Langsung ke konten utama

Pengamat Jerry Massie : Bersihkan Dulu Mafia Tanah Baru Bikin Sertifikat Elektronik

                Jerry Massie, Direktur Political and Public Policy Studies (P3S)

AENEWS9.COM,Jakarta-  Kementerian Agraria dan Tata Ruang mengeluarkan aturan terkait pembuatan sertiikat elektronik. Tapi yang didahulukan sertifikat elektronik Pemda.  Menyikapi kebijakan itu, Direktur Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie menilai langkah ini bukan langkah progres lantaran kebijakan ini dibuat di tengah pandemi Covid-19.  Ini tak sesuai dengan Program Jokowi pad periode pertama terkait  pembuatan jutaan sertipikat tanah bagi warga. 


"Tuntaskan dulu Program PTSL menuju Indonesia Terdaftar 2024 sebagai program strategis nasional agar kualitas data pertanahan terjamin dan sistem pendaftaran tanah dirubah jadi sistem positif yang prioritas dulu," katanya di Jakarta, 12/2/2021..


Elektronik dalam layanan pertanahan yang transparan menggunakan aplikasi Sentuh Tanah ku seperti yang diterapkan  mantan Kepala Pertanahan Kota Manado Patrick Ekel untuk tracing berkas permohonan.  Terkait sertipikat elektronik, Jerry menjelaskan Kementerian terlebih dulu membersihkan praktik mafia tanah dan para pemalsu surat tanah di tanah air. 


"Penyerobotan lahan marak terjadi. Memang sebelum Undang-undang Pokok Agraria (UUPA) keluar 24 September 1960 untuk sistem pendaftataran masih dualisme. Dan tokoh nasional kala itu Soepomo mengeluarkan kebijakan pluralisme.  Penyerobotan masuk juga dalam UU Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) No 31 Tahun 1999 dan No 20 Tahun 2001. Berbeda dengan pemalsuan sertiikat melanggar KHUP Pasal 263 dan terancam 6 tahun penjara.  Yang dibersihkan terlebih dulu yakni para bandit dan mafia tanah serta sistem transparansi birokrasi baru mengurus sertifikat elektronik," kata Jerry.


Perlu juga ditinjau Kebijakan Sertipikat Elektronik sebagaimana Permen ATR/kaBPN No 1/2021 dalam konsiderannya dimaksudkan untuk mewujudkan modernisasi pelayanan pertanahan guna meningkatkan indikator kemudahan berusaha dan pelayanan publik kepada masyarakat, perlu mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dengan menerapkan pelayanan pertanahan berbasis elektronik. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) mencakup kesiapan 3 perangkat/ komponen yakni hardware, software dan brainware/ humanware.


"Masalahnya kini pada humanware "man behind the gun", teknologi hanyalah tools. Reformasi Birokrasi masih setengah hati, management by system yg diharapkan hanyalah lipservice dan yg terjadi by person.(berganti kepala berganti kebijakan) karena tidak berubah menjadi habitus/ kebiasaan baru pelayanan dalam organisasi karena kurang keteladan pimpinan sampai ke tingkat front office.  Sertifikat Elektronik membutuhkan syarat kualitas data yang valid agar tidak garbage in, garbage out," ujarnya.


"Selain kualitas data, untuk memberikan kepastian hukum hak atas tanah, sistem pendaftaran tanah harus diubah peraturannya dari sistem negatif ke sistem positif dengan quality insurance; Sebenarnya jaminan kepastian hukum produk inilah dan bukan sekadar modernisasi pelayanan."


