Langsung ke konten utama

Kades Kaibon di Surati Warganya

AENEWS9.COM MADIUN – Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008, tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) sudah di sahkan hampir 8 tahun berjalan, tepatnya 30 April 2008, di harapkan dengan disahkannya UU tersebut dapat menjadi alat untuk kontrol terhadap penyelenggaraan negara dan badan publik agar dalam penggunaan dan pengelolaan anggaran dapat bersih, akuntabel, serta transparan.

Dengan adanya keterbukaan informasi dapat meningkatkan kepercayaan publik pada pemerintah. Namun hal tersebut tidak berlaku di Desa Kaibon, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun. Transparansi keterbukaan informasi akan Pengelolaan Keuangan Desa, tidak pernah terpublish pada masyarakat.

Hal tersebut menjadikan buah bibir di masyarakat Desa Kaibon, tentang adanya dugaan tidak transparannya Pengelolaan Keuangan Desa yang di lakukan Pemerintah Desa Kaibon, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun.

Doanto Pulastyo, warga Desa Kaibon RT04/RW01, Kecamatan Geger, melayangkan surat kepada Kepala Desa Kaibon, Muhammad Sinto, S.pd pada (26/4/2017) untuk membuka akses informasi penyelengaraan Pemerintah Desa dalam trasparansi Pengelolaan Keuangan Desa.

Hal itu di lakukannya karena sebagai warga Desa Kaibon dirinya tidak pernah mengetahui berapa penggunaan anggaran-angaran desa, di karenakan tertutupnya informasi dari pihak desa.

Belum lagi banyaknya kabar tentang aset dan kekayaan desa yang hilang tanpa ada pertanggungjawaban. Maka sebagai warga yang menginginkan keterbukaan informasi, dirinya memberanikan diri untuk menyurati Kepala Desanya agar membuka informasi penggunaan anggaran kepada masyarakat.

Saat di temui aenews9.com setelah mengantar surat permohonan keterbukaan informasi di Kantor Desa Kaibon, Doanto Pulastyo mengatakan, kedatangannya ke Kantor Desa untuk menyerahkan surat permohonan informasi dan dokumen terkait Penyelenggaran Pelayanan Publik dan Layanan Informasi Publik Desa Kaibon.

“ Sebagai warga desa, apa salah saya menanyakan penggunaan anggaran-anggaran Desa, oleh Pemerintah Desa. Ini sejalan dengan UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, serta Peraturan Pemerintah No 61 Tahun 2010 Tentang Pelaksanaan UU No 14 Tahun 2008," terangnya.

Doanto menuturkan, penggunaan anggaran dalam rangka Penyelenggaraan Pemerintahan dan Pembangunan Desa adalah uang negara dan uang rakyat, yang harus di kelola pada hukum dan peraturan yang berlaku, khususnya UU Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa, PP No 43 Tentang Peraturan Pelaksanaan UU No 6 2014 Tentang Desa, PP No 60 Tahun2014 Tentang Dana Desa yang bersumber dari dana APBN, Permendagri No 113 Tahun 2014 Tentang Pengelolaan Keuangan Desa, serta peraturan lain yang terkait, antara lain: UU Tentang Keterbukaan Informasi Publik, Peraturan yang diterbitkan oleh Menteri Desa, Permendagri No 114 Tahun 2014 Tentang Pedoman Pembangunan Desa.

Lanjutnya ketentuan pokok-pokok tentang Pengelolaan Keuangan Desa dalam UU No 6 Tahun 2014 tercantum pada pasal 71 -75 uang mencakup Pengertian Keuangan Desa, jenis dan sumber-sumber pendapatan desa, Anggaran dan Pendapatan Belanja Desa (APBDes).

Ketentuan pokok pokok sudah sangat jelas dan detail di jabarkan pada Permendagri No 113 Tahun 2014. Dengan demikian, Pengelolaan Keuangan Desa wajib menjadikan Permendagri di maksutd sebagai "Al Kitab" yang selau harus di rujuk, agar terhindar dari neraka di dunia (penjara) dan kelak
di akhirat (jahanam), kata Doanto sambil membeberkan isi surat permohanan tersebut.

Dari pantauan aenews9.com, isi surat permohonan yang ditulis Doanto Pulastyo kepada Kepala Desa Kaibon antara lain: (1) Penggunaan Anggaran Desa (APBDes Tahun 2016), (2) Surat Pertanggung Jawaban (SPJ) Penggunaan Anggaran Desa (APBDes) tahun 2016, (3) Dokumen tentang Aset-aset dan Kekayaan Desa, (4)Rekening Koran/Rekening Giro dari Rekening Kas Desa Kaibon mulai tahun 2016-sekarang, (5) Peraturan-peraturan Desa (Perdes) Desa Kaibon mulai Tahun 2016-sekarang.

