Langsung ke konten utama

Silaturahmi Ulama dan Umara di Kediaman Ustadz Anton Susanto, Menjaga Keutuhan Bangsa di Era Modern


KLIKAENEWS.COM
,Jakarta – Sebuah acara penting akan digelar dengan menghadirkan tokoh-tokoh nasional, termasuk Penasehat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional, Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman, S.E., M.M, dan Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (Ketum PPWI), Wilson Lalengke, S.Pd., M.Sc., M.A. Acara temu silahturahmi yang digagas oleh Ustadz Anton Susanto, ini dikemas dalam bentuk buka puasa bersama bagi kedua tokoh nasional itu, yang akan berlangsung pada hari Kamis, 12 Maret 2026, bertempat di kediaman sang Ustadz di Jakarta Pusat sebagai tuan rumah. 


Menurut Ustadz Anton Susanto, acara bukber tersebut akan menjadi momentum berharga untuk memperkuat silaturahmi antara ulama dan umara, sebuah tradisi yang memiliki fungsi strategis dalam menjaga keutuhan bangsa dan masyarakat Indonesia. “Silaturahmi ulama dan umara bukan sekadar pertemuan seremonial, melainkan wadah untuk membangun komunikasi, memperkuat sinergi, dan meneguhkan komitmen bersama dalam menghadapi tantangan bangsa,” jelasnya kepada media terkait rencana tersebut.


Dalam konteks Indonesia, hubungan harmonis antara ulama dan umara telah terbukti efektif sejak masa perjuangan kemerdekaan hingga kini, menjadi benteng moral dan politik dalam menjaga persatuan. Melalui acara buka puasa bersama tokoh nasional dan sejumlah warga, hal ini menegaskan kembali beberapa fungsi penting dari sinergi ulama dan umara.


Pertama, dapat membentuk masyarakat yang cerdas dan toleran, Ulama memberikan pemahaman yang benar tentang nilai-nilai keislaman, sementara umara menciptakan kebijakan yang mendukung kerangka persatuan. Kolaborasi ini membentuk masyarakat yang kritis, cerdas, dan penuh toleransi.


Kedua, sebagai sarana yang ampuh dalam menghadapi tantangan ideologi transnasional. Sinergi ulama dan umara menjadi benteng melawan ideologi transnasional yang disruptif dan berpotensi menimbulkan polarisasi. Dengan komunikasi yang kuat, keduanya mampu melindungi bangsa dari ancaman ideologi yang merusak.


Ketiga, wahana untuk menjaga persatuan dan keutuhan bangsa. Ulama memberikan panduan moral dan spiritual, sementara umara melindungi masyarakat melalui regulasi dan kebijakan. Keduanya bekerja sama menjaga persatuan bangsa dari dampak negatif informasi yang menyesatkan.


Keempat, untuk membangun kepercayaan publik. Kerja sama yang solid antara ulama dan umara meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan lembaga keagamaan. Hal ini memperkuat legitimasi sosial dan politik dalam menghadapi tantangan bangsa.


Kelima, dapat berfungsi mengoptimalkan pengawasan. Dengan sinergi yang baik, ulama dan umara dapat saling mengingatkan untuk berbuat kebajikan dan mencegah kemungkaran, sekaligus mengawasi jalannya pemerintahan agar tetap berpihak pada rakyat.


Ketum PPWI Wilson Lalengke menyampaikan apresiasi mendalam kepada Ustadz Anton Susanto atas undangan dan inisiatif mulia dalam menyelenggarakan acara ini. “Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ustadz Anton Susanto atas undangan dan gagasan luar biasa ini. Silaturahmi ulama dan umara adalah fondasi penting bagi bangsa kita. Saya sangat menantikan untuk hadir dan berpartisipasi dalam acara ini, karena saya percaya momentum ini akan memperkuat persatuan dan keutuhan bangsa,” ujar tokoh HAM internasional Indonesia itu dari kediamannya di Bilangan Slipi, Jakarta Barat, Rabu, 11 Maret 2026.


Wilson Lalengke juga menambahkan bahwa acara ini bukan hanya forum silaturahmi, tetapi juga ruang strategis untuk membangun komunikasi lintas sektor. “Kehadiran tokoh-tokoh besar seperti Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman menunjukkan betapa pentingnya acara ini. Saya berharap diskusi yang terjadi akan menghasilkan langkah nyata dalam memperkuat sinergi ulama dan umara demi bangsa,” tambahnya.


