Langsung ke konten utama

Refokusing Dana Desa 2021, Desa Tawangrejo Mulai Terapkan PPKM Skala Mikro Persiapan Menjadi Kampung Tangguh

   Bersama Tiga Pilar Pemdes Tawangrejo siap berlakukan PPKM skala mikro

AENEWS9.COM, Magetan- Keseriusan Pemerintah Desa Tawangrejo Kecamatan Takeran Magetan dalam upaya mengatasi dan memutus mata rantai Virus Corona 19 dengan mulai menerapkan  PKKM (pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat ) skala mikro di tingkat RT untuk 14 hari kedepan yang dimulai hari Senin (15/2).


Sujarwo, Kades Tawangrejo mengungkapkan Tujuan diterapkannya PKKM agar masyarakat desa Tawangrejo lebih aware (peduli) dengan pencegahan penyebaran Covid-19. Sehingga mendorong masyarakat lebih taat dan tertib dalam menjalankan protokol kesehatan di lingkungannya. Apalagi Desa Tawangrejo pernah masuk zona kuning penyebaran virus Corona beberapa waktu lalu.

                            Sujarwo,Kades Tawangrejo Kecamatan Takeran

"PPKM skala mikro diterapkan agar masyarakat desa Tawangrejo lebih aware (peduli) dengan pencegahan penyebaran Covid-19.Apalagi desa ini pernah masuk zona kuning", ungkap Sujarwo.


Sujarwo melanjutkan bahwa pemberlakuan PPKM skala mikro tersebut  sebagai awal persiapan  desa Tawangrejo  menjadi Kampung Tangguh di Kecamatan Takeran . Untuk itu pihaknya akan membangun posko di dua gerbang perbatasan masuk desa dimana Tim COVID-19 desa bersiaga di pos jaga untuk memantau sekaligus melakukan tes panas tubuh setiap warga terutama dari luar daerah yang masuk. 


"Posko pemantauan akan didirikan di dua gerbang masuk desa dimana nanti akan ada Satgas Covid-19 desa yang akan menerapkan 3 T( testing, tracing, and treatment) pada setiap warga terutama dari luar daerah yang masuk desa Tawangrejo," kata Sujarwo.


Selain itu pihaknya bersama satgas covid desa dibantu Babinsa dan Babinkamtibmas   akan melakukan penyemprotan disinfektan keliling di lingkungan  pemukiman warga, melakukan sosialisasi pencegahan dengan menerapkan disiplin protokol kesehatan 5 M ( memakai masker, mencuci tangan memakai sabun,menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas),memasang banner protokol kesehatan ditempat - tempat strategis,membagikan masker,serta menyiapkan ruang isolasi dan kesehatan di kantor desa.


Sujarwo melanjutkan bahwa prioritas  penggunaan Dana Desa tahun 2021 dapat digunakan untuk mendukung pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro guna mengendalikan penularan COVID-19, sesuai Instruksi Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Nomor 1 Tahun 2021 tentang Penggunaan Dana Desa Tahun 2021 dalam PPKM Skala Mikro di Desa.


" Refokusing delapan persen Dana desa 2021 dapat digunakan untuk kegiatan PPKM mikro sesuai dengan kewenangan desa,disamping pemberian BLT DD yang masih  dilaksanakan pada serapan DD tahun lalu," pungkas Sujarwo.



