Langsung ke konten utama

Tak Bisa Kendalikan Motor, Seorang Nenek Dan Cucu Kecelakaan Terjun Ke Sungai

Magetan (Aenews9.com)- Sekira pukul 09.30WIB warga Desa Banjarejo Kecamatan Ngariboyo Kabupaten Magetan di gegerkan dengan berita seorang nenek bersama cucunya mengalami lakalantas tunggal hingga terpelanting masuk sungai Dung Gareng, Sabtu(9/2/2019)

Di ketahui korban bernama Suyati (47) warga Dsn. Jati rt. 05 / rw. 01 Ds. Banjarejo Kec. Ngariboyo Kab. Magetan dan cucunya bernama Muhammad Khoirul Nur Faiza (5) .

Dari data yang Aenews9.com  himpun di lokasi, kejadian bermula saat korban yang  mengendarai sepeda motor sepeda motor jenis Yamaha Vega ZR warna merah Nopol AE 2369 RL, melawati jalan turunan bersama cucunya yang baru dijemput usai sekolah di TK MI Dusun Batokan, Desa Banjarejo.Sesampai tiba di lokasi kejadian TKP jembatan Sungai Dung Gareng termasuk rt.11 / rw. 02 Ds. Banjarejo Kec. Ngariboyo Kab. Magetan, korban tidak bisa menguasai kendaraan dan akhirnya menabrak pagar pembatas jembatan yang mengakibatkan korban bersama cucunya terjatuh kedalam sungai Dung Gareng sedalam kurang lebih 6 (enam) meter. motor tiba-tiba hilang kendali sehingga menabrak pembatas jalan dan terjun ke sungai.

Paimin warga yang kebetulan sedang memancing disungai melihat peristiwa ini tersebut serta menceritakan kejadiannya
“Saya pas mancing, terus terdengar ada suara keras seperti benda jatuh. Ternyata ada dua orang yang jatuh dari jembatan. Lalu saya berusaha menolong cucunya dan minta pertolongan kepada warga,” kata Paimin

Paimin melanjutkan ceritanya, setelah berhasil menolong serta membawa anak kecil itu naik ke atas dan dirinys kembali ke lokasi jatuhnya korban untuk menolong neneknya,tetapi neneknya sudah hilang dari tempatnya jatuh pertama tadi.
”Saat saya menolong cucunya, posisinya ada di dalam air hanya terlihat kedua kakinya saja, begitu saya tarik keluar dari air dan saya jungkirkan air keluar dari mulut dan anak itu langsung akhirnya menangis dan saya bawa ke atas, namun pas kembali lagi neneknya sudah gak ada,” jelas Paimin

Akhirnya warga melalui perangkat desa melaporkan kejadian ke Polisi dan juga BPBD Kabupaten Magetan.
Satu jam pencarian, Suyati (46) akhirnya berhasil ditemukan dalam keadaan meninggal dunia,korban ditemukan di dasar sungai dengan kedalam kurang lebih sekitar 6 meter, dengan kondisi luka pada kepala dan tangan .Korban di evakuasi dan di bawa ke kamar jenasah RSUD dr.Sayidiman Magetan sedang petugas kepolisian melakukan olah TKP(zm)

Postingan populer dari blog ini

Danrem 081/DSJ Resmikan Ambulance IGD dan Ruang Isolasi Rumkit Tingkat IV Madiun

AENEWS9.COM| |Kota Madiun – Rumah Sakit tingkat IV Madiun saat ini semakin meningkatkan kualitas sarana dan prasarana yang dimiliki. Salah satunya yaitu dengan keberadaan satu unit mobil ambulance IGD baru dan ruang isolasi. Diharapkan dengan sarana dan prasarana yang semakin baik, nantinya akan dapat membuat rumah sakit tersebut semakin maju dari segi pelayanaannya. “Apa yang sudah ada agar terus dikembangkan. Supaya rumah sakit ini semakin baik dan bagus,” kata Danrem 081/DSJ Kolonel Inf Waris Ari Nugroho, S.E, M.Si, dalam sambutannya, Selasa (11/1/2022). Lebih dari itu, Danrem juga berpesan agar Karumkit tingkat IV Madiun, Mayor Ckm dr. Aan Riswandi Sp.PK mampu terus berinovasi dan berkreasi. “dr. Aan meskipun masih baru menjabat sebagai Karumkit harus terus mendesain rumah sakit ini supaya tetap semakin bagus,” lanjutnya. Dengan adanya berbagai upaya yang terus dilakukan, Danrem berharap masyarakat yang ingin memanfaatkan layanan dari Rumkit tingkat IV Madiun akan se...

4 Jembatan Garuda Selesai di bangunn di Ponorogo Hadirkan Beribu Manfaat

Ponorogo,  KLIKAENEWS.COM - Empat Jembatan Garuda berjenis jembatan gantung telah selesai dibangun di Kabupaten Ponorogo. Keempatnya berada di Desa Sidoarjo (Kecamatan Jambon), Desa Mojomati (Kecamatan Jetis), Desa Jalen (Kecamatan Balong), dan Desa Bungkal (Kecamatan Bungkal). Kehadiran jembatan-jembatan tersebut mampu menghadirkan beribu manfaat, baik bagi masyarakat maupun kemajuan desa. Di Sidoarjo misalnya, kehadiran Jembatan Garuda mampu menghapus kesulitan-kesulitan warga selama ini. "Sebelum ada jembatan, warga harus memutar lebih jauh jika mau ke wilayah sebelah, termasuk anak-anak yang mau berangkat sekolah dan warga yang mengangkut hasil panen, jika hujan dan banjir maka harus menunggu banjir reda lebih dahulu agar bisa lewat," kata Kepala Dusun Sidowayah Katimun di lokasi jembatan, Selasa (8/9/2026). Cerita sama juga terjadi di Mojomati, Jembatan Garuda sepanjang 70 meter dengan lebar 1,2 meter yang dibangun menjadi penghubung antara Kecamatan Jetis dengan Kecamat...

Paslon 1 Terpilih, Pemilihan Ketua OSIS SMPN 3 Ponorogo Jadi Praktik Demokrasi Pelajar

PONOROGO   KLIKAENEWS.COM-  Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMPN 3 Ponorogo masa bakti 2026/2027 menjadi ruang belajar demokrasi bagi para pelajar. Dari tiga pasangan calon yang berkompetisi, pasangan nomor urut 1, Kinaya Adiasti Azzaha dan Jingga Az-Zahra Al-Fath Setiawan, terpilih memimpin organisasi siswa tersebut untuk masa bakti 2026/2027.Rabu (23/09/2026 Paslon 1 memperoleh 316 suara. Paslon 2, Ozie Gentha Mahardika Nadindra dan Maulana Damar Dwi Guna, meraih 143 suara, sedangkan Paslon 3, Yusuf Ilyasa Al Hafidh dan Justin Fan Aprilio, memperoleh 117 suara. Sebanyak 63 suara dinyatakan tidak sah. Pemilihan yang diikuti tiga pasangan calon serta peserta didik kelas VII, VIII, dan IX itu dirancang sebagai sarana pembelajaran demokrasi bagi warga sekolah. Selain Paslon 1, terdapat Paslon 2 Ozie Gentha Mahardika Nadindra dan Maulana Damar Dwi Guna, serta Paslon 3 Yusuf Ilyasa Al Hafidh dan Justin Fan Aprilio. Kepala SMPN 3 Ponorogo H.Subhan Masruri, S.Pd., mengatakan k...