Terakhir menurutnya, program strategis nasional PTSL dan Reforma Agraria dan penyelesaian kasus-kasus tanah yang perlu menjadi perhatian utama untuk diselesaikan, jangan dialihkan dengan sertifikat elektronik yang potensi menimbulkan permasalahan baru yang berakibat tambah carut- marutnya masalah tanah di Indonesia.( red)

Postingan populer dari blog ini

Danrem 081/DSJ Resmikan Ambulance IGD dan Ruang Isolasi Rumkit Tingkat IV Madiun

AENEWS9.COM| |Kota Madiun – Rumah Sakit tingkat IV Madiun saat ini semakin meningkatkan kualitas sarana dan prasarana yang dimiliki. Salah satunya yaitu dengan keberadaan satu unit mobil ambulance IGD baru dan ruang isolasi. Diharapkan dengan sarana dan prasarana yang semakin baik, nantinya akan dapat membuat rumah sakit tersebut semakin maju dari segi pelayanaannya. “Apa yang sudah ada agar terus dikembangkan. Supaya rumah sakit ini semakin baik dan bagus,” kata Danrem 081/DSJ Kolonel Inf Waris Ari Nugroho, S.E, M.Si, dalam sambutannya, Selasa (11/1/2022). Lebih dari itu, Danrem juga berpesan agar Karumkit tingkat IV Madiun, Mayor Ckm dr. Aan Riswandi Sp.PK mampu terus berinovasi dan berkreasi. “dr. Aan meskipun masih baru menjabat sebagai Karumkit harus terus mendesain rumah sakit ini supaya tetap semakin bagus,” lanjutnya. Dengan adanya berbagai upaya yang terus dilakukan, Danrem berharap masyarakat yang ingin memanfaatkan layanan dari Rumkit tingkat IV Madiun akan se...

4 Jembatan Garuda Selesai di bangunn di Ponorogo Hadirkan Beribu Manfaat

Ponorogo,  KLIKAENEWS.COM - Empat Jembatan Garuda berjenis jembatan gantung telah selesai dibangun di Kabupaten Ponorogo. Keempatnya berada di Desa Sidoarjo (Kecamatan Jambon), Desa Mojomati (Kecamatan Jetis), Desa Jalen (Kecamatan Balong), dan Desa Bungkal (Kecamatan Bungkal). Kehadiran jembatan-jembatan tersebut mampu menghadirkan beribu manfaat, baik bagi masyarakat maupun kemajuan desa. Di Sidoarjo misalnya, kehadiran Jembatan Garuda mampu menghapus kesulitan-kesulitan warga selama ini. "Sebelum ada jembatan, warga harus memutar lebih jauh jika mau ke wilayah sebelah, termasuk anak-anak yang mau berangkat sekolah dan warga yang mengangkut hasil panen, jika hujan dan banjir maka harus menunggu banjir reda lebih dahulu agar bisa lewat," kata Kepala Dusun Sidowayah Katimun di lokasi jembatan, Selasa (8/9/2026). Cerita sama juga terjadi di Mojomati, Jembatan Garuda sepanjang 70 meter dengan lebar 1,2 meter yang dibangun menjadi penghubung antara Kecamatan Jetis dengan Kecamat...

Paslon 1 Terpilih, Pemilihan Ketua OSIS SMPN 3 Ponorogo Jadi Praktik Demokrasi Pelajar

PONOROGO   KLIKAENEWS.COM-  Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMPN 3 Ponorogo masa bakti 2026/2027 menjadi ruang belajar demokrasi bagi para pelajar. Dari tiga pasangan calon yang berkompetisi, pasangan nomor urut 1, Kinaya Adiasti Azzaha dan Jingga Az-Zahra Al-Fath Setiawan, terpilih memimpin organisasi siswa tersebut untuk masa bakti 2026/2027.Rabu (23/09/2026 Paslon 1 memperoleh 316 suara. Paslon 2, Ozie Gentha Mahardika Nadindra dan Maulana Damar Dwi Guna, meraih 143 suara, sedangkan Paslon 3, Yusuf Ilyasa Al Hafidh dan Justin Fan Aprilio, memperoleh 117 suara. Sebanyak 63 suara dinyatakan tidak sah. Pemilihan yang diikuti tiga pasangan calon serta peserta didik kelas VII, VIII, dan IX itu dirancang sebagai sarana pembelajaran demokrasi bagi warga sekolah. Selain Paslon 1, terdapat Paslon 2 Ozie Gentha Mahardika Nadindra dan Maulana Damar Dwi Guna, serta Paslon 3 Yusuf Ilyasa Al Hafidh dan Justin Fan Aprilio. Kepala SMPN 3 Ponorogo H.Subhan Masruri, S.Pd., mengatakan k...