Langsung ke konten utama

Tolak Wisata Malam Glow, Massa FP-KRB Gelar Aksi Damai ke Balaikota Bogor


AENEWS9.COM|KOPI, Bogor
- Massa gabungan yang terdiri dari ormas, budayawan dan para aktivis Forum Peduli Kebun Raya Bogor (FP-KRB) menggelar aksi damai, dengan mengusung tema "Jumat Kramat Aksi Damai", Jumat (26/8/22) di Gedung Balaikota Bogor.

Dalam kesempatan tersebut, Shinta A Mayangsari mengemukakan pendapat dan unek-uneknya di hadapan ratusan demonstran. Para demonstran sempat kecewa, karena diterima oleh Wakil Walikota Bogor, Dedy Rachim,  bukan Walikota Bima Arya Sugiarto, yang kebetulan sedang menghadiri persiapan munas PAN.

 

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Walikota menyampaikan bahwa semua tuntutan akan diterima, dan berharap aksi dilakukan secara damai yang mencerminkan budaya Kota Bogor.

Dalam sela waktu dengar pendapatnya, Shinta A Mayangsari, Didik Ponidi, dan Firman Hidayat mengemukakan penolakannya terkait Wisata Glow. Karena menurut pendemo, Wisata Malam Glow tidak punya manfaat bagi masyarakat,  

dan Shinta sendiri menilai bahwa "Ini Kok Kebun Raya Bogor ada pergeseran ke dalam oligarki kapitalis." 

Dampak lingkungan dengan adanya wisata malam ini akan bertambah urgent yang menyebabkan habitat binatang-binatang merasa terganggu dengan hiruk pikuknya pengunjung dan penerangan lampu. Shinta sebagai praktisi lingkungan  mengkhawatirkan ular-ular jenis berbisa mengganggu masyarakat sekitar dan pengunjung karena mereka merasa terganggu.

Dalam wawancaranya, Shinta pun merasakan banyak kejanggalan, "Kok bisa PT. MNR yang hanya penyelenggara _Event Organizer_ bisa dipercaya untuk mengelola Kebun Raya Bogor? Shinta juga sempat bingung karena pertunjukan lampu ini tidak ada unsur edukasinya, apalagi wisata malamnya, edukasi apa malam-malam di hutan?"

Setelah mengemukan SEPULTURA - Sepuluh Tuntutan Rakyat,  yang diwakilkan oleh Didik Ponidi kepada Wakil Walikota Bogor, orasi di lanjutkan oleh adik-adik dari BEM yang mewakili kaum milenial. Rizki sebagai kaum milenial sempat mengungkapkan kekecewaannya dan mengemukakan dugaan adanya kapitalis yang berkedok konservasi edukasi. 

Di akhir aksi, pendemo sempat dicegah menuju Kebun Raya Bogor, walau dengan negosiasi yang alot akhirnya pendemo diizinkan menuju PT. MNR, walau diguyur hujan, namun para peserta aksi tidak padam semangatnya. Masih dengan semangat mereka tetap berjaga di depan pintu konservasi. 

Peserta aksi merasa sudah hilang kepercayaan kepada PT. MNR yang dianggap selama ini sudah banyak berbohong dengan berkedok riset mereka masih menjual tiket. Seperti  tadi malam, saat perwakilan aksi masuk ke Kebun Raya Bogor sempat menemukan pengunjung yang katanya adalah undangan akeluarga karyawan hal yg menurut Shinta lebih janggal. 

