pukul 14.30 WIB korban berenang di telaga yang berada didepan rumahnya bersama dua saudaranya, setelah beberapa saat korban menyudahi berenangnya dan pulang bersama dua saudaranya tersebut. Namun sekitar pukul 15.00WIB korban bersama adiknya kembali lagi berenang dan tanpa sepengetahuan ibunya, dan nahas korban saat kembali berenang itu tenggelam. Adik korban yang bernama Mikail akhirnya bergegas melaporkan ke ibunya bahwa kakaknya tenggelam. Sambil tergopoh-gopoh ibunya berusaha mencari ke tepi telaga tapi tidak berhasil menemukan, dan dirinya kemudian teriak minta tolong pada warga sekitar. Saat itu ayahnya sedang berada di kebun, dan baru menyusul ...

Jasad Gandi Korban Tragedi Grape Akhirnya Ditemukan

AENEWS9.COM MADIUN-Korban hanyut di Sungai Grape dari MTs Bani Ali Mursyad yang bernama Gandi Eka Priambodo(13) siswa kelas VII sudah ditemukan, Kamis (13/4/2017) sekitar pukul 12.40 WIB. Gandi merupakan korban hanyut yang terakhir ditemukan dari total enam korban. Jasadnya ditemukan terjepit bebatuan di DAM Krangkeng, Desa Sidorejo, Kecamatan Wungu. Dalam proses evakusai, sebelumnya petugas menguras air serta menutup pintu DAM tersebut karena jasad Gandi ditemukan di dasar sungai dengan kedalaman 20 meter yang diapit bebatuan. Ketua tim pencarian korban, Yoni Fahriza mengungkapkan jasad Gandi adalah korban yang ditemukan terakhir dari enam korban yang hanyut di Sungai Grape dan ditemukan sekitar pukul 12.40 WIB. Sementara itu Guru sekaligus penanggungjawab kegiatan Outbond yang memakan korban, Muhammad Antoni Rasyid menuturkan jasad Gandi setelah di identifikasi rencananya akan langsung di bawa ke rumah duka dan dimakamkan. Sampai berita diturunkan, rumah du...

Warga Tolak Sertifikasi Tanah Oleh PT KAI

AENEWS9.COM MADIUN - Sebanyak 50 Kepala Keluarga (KK) di Kelurahan Bangunsari, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun, Jumat (7/4/2017) menolak rencana sertifikasi tanah oleh  PT. Kereta Api Indonesia (KAI). Alasan penolakan sertifikasi ke 50 KK karena sejak tahun 1986, warga merasa menyewakan lahan miliknya kepada PT. KAI. Sedangkan PT. KAI juga merasa memiliki hak tanah tersebut. Geger gonjang-ganjing kepemilikan tanah yang akan di sertifikasikan itu tidak menemui titik terang. Mediasi pun di gelar di Balai Kelurahan Bangunsari antara warga yang menempati lahan milik PT. KAI dengan pihak PT. KAI. Dalam mediasi tersebut berlangsung ricuh. Pihak warga mempertanyakan bukti kepemilikan lahan dari PT. KAI. Sedangkan pihak PT. KAI menyodorkan Kartu  Tanah (Ground Card) yang dianggap bukti kepemilikan lahan PT. KAI yang berada di sepanjang ruas jalan umum Madiun-Ponorogo. Warga menolak Kartu Tanah yang di tunjukkan pihak PT. KAI, karena dalam tulisan Kartu Tan...

Begini Ceritanya 6 Siswa Yang Hanyut Di Grape

AENEWS9.COM MADIUN - Sebanyak enam siswa dari Madrasah Tsanawiyah (MTs) Bani Ali Mursyad, Dusun Banaran, Desa Kerik, Kecamatan Takeran, Kabupaten Magetan, hanyut terseret air bah. Keenam siswa yang hanyut terseret banjir bandang di Wana Wisata Sungai Grape, Desa Kresek, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, saat mengikuti kegiatan Outbond sekolahannya, Senin (10/3/2017) sekitar pukul 14.30 WIB. Diperoleh informasi, sebanyak 128 Siswa-siswi MTs Bani Ali Mursyad, Kecamatan Takeran sedang mengikuti kegiatan Outbond yang di adakan oleh sekolahannya. Jumlah siswa yang mengikuti outbond tersebut diantaranya 43 siswa laki-laki, 85 siswa perempuan dengan di dampingi guru pendamping 10 orang (guru laki-laki 4 orang, guru perempuan 6 orang) serta penanggung jawab kegiatan Muhammad Antoni Rosyid. Dari informasi yang diterima media, Muhammad Antoni Rosyid, yang juga penanggung jawab kegiatan serta guru pendamping Outbond kelas VII dan kelas VIII MTs Bani Mursyad, menceritakan kronolog...

