Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November 25, 2018

PPWI Berduka, Almarhum Haes Dimakamkan di Kampung Halaman Lamkawe

ACEH BESAR (Aenews9.com)- Jenazah Almarhum Anggota DPC Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Aceh Selatan, Haes Hajuna Sembiring atau yang akrab disapa M. Hatta dimakamkan di kampung halamannya, Gampung Lamkawe, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, Sabtu (01/12/2018) sekira pukul 11.00 WIB. Haes meninggal dunia dikarenakan sakit, Jum'at (30/11/2018) sekira pukul 19.00 WIB, di Aceh Selatan. Almarhum kelahiran di Lamkawe, 20 September 1983, meninggal dalam usia 36 tahun. Haes merupakan putra pertama dari tiga bersaudara pasangan Bapak Syamsudin Ms dan Ibu Kurniati HR. Almarhum meninggalkan 1 orang istri dan 1 orang anak perempuan berusia 2 tahun. Dalam kesempatan tersebut, Ketua,  Sekretaris, Bendahara dan Anggota DPC PPWI Aceh Selatan serta beberapa rekan-rekan wartawan turut menghadiri pemakaman almarhum. Ketua DPC PPWI Aceh Selatan, Masridha, ST, didampingi sejumlah pengurus juga menyerahkan bantuan tali asih kepada keluarga almarhum yang langsung diterima Ayahanda Sya...

Dinilai Berdedikasi Tinggi dalam Tugas, PPWI Dan GAMBATTE Indonesia Berikan Penghargaan kepada Asep Gunawan

Jakarta - Direktur Bina Pemagangan Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Ditjen Binalatas) Kementerian Ketenagakerjaan RI, Drs. Asep Gunawan, MM tergolong sukses menjalankan program pelatihan, khususnya di bidang pemagangan ke Jepang. Pria jebolan Magister Manajemen (MM) ini mampu berinovasi mengembangkan program magang ke Jepang dengan membuka seleksi di seluruh provinsi di tanah air. Sehingga kuota peserta magang meningkat drastis selama kurang lebih empat tahun terakhir Beliau memegang jabatan di Binalatas tersebut. Ditemui oleh Ketua Umum  PPWI Wilson Lalengke, S. Pd, M.Sc, MA, bersama Ketua Umum Gambatte Indonesia Asriel Johan Tatande di ruang kerjanya, Senin (26/11), Asep menceritakan perjalanan kariernya sejak menjabat Kepala Seksi di Balai Latihan Kerja (BLK) Serang Banten, Kepala Bidang di BBPLKDN Bandung, Kepala BLKI Semarang, Direktur Bina Pemagangan, sampai dengan saat ini sebagai Direktur Pengawasan Norma Kerja Perempuan dan Anak (PNKPA) di Ke...

Tas Hitam Diduga Bom Gemparkan Warga Magetan

Magetan  (Aenews9.com)- Suasana di Jalan Samudra Kecamatan Kota Magetan atau tepatnya depan  kantor  BPBDMagetan ,Kamis(29/11/2018) pagi sekira pukul 8.30.WIB mencekam, dimana ada sebuah tas warna hitam yang diletakkan boleh orang tidak di kenal di tengah traffic light . Aparat kepolisian langsung mendatangkan anggota Brimob Detasemen C Polda Jatim, memasang garis polisi dan menutup akses Jalan menuju Jalan Samodra, baik dari Stadion Yosonegoro, PemKab Magetan serta Dari Arah Kecamatan Kawedanan. Barang yang diduga bom langsung dijinakan dengan cara diledakan oleh tim Brimob Detasemen C Polda Jatim, yang setelah diselidiki ternyata tas hitam tersebut hanya berisi kain handuk dan beberapa uang logam. “Susuai protap yang harus kita diamankan dulu adalah TKP, setelah diselidiki oleh tim Gegana isi tas hanya kain handuk,”kata AKBP. Muhammad Riffai, Kapolres Magetan, Kamis (29/11). Dikatakan Kapolres Kronologi awal kejadian tersebut adalah berdasarkan laporan dari sa...

