Langsung ke konten utama

Wilson Lalengke: Wartawan Lahir dari Suka-Dukanya Rakyat


AENEWS9.COM|| Jakarta - Dalam sebuah release yang berisi pernyataan Dewan Pers disebutkan bahwa lembaga tersebut mendesak wartawan untuk melepaskan keanggotaannya dari organisasi masyarakat (Ormas) jika ingin tetap jadi wartawan. Demikian sebaliknya, si wartawan harus meninggalkan dunia kewartawanan jika ingin berkiprah di Ormas dan/atau Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Menurut berita, hal itu disampaikan oleh Wakil Ketua Dewan Pers, Hendry Chairudin Bangun, kepada segelintir media beberapa waktu lalu.


Seorang wartawan harus melepas statusnya sebagai wartawan jika ingin menjadi anggota ormas ataupun Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Demikian dikutip dari media gerbangsumatera88.id.


Sebenarnya isu ini bukan barang baru. Sejak beberapa tahun lalu, Dewan Pers selalu menyanyikan lagu yang sama, wartawan tidak boleh merangkap menjadi anggota Ormas dan/atau LSM. Statemen itu diulang dan diulang terus-menerus dari tahun ke tahun. Menjadi anggota saja tidak boleh, apalagi jadi pengurus Ormas/LSM. Pertimbangannya adalah untuk independensi, baik independensi wartawan maupun independensi sebagai Ormas/LSM.


Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, MA, memberikan tanggapan keras atas pernyataan Dewan Pers tersebut. Alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 itu menilai bahwa Dewan Pers dan para underdog-nya tidak paham spirit dan tujuan pembentukan Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Bahkan, menurut Lalengke, para pengurus Dewan Pers masih tidur sehingga mereka perlu dibangunkan agar mengerti bahwa dunia kewartawanan sudah berubah jauh dari 20-an tahun yang lalu.


Lalengke juga menyampaikan bahwa dalam sejarah peradaban manusia, wartawan selalu muncul dari komunitas-komunitas yang di jaman modern ini diformalkan dalam bentuk Ormas dan LSM. “Para pemimpin pejuang kemerdekaan bangsa adalah wartawan yang muncul dari komunitas bangsanya, mereka yang mampu merasakan pahit-getirnya hidup sebagai bangsa yang ditindas, bangsa terjajah. Mereka kemudian muncul dengan berbagai ide dan gagasan yang dituliskan dan disebarluaskan untuk kemudian menjadi semangat bagi bangsanya untuk bangkit berjuang,” papar lulusan pasca sarjana bidang studi Global Ethics dari Universitas Birmingham, Inggris, ini dengan tegas.


Untuk mengetahui secara lengkap dan detil tanggapan tokoh pers nasional itu, silahkan simak video yang direkam pada Jumat, 9 Juli 2021 lalu di Sekretariat Nasional PPWI, di Bilangan Slipi-29, Jakarta Barat, DKI Jakarta. (APL/Red)


https://youtu.be/-JnuMlYRnSM

Postingan populer dari blog ini

Danrem 081/DSJ Resmikan Ambulance IGD dan Ruang Isolasi Rumkit Tingkat IV Madiun

AENEWS9.COM| |Kota Madiun – Rumah Sakit tingkat IV Madiun saat ini semakin meningkatkan kualitas sarana dan prasarana yang dimiliki. Salah satunya yaitu dengan keberadaan satu unit mobil ambulance IGD baru dan ruang isolasi. Diharapkan dengan sarana dan prasarana yang semakin baik, nantinya akan dapat membuat rumah sakit tersebut semakin maju dari segi pelayanaannya. “Apa yang sudah ada agar terus dikembangkan. Supaya rumah sakit ini semakin baik dan bagus,” kata Danrem 081/DSJ Kolonel Inf Waris Ari Nugroho, S.E, M.Si, dalam sambutannya, Selasa (11/1/2022). Lebih dari itu, Danrem juga berpesan agar Karumkit tingkat IV Madiun, Mayor Ckm dr. Aan Riswandi Sp.PK mampu terus berinovasi dan berkreasi. “dr. Aan meskipun masih baru menjabat sebagai Karumkit harus terus mendesain rumah sakit ini supaya tetap semakin bagus,” lanjutnya. Dengan adanya berbagai upaya yang terus dilakukan, Danrem berharap masyarakat yang ingin memanfaatkan layanan dari Rumkit tingkat IV Madiun akan se...

4 Jembatan Garuda Selesai di bangunn di Ponorogo Hadirkan Beribu Manfaat

Ponorogo,  KLIKAENEWS.COM - Empat Jembatan Garuda berjenis jembatan gantung telah selesai dibangun di Kabupaten Ponorogo. Keempatnya berada di Desa Sidoarjo (Kecamatan Jambon), Desa Mojomati (Kecamatan Jetis), Desa Jalen (Kecamatan Balong), dan Desa Bungkal (Kecamatan Bungkal). Kehadiran jembatan-jembatan tersebut mampu menghadirkan beribu manfaat, baik bagi masyarakat maupun kemajuan desa. Di Sidoarjo misalnya, kehadiran Jembatan Garuda mampu menghapus kesulitan-kesulitan warga selama ini. "Sebelum ada jembatan, warga harus memutar lebih jauh jika mau ke wilayah sebelah, termasuk anak-anak yang mau berangkat sekolah dan warga yang mengangkut hasil panen, jika hujan dan banjir maka harus menunggu banjir reda lebih dahulu agar bisa lewat," kata Kepala Dusun Sidowayah Katimun di lokasi jembatan, Selasa (8/9/2026). Cerita sama juga terjadi di Mojomati, Jembatan Garuda sepanjang 70 meter dengan lebar 1,2 meter yang dibangun menjadi penghubung antara Kecamatan Jetis dengan Kecamat...

Paslon 1 Terpilih, Pemilihan Ketua OSIS SMPN 3 Ponorogo Jadi Praktik Demokrasi Pelajar

PONOROGO   KLIKAENEWS.COM-  Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMPN 3 Ponorogo masa bakti 2026/2027 menjadi ruang belajar demokrasi bagi para pelajar. Dari tiga pasangan calon yang berkompetisi, pasangan nomor urut 1, Kinaya Adiasti Azzaha dan Jingga Az-Zahra Al-Fath Setiawan, terpilih memimpin organisasi siswa tersebut untuk masa bakti 2026/2027.Rabu (23/09/2026 Paslon 1 memperoleh 316 suara. Paslon 2, Ozie Gentha Mahardika Nadindra dan Maulana Damar Dwi Guna, meraih 143 suara, sedangkan Paslon 3, Yusuf Ilyasa Al Hafidh dan Justin Fan Aprilio, memperoleh 117 suara. Sebanyak 63 suara dinyatakan tidak sah. Pemilihan yang diikuti tiga pasangan calon serta peserta didik kelas VII, VIII, dan IX itu dirancang sebagai sarana pembelajaran demokrasi bagi warga sekolah. Selain Paslon 1, terdapat Paslon 2 Ozie Gentha Mahardika Nadindra dan Maulana Damar Dwi Guna, serta Paslon 3 Yusuf Ilyasa Al Hafidh dan Justin Fan Aprilio. Kepala SMPN 3 Ponorogo H.Subhan Masruri, S.Pd., mengatakan k...