Enam Siswa MTs Hanyut Di Wana Wisata Grape

AENEWS9.COM MADIUN – Sebanyak enam orang siswa Siswa siswi dari MTs Bani Alimursad, Dusun  Banaran, Desa Kerik, Kecamatan Takeran, Kabupaten Magetan, hanyut. Keenam siswa hanyut di sungai Wana Wisata Grape Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, siang tadi. Saat ini petugas dari Polres Kabupaten Madiun bersama warga sedang melakukan pencarian di lokasi kejadian. Humas Polres Kabupaten Madiun AKP Paidi dikonfirmasi awak media, membenarkannya. “Saat ini petugas dan Tim SAR sedang melakukan evakuasi,”kata AKP Paidi, Senin (10/4/2017). Info dari petugas Polsek Wungu menyebutkan saat itu sebanyak 128 siswa sedang mengikuti acara outbond di wana wisata Grape Kecamatan Wungu.  Siswa didampingi sejumlah 10 guru yang mengawasi acara Outbond di Wana Wisata tersebut. Hingga saat ini baru 2 orang siswa yang telah ditemukan. Untuk  siswa yang hanyut sesuai data ada 6 orang, antara lain. 1. Ahsan Nurfuad, 14 tahun, kelas VIII 2. Hasmi, 14 tahun, Kelas VIII 3...

Longsor Susulan Terjadi, Pemkab Ponorogo Hentikan Pencarian Korban

AENEWS9.COM PONOROGO – Proses pencarian korban longsor di Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo di hentikan oleh Pemerintah Kabupaten Ponorogo. . Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni mengatakan, mulai hari ini Minggu(9/4/2017) proses evakuasi saya hentikan saja seterusnya. Karena jika diteruskan malah akan membahayakan relawan, mengingat area pencarian dipenuhi lumpur jenuh yang sewaktu-waktu bisa longsor kembali. “Salah satu alasan dihentikan karena adanya longsoran tadi, itu yang menjadi pertimbangan utama kami,”tambahnya. Ipong berharap agar pihak keluarga bisa lapang dada menerima keputusan tersebut, akan tetapi pihaknya masih melakukan tanggap darurat. Disamping itu, saat ini pihaknya fokus pada pembersihan serta pengaliran lumpur karena jika tidak dialirkan nanti bisa kemana-mana material longsorannya. Adapun jumlah korban yang belum ditemukan sebanyak 24 orang dari total korban 28 orang. Sedangkan yang sudah ditemukan antara lain Sunardi(47), Katemi (70),...

Ngeri...!! Longsor Susulan Terjadi Lagi Di Banaran Pulung

AENEWS9.COM PONOROGO – Longsor susulan kembali terjadi di Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Minggu (9/4/2017). Akibatnya Tim SAR gabungan mendadak hentikan pencarian. Hasil pantauan aenews9.com , beberapa sukarelawan terlihat berhamburan menyelamatkan diri dengan menaiki tempat yang lebih tinggi. “ Awaaass longsooor..cepat lariii,” teriak salah satu petugas dari kejauhan yang mengingatkan petugas di sektor lain agar menyelamtkan diri. Longsor susulan di sektor A tersebut terjadi sangat cepat hingga material longsoran mencapai ke sektor B dan C, padahal jarak antar sektor cukup jauh. Adapun yang terkena timbunan longsor susulan ini diantaranya alat berat, lima sepeda motor relawan, mobil milik kepolisian, diesel, dua rumah warga, serta dua anjing pelacak yang terjebak, sedangkan untuk korban jiwa sendiri belum diketahui. Mengingat lokasi yang rentan terjadi longsor susulan, diharapkan kepada para pengunjung yang tujuannya tidak jelas atau han...