Peserta Workshop Antusias Belajar Membuat Press Release

Bogor (Aenews9.com)– Peserta kegiatan Workshop Optimalisasi Multimedia mendapatkan materi praktek menyusun siaran pers _(press release)_ yang dipandu oleh Mung Pujanarko, salah satu narasumber dari PPWI, dalam pelatihan membuat siaran pers sebagai rangkaian Workshop yang dilaksanakan di Room 2 Gedung IPB International Convention Center, Jl. Pajajaran Raya, Bogor, Rabu (28/11/2018). Sebagaimana diketahui bahwa sejak Selasa kemarin, 27 November 2018, beberapa pejabat dan 50-an orang staf pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) mengikuti Workshop Optimalisasi Multimedia selama 3 hari, bekerjasama dengan Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI). Seperti halnya Ibu Yunita (30), salah seorang ASN yang bertugas di Kantor Ditjen PKH Kementerian Pertanian Republik Indonesia, terlihat amat bersemangat ketika diminta narasumber ke depan kelas untuk menjadi narasumber/informan dan diwawancara oleh “staf Mung Pujanarko”. Yunita memberikan semua k...

Ngopi Bareng Bupati, Saresehan Pemkab Magetan Dengan Peternak Sapi

MAGETAN(Aenews9.com) – Sarasehan Bersama Peternak Sapi Perah digelar oleh Pemerintah Kabupaten Magetan melalui Dinas Peternakan dan Perikanan di Balai Pertemuan Lingkungan Singolangu, Kelurahan Sarangan, Kecamatan Plaosan, Selasa (27/11). Selain Bupati Dr.Drs.H . Suprawoto , SH, M.Si, acara yang diberi tajuk Ngopi Susu Bareng Bupatiku ini juga dihadiri oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Magetan dan ratusan masyarakat setempat. Dengan mendatangkan pembicara dari universitas ternama yang ahli dalam bidang peternakan khususnya sapi perah, Bupati Magetan berharap agar para peternak bisa menambah ilmu dalam mengembangkan hasil olahan sapi perahnya. Selain itu, untuk jangka panjang Magetan bisa memiliki pusat pengolahan hasil sapi perah sendiri, dan khususnya Singolangu bisa meningkatkan produksi susu sapinya baik itu kualitas maupun kuantitasnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan berencana mengembangkan peternakan sapi perah di empat Kecamatan yang berpotensi men...

Baru Beberapa Bulan Ditempati,PKL Di Alun-Alun Magetan harus pindah

MAGETAN (Aenews9.com)- Baru beberapa bulan menempati lapaknya yang baru, tepatnya pada bulan April 2018 lalu, keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL) di dalam Alun-Alun Kabupten Magetan bisa dipastikan akan direlokasi kembali, Selasa (27/11). Pasalnya, karena alasan akan diadakan pembangunan atau renovasi Alun-Alun Kabupaten Magetan, sebanyak 37 PKL harus sudah dipastikan pindah kesisi timur. Kembali kelapak yang dulu, mulai tanggal (01/12) mendatang. “Kita sudah sepakat bahwa bahwa tanggal (01/12) nanti semua PKL mulai pindah kesisi timur kelokasi yang dulu, konsepnya nanti lapak pedagang akan berhadapan seperti membentuk huruf “U”, ” kata Khamin Bashori Kasi Opsdal Satpol PP dan Damkar Kabupaten Magetan, Selasa (27/11). Dikatakan Khamim, terkait pemindahan itu pihaknya akan memberikan waktu satu minggu kepada PKL untuk memindahkan lapaknya kelokasi yang sudah ditentukan terhitung pada tanggal (01/12) nanti. “Kita targetkan sekitar satu minggu semua PKL sudah pindah ke sisi timur, ...

Peternak Unggas Blitar: Kebijakan Kementan Pro Rakyat

Blitar (Aenews9.com) - Peternak di seluruh Indonesia saat ini fokus beternak, sehingga tidak menghiraukan provokasi atau penggiringan opini mosi tidak percaya terhadap pemerintah karena dikhawatirkan akan mengganggu stabilitas peternakan. Anggapan bahwa pemerintah tidak fokus mengelola kebijakan pertanian baik di sisi hulu maupun di hilir yang dianggap membingungkan para peternak tersebut terbantahkan oleh pernyataan assosiasi peternak lainnya. Hal tersebut disampaikan oleh beberapa peternak sebelumnya dan salah satunya, Sukarman selaku Pengurus PPRN (Paguyupan Peternak Rakyat Nasional) yang sekaligus Ketua Koperasi Putra (Koperasi Peternak Unggas Sejahtera) Blitar,  Selasa (27/11). Ia katakan bahwa Kebijakan Kementerian Pertanian selama ini mereka rasakan sangat berdampak terhadap keberlangsungan usahanya. Ia sebutkan, Blitar memiliki 4.200 peternak dengan populasi ayam layer sekitar 19 juta ekor dan produksi telur mencapai 650 ton per hari. Menurutnya, selama ini p...

