Langsung ke konten utama

Sengketa Informasi Publik Doanto Dengan Pemdes Kaibon Akhirnya Disidangkan

Sidoarjo (aenews9.com) -- Sengketa informasi publik antara Doanto Pulastyo dengan Pemerintah Desa Kaibon, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun akhirnya disidangkan di Komisi Informasi Publik (KIP) Jalan Bandilan No 4 Waru, Sidoarjo, Rabu (30/8/2017).

Seperti pernah diberitakan aenews9.com (Sabtu 6/5/2017) bahwa Doanto Pulastyo menyurati Pemerintah Desa Kaibon untuk membuka akses informasi publik tentang tranparansi Pemerintahan Desa Kaibon atas Pengelolaan Angggaran Desa, Aset desa, Perdes , SPJ dan Rekening giro. Namun surat tersebut tidak ditanggapi oleh Kepala Desa Kaibon, Mohammad Sinto, S.Pd.

Setelah ditunggu dan tidak ada jawaban dari Kepala Desa Kaibon, kemudian Doanto Pulastyo mengirimkan surat ke-2 dengan permintaan yang sama dan alhasil tetap tidak ada tanggapan juga.

Akhirnya Doanto Pulastyo mengambil keputusan mengirimkan surat ke Komisi Informasi Publik (KIP) untuk disengketakan melalui jalur persidangan.

Dan persidangan sengketa informasi publikpun digelar pada Rabu (30/8/2017) di
Kantor KIP Provinsi Jawa Timur, dan terbuka untuk umum.

Sidang dipimpin oleh Hakim Ketua, Kety Tri Setyorini dengan Hakim anggota, Wahyu Kuncoro dan Isrowi Farida, dan Panitera Feby Krisbiantoro.

Sidang yang digelar oleh Komisi Informasi Publik (KIP) Jawa Timur ini mengagendakan pemeriksaan awal sengketa informasi publik antara Doanto Pulastyo sebagai pemohon dengan Pemerintah Desa Kaibon yang di wakili Mohammad Sinto, S.Pd selaku Kepala Desa Kaibon sebagai termohon.

Sidang sempat ditunda satu setengah jam karena pihak termohon belum datang di tempat persidangan.

Hakim Ketua, Kety Tri Setyorini, menanyakan kepada pihak termohon terkait UU RI No 4 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, serta menyampaikan lima(5) tuntutan gugatan pihak pemohon diantaranya:

(1) Penggunaan anggaran APBDes Tahun 2016
(2) Dokumen Aset Desa dan Kekayaan Desa
(3) Perdes Tahun 2016 Desa Kaibon
(4) Laporan SPJ Pemerintah Desa Kaibon Tahun 2016
(5) Rekening giro/ koran.  

Dari kelima item yang diminta pemohon Doanto Pulastyo tersebut, pihak termohon hanya bisa memberikan 3 item sedangkan 2 item lagi tidak bisa diberikan dan hanya diperlihatkan saja dengan alasan harus ijin dari Ketua Paguyuban Desa se Kecamatan Geger dan Camat. Apalagi ke 2 item yaitu SPJ tahun 2016 masih diperiksa pihak  inspektorat.

Dalam persidangan, Kepala Desa Kaibon, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun Mohammad Sinto, S.Pd, mengatakan, Pemerintah Desa Kaibon senantiasa terbuka dengan memberikan informasi kepada masyarakat, dan setiap ada pertemuan RT maupun RW, dirinya selalu menyampaikan anggaran dan program  bantuan yang berasal dari BKK maupun dari pemerintah.

“ Kami selaku Pemerintah Desa Kaibon selalu terbuka dalam meyampaikan informasi kepada masyarakat, bahkan setiap ada pertemuan RT maupun RW kami selalu menyampaikan anggaran dan program bantuan dari BKK maupun pemerintah,” kata Mohammad  Sinto, S.Pd.

Dan menurut Mohammad Sinto, permintaan dari pemohon Doanto Pulastyo tidak bisa dipenuhi karena bersifat rahasia. Selain itu, pemohon memang benar orang Kaibon tapi aktifitas sehari harinya di luar Desa Kaibon jadi wajar kalau Saudara Doan kurang informasi.

Mendengar penjelasan Mohammad Sinto, S.Pd tersebut, pihak pemohon Doanto Pulastyo menyangkal dan berdalih bahwa dengan tidak diberikannya 5 poin yang disengketakan itu berarti Pemerintah Desa Kaibon tidak transparan kepada masyarakat dan bisa diduga ada penyelewengan penggunaan dan pengelolaan anggaran negara.