Reporter:  Dwi


Postingan populer dari blog ini

Danrem 081/DSJ Resmikan Ambulance IGD dan Ruang Isolasi Rumkit Tingkat IV Madiun

AENEWS9.COM| |Kota Madiun – Rumah Sakit tingkat IV Madiun saat ini semakin meningkatkan kualitas sarana dan prasarana yang dimiliki. Salah satunya yaitu dengan keberadaan satu unit mobil ambulance IGD baru dan ruang isolasi. Diharapkan dengan sarana dan prasarana yang semakin baik, nantinya akan dapat membuat rumah sakit tersebut semakin maju dari segi pelayanaannya. “Apa yang sudah ada agar terus dikembangkan. Supaya rumah sakit ini semakin baik dan bagus,” kata Danrem 081/DSJ Kolonel Inf Waris Ari Nugroho, S.E, M.Si, dalam sambutannya, Selasa (11/1/2022). Lebih dari itu, Danrem juga berpesan agar Karumkit tingkat IV Madiun, Mayor Ckm dr. Aan Riswandi Sp.PK mampu terus berinovasi dan berkreasi. “dr. Aan meskipun masih baru menjabat sebagai Karumkit harus terus mendesain rumah sakit ini supaya tetap semakin bagus,” lanjutnya. Dengan adanya berbagai upaya yang terus dilakukan, Danrem berharap masyarakat yang ingin memanfaatkan layanan dari Rumkit tingkat IV Madiun akan se...

4 Jembatan Garuda Selesai di bangunn di Ponorogo Hadirkan Beribu Manfaat

Ponorogo,  KLIKAENEWS.COM - Empat Jembatan Garuda berjenis jembatan gantung telah selesai dibangun di Kabupaten Ponorogo. Keempatnya berada di Desa Sidoarjo (Kecamatan Jambon), Desa Mojomati (Kecamatan Jetis), Desa Jalen (Kecamatan Balong), dan Desa Bungkal (Kecamatan Bungkal). Kehadiran jembatan-jembatan tersebut mampu menghadirkan beribu manfaat, baik bagi masyarakat maupun kemajuan desa. Di Sidoarjo misalnya, kehadiran Jembatan Garuda mampu menghapus kesulitan-kesulitan warga selama ini. "Sebelum ada jembatan, warga harus memutar lebih jauh jika mau ke wilayah sebelah, termasuk anak-anak yang mau berangkat sekolah dan warga yang mengangkut hasil panen, jika hujan dan banjir maka harus menunggu banjir reda lebih dahulu agar bisa lewat," kata Kepala Dusun Sidowayah Katimun di lokasi jembatan, Selasa (8/9/2026). Cerita sama juga terjadi di Mojomati, Jembatan Garuda sepanjang 70 meter dengan lebar 1,2 meter yang dibangun menjadi penghubung antara Kecamatan Jetis dengan Kecamat...

Paslon 1 Terpilih, Pemilihan Ketua OSIS SMPN 3 Ponorogo Jadi Praktik Demokrasi Pelajar

PONOROGO   KLIKAENEWS.COM-  Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMPN 3 Ponorogo masa bakti 2026/2027 menjadi ruang belajar demokrasi bagi para pelajar. Dari tiga pasangan calon yang berkompetisi, pasangan nomor urut 1, Kinaya Adiasti Azzaha dan Jingga Az-Zahra Al-Fath Setiawan, terpilih memimpin organisasi siswa tersebut untuk masa bakti 2026/2027.Rabu (23/09/2026 Paslon 1 memperoleh 316 suara. Paslon 2, Ozie Gentha Mahardika Nadindra dan Maulana Damar Dwi Guna, meraih 143 suara, sedangkan Paslon 3, Yusuf Ilyasa Al Hafidh dan Justin Fan Aprilio, memperoleh 117 suara. Sebanyak 63 suara dinyatakan tidak sah. Pemilihan yang diikuti tiga pasangan calon serta peserta didik kelas VII, VIII, dan IX itu dirancang sebagai sarana pembelajaran demokrasi bagi warga sekolah. Selain Paslon 1, terdapat Paslon 2 Ozie Gentha Mahardika Nadindra dan Maulana Damar Dwi Guna, serta Paslon 3 Yusuf Ilyasa Al Hafidh dan Justin Fan Aprilio. Kepala SMPN 3 Ponorogo H.Subhan Masruri, S.Pd., mengatakan k...