Sangat Menarik! Trik Mengenalkan Cinta Lingkungan pada Anak-anak ala Serambi Botani

Bogor (Aenews9.com) - Jika kita mengunjungi Botani Square, pas di bagian muka lobby kita akan disuguhkan sebuah toko pertanian unik, bernama Serambi Botani. Seperti penelusuran tim pada hari Rabu (28/11), Serambi Botani nampak dipenuhi oleh pengunjung yang penasaran dengan olahan dan teknologi dari hasil pertanian Indonesia. Yang paling menarik adalah tepat di pojok kiri toko, ada setumpuk permainan unik yang bikin penasaran.  Adalah "ECOFUNOPOLY", cara unik yang ditawarkan oleh Serambi Botanin untuk mengenalkan tentang pentingnya menjaga lingkungan bagi anak-anak. Permainan yang diperuntukan untuk anak usia di atas 7 tahun ini didesain mirip dengan permainan monopoli yang dilengkapi dengan berbagai info-info menarik seputar pengenalan sampah dan bagaimana menanganinya. Seperti penjelasan dari Adel, pramuniaga dari Serambi Botani, "Ecofunopoly merupakan sarana yang baik untuk mengenalkan sampah kepada anak-anak dengan permainan yang mudah dan menyenangkan". ...

Staf Ditjen PKH Mengikuti Workshop Optimalisasi Multimedia

Jakarta (Aenews9.com)- Menteri Pertanian Republik Indonesia, Amran Sulaiman menginstruksikan agar seluruh jajaran pelaksana teknis di lingkup kementerian yang dipimpinnya melakukan akselerasi dalam penyebaran informasi kepada masyarakat terkait dengan program pertanian dan hasil-hasil yang telah dicapai selama ini. Oleh karena itu, setiap direktorat jenderal di lingkungan Kementerian Pertanian mesti melakukan peningkatan kualitas SDM yang tersedia dalam bidang jurnalisme dan publikasi. Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian RI, Drh. I Ketut Diarmita, MP, dalam sambutannya yang disampaikan oleh Sekretaris Ditjen PKH, Dr. Ir. Nasrullah, M.Sc, saat membuka secara resmi kegiatan Worshop Optimalisasi Multimedia, yang dipusatkan di IPB Convention Centre (ICC), Botani Square Building, Bogor, Jawa Barat, Selasa (27/11/2018). "Workshop ini dimaksudkan sebagai respon kita di Direktorat Jenderal PKH atas arahan Bapak ...

Resensi Buku: “Aku Bersaksi Allah Maha Nyata”

Resensi Buku: “Aku Bersaksi Allah Maha Nyata” Oleh E. Widiyati Jakarta - Penulis Amerika, Samuel Langhorn Clemens atau lebih populer dengan nama Mark Twain menulis, _“The two most important days in your life are the day you are born and the day you find out why”._ Arti bebasnya kira-kira begini: “Dua hari terpenting di dalam kehidupan setiap orang adalah saat ia dilahirkan dan ketika ia mulai sadar mengapa ia dilahirkan”. Oleh sebab itulah banyak orang bertanya pada dirinya sendiri, “Kenapa saya dilahirkan? Apa tujuan hidup saya? dan Kemana tujuannya?” Pertanyaan klasik ini sudah dipertanyakan sejak ribuan tahun yang lampau, bukan hanya oleh para agamawan, melainkan juga oleh para filsuf di dunia ini. Tidak terkecuali Anda dan saya tentunya. Hal serupa itu dialami oleh Tonny Djayalaksana, sosok yang dilahirkan di Bandung pada 69 tahun yang silam. Ia menjadi Mualaf (masuk Islam) ketika berusia 30 tahun. Hampir 40 tahun masa hidupnya, ia mencari dan menggumuli terus-menerus b...

Kasdam V/Brawijaya Beri Motivasi Kepada 360 Calon Tamtama

Magetan (Aenews9.com)- Setelah resmi membuka Pendidikan Calon Tamtama Gelombang II tahun 2018 Kasdam V/Brawijaya Brigjen TNI Bambang Ismawan, S.E., M.M memberikan pengarahan pada 360 Siswa Pendidikan Calon Tamtama Prajurit Karier (Dikcata PK) Gelombang II Tahun 2018 di Aula Secata A Rindam V/Brawijaya Magetan, Senin (26/11/18) Pada pengarahannya, Kasdam memberikan motivasi pada seluruh siswa Secata PK agar dalam mengikuti pendidikan ini dengan sungguh-sungguh dan ikuti semua instruksi pelatih. ” Kepada pelatih untuk apa tujuan latihan, mengapa mereka harus latihan, sehingga siswa mampu melaksanakan dan memahami latihan yang dilaksanakanharus diperhatikan jangan asal asalan,” jelas Kasdam. Selanjutnya Brigjen TNI Bambang mengatakan, tingkatkan kemampuan membaca, siapa diriku, apa kehebatanku, aku harus bisa. Kalau ditegur jangan marah dan harus berterima kasih. Karena sudah membuka tabir untuk menyempurnakan diri. ” Semakin tinggi tingkat kemampuan  membaca hingga ribu...