" Kalau memang Pemerintah Desa kaibon transparan, tentu tidak mungkin saya menggugat sampai di KIP, berarti itu namanya tidak transparan dan bisa diduga ada penyelewengan penggunaan dan pengelolaan anggaran negara," kata Doanto Pulastyo.

Setelah mendengar dan memeriksa keterangan kedua belah pihak, sidangpun ditunda hingga Rabu (13/9/2017). (zam)

Postingan populer dari blog ini

Danrem 081/DSJ Resmikan Ambulance IGD dan Ruang Isolasi Rumkit Tingkat IV Madiun

AENEWS9.COM| |Kota Madiun – Rumah Sakit tingkat IV Madiun saat ini semakin meningkatkan kualitas sarana dan prasarana yang dimiliki. Salah satunya yaitu dengan keberadaan satu unit mobil ambulance IGD baru dan ruang isolasi. Diharapkan dengan sarana dan prasarana yang semakin baik, nantinya akan dapat membuat rumah sakit tersebut semakin maju dari segi pelayanaannya. “Apa yang sudah ada agar terus dikembangkan. Supaya rumah sakit ini semakin baik dan bagus,” kata Danrem 081/DSJ Kolonel Inf Waris Ari Nugroho, S.E, M.Si, dalam sambutannya, Selasa (11/1/2022). Lebih dari itu, Danrem juga berpesan agar Karumkit tingkat IV Madiun, Mayor Ckm dr. Aan Riswandi Sp.PK mampu terus berinovasi dan berkreasi. “dr. Aan meskipun masih baru menjabat sebagai Karumkit harus terus mendesain rumah sakit ini supaya tetap semakin bagus,” lanjutnya. Dengan adanya berbagai upaya yang terus dilakukan, Danrem berharap masyarakat yang ingin memanfaatkan layanan dari Rumkit tingkat IV Madiun akan se...

4 Jembatan Garuda Selesai di bangunn di Ponorogo Hadirkan Beribu Manfaat

Ponorogo,  KLIKAENEWS.COM - Empat Jembatan Garuda berjenis jembatan gantung telah selesai dibangun di Kabupaten Ponorogo. Keempatnya berada di Desa Sidoarjo (Kecamatan Jambon), Desa Mojomati (Kecamatan Jetis), Desa Jalen (Kecamatan Balong), dan Desa Bungkal (Kecamatan Bungkal). Kehadiran jembatan-jembatan tersebut mampu menghadirkan beribu manfaat, baik bagi masyarakat maupun kemajuan desa. Di Sidoarjo misalnya, kehadiran Jembatan Garuda mampu menghapus kesulitan-kesulitan warga selama ini. "Sebelum ada jembatan, warga harus memutar lebih jauh jika mau ke wilayah sebelah, termasuk anak-anak yang mau berangkat sekolah dan warga yang mengangkut hasil panen, jika hujan dan banjir maka harus menunggu banjir reda lebih dahulu agar bisa lewat," kata Kepala Dusun Sidowayah Katimun di lokasi jembatan, Selasa (8/9/2026). Cerita sama juga terjadi di Mojomati, Jembatan Garuda sepanjang 70 meter dengan lebar 1,2 meter yang dibangun menjadi penghubung antara Kecamatan Jetis dengan Kecamat...

Paslon 1 Terpilih, Pemilihan Ketua OSIS SMPN 3 Ponorogo Jadi Praktik Demokrasi Pelajar

PONOROGO   KLIKAENEWS.COM-  Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMPN 3 Ponorogo masa bakti 2026/2027 menjadi ruang belajar demokrasi bagi para pelajar. Dari tiga pasangan calon yang berkompetisi, pasangan nomor urut 1, Kinaya Adiasti Azzaha dan Jingga Az-Zahra Al-Fath Setiawan, terpilih memimpin organisasi siswa tersebut untuk masa bakti 2026/2027.Rabu (23/09/2026 Paslon 1 memperoleh 316 suara. Paslon 2, Ozie Gentha Mahardika Nadindra dan Maulana Damar Dwi Guna, meraih 143 suara, sedangkan Paslon 3, Yusuf Ilyasa Al Hafidh dan Justin Fan Aprilio, memperoleh 117 suara. Sebanyak 63 suara dinyatakan tidak sah. Pemilihan yang diikuti tiga pasangan calon serta peserta didik kelas VII, VIII, dan IX itu dirancang sebagai sarana pembelajaran demokrasi bagi warga sekolah. Selain Paslon 1, terdapat Paslon 2 Ozie Gentha Mahardika Nadindra dan Maulana Damar Dwi Guna, serta Paslon 3 Yusuf Ilyasa Al Hafidh dan Justin Fan Aprilio. Kepala SMPN 3 Ponorogo H.Subhan Masruri, S.Pd., mengatakan k...