Setelah tim perwakilan masuk melihat dan kembali ke rombongan, peserta aksi membubarkan diri dengan perasaan kecewa. (DJ/BY)

Postingan populer dari blog ini

Danrem 081/DSJ Resmikan Ambulance IGD dan Ruang Isolasi Rumkit Tingkat IV Madiun

AENEWS9.COM| |Kota Madiun – Rumah Sakit tingkat IV Madiun saat ini semakin meningkatkan kualitas sarana dan prasarana yang dimiliki. Salah satunya yaitu dengan keberadaan satu unit mobil ambulance IGD baru dan ruang isolasi. Diharapkan dengan sarana dan prasarana yang semakin baik, nantinya akan dapat membuat rumah sakit tersebut semakin maju dari segi pelayanaannya. “Apa yang sudah ada agar terus dikembangkan. Supaya rumah sakit ini semakin baik dan bagus,” kata Danrem 081/DSJ Kolonel Inf Waris Ari Nugroho, S.E, M.Si, dalam sambutannya, Selasa (11/1/2022). Lebih dari itu, Danrem juga berpesan agar Karumkit tingkat IV Madiun, Mayor Ckm dr. Aan Riswandi Sp.PK mampu terus berinovasi dan berkreasi. “dr. Aan meskipun masih baru menjabat sebagai Karumkit harus terus mendesain rumah sakit ini supaya tetap semakin bagus,” lanjutnya. Dengan adanya berbagai upaya yang terus dilakukan, Danrem berharap masyarakat yang ingin memanfaatkan layanan dari Rumkit tingkat IV Madiun akan se...

4 Jembatan Garuda Selesai di bangunn di Ponorogo Hadirkan Beribu Manfaat

Ponorogo,  KLIKAENEWS.COM - Empat Jembatan Garuda berjenis jembatan gantung telah selesai dibangun di Kabupaten Ponorogo. Keempatnya berada di Desa Sidoarjo (Kecamatan Jambon), Desa Mojomati (Kecamatan Jetis), Desa Jalen (Kecamatan Balong), dan Desa Bungkal (Kecamatan Bungkal). Kehadiran jembatan-jembatan tersebut mampu menghadirkan beribu manfaat, baik bagi masyarakat maupun kemajuan desa. Di Sidoarjo misalnya, kehadiran Jembatan Garuda mampu menghapus kesulitan-kesulitan warga selama ini. "Sebelum ada jembatan, warga harus memutar lebih jauh jika mau ke wilayah sebelah, termasuk anak-anak yang mau berangkat sekolah dan warga yang mengangkut hasil panen, jika hujan dan banjir maka harus menunggu banjir reda lebih dahulu agar bisa lewat," kata Kepala Dusun Sidowayah Katimun di lokasi jembatan, Selasa (8/9/2026). Cerita sama juga terjadi di Mojomati, Jembatan Garuda sepanjang 70 meter dengan lebar 1,2 meter yang dibangun menjadi penghubung antara Kecamatan Jetis dengan Kecamat...

Paslon 1 Terpilih, Pemilihan Ketua OSIS SMPN 3 Ponorogo Jadi Praktik Demokrasi Pelajar

PONOROGO   KLIKAENEWS.COM-  Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMPN 3 Ponorogo masa bakti 2026/2027 menjadi ruang belajar demokrasi bagi para pelajar. Dari tiga pasangan calon yang berkompetisi, pasangan nomor urut 1, Kinaya Adiasti Azzaha dan Jingga Az-Zahra Al-Fath Setiawan, terpilih memimpin organisasi siswa tersebut untuk masa bakti 2026/2027.Rabu (23/09/2026 Paslon 1 memperoleh 316 suara. Paslon 2, Ozie Gentha Mahardika Nadindra dan Maulana Damar Dwi Guna, meraih 143 suara, sedangkan Paslon 3, Yusuf Ilyasa Al Hafidh dan Justin Fan Aprilio, memperoleh 117 suara. Sebanyak 63 suara dinyatakan tidak sah. Pemilihan yang diikuti tiga pasangan calon serta peserta didik kelas VII, VIII, dan IX itu dirancang sebagai sarana pembelajaran demokrasi bagi warga sekolah. Selain Paslon 1, terdapat Paslon 2 Ozie Gentha Mahardika Nadindra dan Maulana Damar Dwi Guna, serta Paslon 3 Yusuf Ilyasa Al Hafidh dan Justin Fan Aprilio. Kepala SMPN 3 Ponorogo H.Subhan Masruri, S.Pd., mengatakan k...