Tak Tahan Bau Limbah Tahu Warga Desa Tladan Tuntut Pemilik Pabrik Tahu Tidak Buang Limbah Ke Sungai

Limbah tahu yang dibuang kesunga i AENEWS9.COM |Magetan - Sejak beberapa waktu terakhir, masyarakat Desa Tladan, Kecamatan Kawedanan diresahkan dengan tercemarnya sungai di lingkungan mereka. Saat ditelusuri, pencemaran tersebut berasal dari limbah  pabrik tahu yang dibuang sembarangan oleh pemilik pabrik. Saat ditelusuri ternyata limbah tahu berasal dari pabrik tahu milik Purnomo warga Desa Ngunut,Rt02/ RW01 kecamatan Kawedanan, Magetan. Perusahaan Tahu di desa Tladan kecamatan Kawedanan  Masyarakat desa Tladan yang kesal dengan ulah purnomo pemilik pabrik tahu yang membuang limbah  tahu kesungai di desanya lantas membuat pengaduan ke kantor desa. Warga meminta pihak pabrik untuk bertanggung jawab terhadap pencemaran yang terjadi dan mengganggu aktifitas warga dan serta lingkungan tersebut.Akibat pencemaran limbah dari pabrik tahu, tidak hanya membuat sungai menghitam dan berbuih putih namun juga menimbulkan bau yang busuk.Kalau musim kemarau, limbah tahu itu ...

Prioritas Dana Desa Untuk Infrastruktur Drainase dan Talud Penahan Jalan, Desa Karangrejo Berbenah

AENEWS9.COM| Madiun -- Prioritas penggunaan dana desa di bidang infrastruktur terus dimanfaatkan untuk pembangunan desa, salah satunya upaya pencegahan banjir dan longsor dalam menghadapi musim penghujan melalui pembangunan talut di RT 07 dan drainase di RT 16 Seperti yang telah di kerjakan oleh Pemdes Kararejo melalui Tim Pengelola Kegiatan (TPK) . Pembangunan talud dengan volume 156 Tinggi 80 cm  dengan anggaran sebesar Rp.25.000.0000(Dua puluh lima juta rupiah) dari Dana Desa tahap ke tiga tahun 2018 bertujuan menahan gerusan air agar badan jalan tak tergerus pada waktu musim hujan. Hal ini diungkapkan Kepala Desa Karangrejo, Kecamatan Wungu, Madiun, Rokhim saat menerima  reporter Aenews9.com. "Pembangunan talut ini sudah berdasarkan musyawarah desa (musdes) yang rutin berjalan," ujar Rokhim Demi melakukan pembangunan talud Rokhim mengaku Dana Desa tahun 2018 tahap ketiga di fokuskan pada infrastruktur salah satunya  pembangunan talud  di RT 07 Dusun...

Kisah Lima Siswa Gambatte di Jepang Dulang Kesuksesan Karena Sabar

Diposting Oleh Abdul Kabir On Sunday, November 25, 2018 AENEWS9.COM| Jakarta – Negeri Sakura terkenal dengan kedisiplinannya. Budaya ini menjadikan negara tersebut sukses sebagai penguasa industri di Asia, bahkan di dunia. Seiring dengan kemajuan negaranya, mereka kekurangan karyawan untuk dipekerjakan di perusahaan kecil dan menengah _(Small & Medium Enterprises)_. Melalui IM Japan, yayasan  penyalur para magang dari berbagai negara, termasuk Indonesia, Jepang berupaya memenuhi kebutuhan perusahaan untuk mempekerjakan siswa magang selama 3 - 5 tahun. Semenjak 1991, Pemerintah Jepang merancang dan menetapkan Undang-undang Migran supaya banyak pekerja asing bisa masuk Jepang. Dan IM Japan itu sendiri memulai pengiriman siswa magang pada tahun 1993. Dengan sistem seleksi yang super ketat, dimulai dari tahapan pemeriksaan  berkas; mengerjakan soal matematika 20 nomor dalam waktu 15 menit, minimal 14 benar; lari 3 kilometer dengan waktu tempuh maksimal 15 menit; push-up...