"Tapi saya sangat kecewa mas, masak lurah tidak mau menandatangani ekspedisi surat saya, berdalih, bila surat harus melalui kotak saran, "Maksudnya apa, ini surat kedua saya, jika tidak di tangggapi saya akan menggugat ke KIP," imbuh Doanto Pulastyo sambil melangkah pergi.

Berdasarkan penelusuran aenews9.com, disposisi surat aduan Doanto Pulastyo kepada Kepala Desa Kaibon telah sampai di Kecamatan Geger dan sampai berita ini di tayangkan belum ada konfirmasi jawaban baik dari Kepala Desa Kaibon, Muhammad Sinto, S.pd maupun pihak Kecamatan Geger.(zam)

Postingan populer dari blog ini

Danrem 081/DSJ Resmikan Ambulance IGD dan Ruang Isolasi Rumkit Tingkat IV Madiun

AENEWS9.COM| |Kota Madiun – Rumah Sakit tingkat IV Madiun saat ini semakin meningkatkan kualitas sarana dan prasarana yang dimiliki. Salah satunya yaitu dengan keberadaan satu unit mobil ambulance IGD baru dan ruang isolasi. Diharapkan dengan sarana dan prasarana yang semakin baik, nantinya akan dapat membuat rumah sakit tersebut semakin maju dari segi pelayanaannya. “Apa yang sudah ada agar terus dikembangkan. Supaya rumah sakit ini semakin baik dan bagus,” kata Danrem 081/DSJ Kolonel Inf Waris Ari Nugroho, S.E, M.Si, dalam sambutannya, Selasa (11/1/2022). Lebih dari itu, Danrem juga berpesan agar Karumkit tingkat IV Madiun, Mayor Ckm dr. Aan Riswandi Sp.PK mampu terus berinovasi dan berkreasi. “dr. Aan meskipun masih baru menjabat sebagai Karumkit harus terus mendesain rumah sakit ini supaya tetap semakin bagus,” lanjutnya. Dengan adanya berbagai upaya yang terus dilakukan, Danrem berharap masyarakat yang ingin memanfaatkan layanan dari Rumkit tingkat IV Madiun akan se...

4 Jembatan Garuda Selesai di bangunn di Ponorogo Hadirkan Beribu Manfaat

Ponorogo,  KLIKAENEWS.COM - Empat Jembatan Garuda berjenis jembatan gantung telah selesai dibangun di Kabupaten Ponorogo. Keempatnya berada di Desa Sidoarjo (Kecamatan Jambon), Desa Mojomati (Kecamatan Jetis), Desa Jalen (Kecamatan Balong), dan Desa Bungkal (Kecamatan Bungkal). Kehadiran jembatan-jembatan tersebut mampu menghadirkan beribu manfaat, baik bagi masyarakat maupun kemajuan desa. Di Sidoarjo misalnya, kehadiran Jembatan Garuda mampu menghapus kesulitan-kesulitan warga selama ini. "Sebelum ada jembatan, warga harus memutar lebih jauh jika mau ke wilayah sebelah, termasuk anak-anak yang mau berangkat sekolah dan warga yang mengangkut hasil panen, jika hujan dan banjir maka harus menunggu banjir reda lebih dahulu agar bisa lewat," kata Kepala Dusun Sidowayah Katimun di lokasi jembatan, Selasa (8/9/2026). Cerita sama juga terjadi di Mojomati, Jembatan Garuda sepanjang 70 meter dengan lebar 1,2 meter yang dibangun menjadi penghubung antara Kecamatan Jetis dengan Kecamat...

Paslon 1 Terpilih, Pemilihan Ketua OSIS SMPN 3 Ponorogo Jadi Praktik Demokrasi Pelajar

PONOROGO   KLIKAENEWS.COM-  Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMPN 3 Ponorogo masa bakti 2026/2027 menjadi ruang belajar demokrasi bagi para pelajar. Dari tiga pasangan calon yang berkompetisi, pasangan nomor urut 1, Kinaya Adiasti Azzaha dan Jingga Az-Zahra Al-Fath Setiawan, terpilih memimpin organisasi siswa tersebut untuk masa bakti 2026/2027.Rabu (23/09/2026 Paslon 1 memperoleh 316 suara. Paslon 2, Ozie Gentha Mahardika Nadindra dan Maulana Damar Dwi Guna, meraih 143 suara, sedangkan Paslon 3, Yusuf Ilyasa Al Hafidh dan Justin Fan Aprilio, memperoleh 117 suara. Sebanyak 63 suara dinyatakan tidak sah. Pemilihan yang diikuti tiga pasangan calon serta peserta didik kelas VII, VIII, dan IX itu dirancang sebagai sarana pembelajaran demokrasi bagi warga sekolah. Selain Paslon 1, terdapat Paslon 2 Ozie Gentha Mahardika Nadindra dan Maulana Damar Dwi Guna, serta Paslon 3 Yusuf Ilyasa Al Hafidh dan Justin Fan Aprilio. Kepala SMPN 3 Ponorogo H.Subhan Masruri, S.Pd., mengatakan k...