Dalam perspektif filosofis, silaturahmi ulama dan umara mencerminkan nilai-nilai universal tentang keadilan, persatuan, dan tanggung jawab sosial. Plato menekankan bahwa keadilan adalah harmoni dalam masyarakat. Silaturahmi ulama dan umara adalah wujud harmoni yang menjaga keseimbangan moral dan politik.


Filsuf Jerman, Immanuel Kant, juga mengingatkan bahwa manusia harus diperlakukan sebagai tujuan, bukan alat. Sinergi ini memastikan masyarakat diperlakukan dengan martabat, bukan sekadar objek kebijakan. Hal ini sejalan dengan pemikiran John Locke yang menegaskan kontrak sosial antara rakyat dan pemerintah. Silaturahmi ulama dan umara memperkuat kontrak sosial itu dengan menghadirkan moralitas dan kebijakan yang berpihak pada rakyat.


Sementara, Mahatma Gandhi menekankan pentingnya kekuatan moral di atas kekuatan fisik. Silaturahmi ini adalah kekuatan moral yang mampu menahan arus ideologi transnasional yang merusak.


Acara silaturahmi ulama dan umara ini diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat persatuan bangsa di tengah tantangan global. Dengan kerja sama yang solid, ulama dan umara dapat menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat, mulai dari pendidikan, penguatan moral, hingga kebijakan yang berpihak pada rakyat kecil.


Wilson Lalengke menutup pernyataannya dengan penuh harapan. “Saya menantikan acara ini dengan penuh semangat. Semoga silaturahmi ulama dan umara menjadi teladan bagi kita semua dalam menjaga persatuan bangsa. Mari kita jadikan momentum ini sebagai langkah nyata menuju Indonesia yang lebih kuat, adil, dan sejahtera,” katanya antusias.


Silaturahmi ulama dan umara bukan hanya tradisi, tetapi strategi kebangsaan yang terbukti efektif menjaga keutuhan bangsa. Dengan dukungan tokoh-tokoh nasional dan masyarakat, acara ini akan menjadi tonggak penting dalam memperkuat sinergi antara moralitas dan kebijakan. Kehadiran Wilson Lalengke dan ucapan terima kasihnya kepada Ustadz Anton Susanto menegaskan bahwa acara ini memiliki makna mendalam bagi persatuan bangsa dan masa depan Indonesia.


Selain Ketum PPWI dan Penasehat Presiden bidang Pertahanan Nasional beserta staf, juga akan hadir sejumlah anggota PPWI di DKI Jakarta dan sekitarnya, termasuk Pengurus PPWI Internasional Dr. Abdul Rahman Dabboussi dan Dr. Ali El Dimassi dari Lebanon. (TIM/Red)

Postingan populer dari blog ini

Danrem 081/DSJ Resmikan Ambulance IGD dan Ruang Isolasi Rumkit Tingkat IV Madiun

AENEWS9.COM| |Kota Madiun – Rumah Sakit tingkat IV Madiun saat ini semakin meningkatkan kualitas sarana dan prasarana yang dimiliki. Salah satunya yaitu dengan keberadaan satu unit mobil ambulance IGD baru dan ruang isolasi. Diharapkan dengan sarana dan prasarana yang semakin baik, nantinya akan dapat membuat rumah sakit tersebut semakin maju dari segi pelayanaannya. “Apa yang sudah ada agar terus dikembangkan. Supaya rumah sakit ini semakin baik dan bagus,” kata Danrem 081/DSJ Kolonel Inf Waris Ari Nugroho, S.E, M.Si, dalam sambutannya, Selasa (11/1/2022). Lebih dari itu, Danrem juga berpesan agar Karumkit tingkat IV Madiun, Mayor Ckm dr. Aan Riswandi Sp.PK mampu terus berinovasi dan berkreasi. “dr. Aan meskipun masih baru menjabat sebagai Karumkit harus terus mendesain rumah sakit ini supaya tetap semakin bagus,” lanjutnya. Dengan adanya berbagai upaya yang terus dilakukan, Danrem berharap masyarakat yang ingin memanfaatkan layanan dari Rumkit tingkat IV Madiun akan se...

4 Jembatan Garuda Selesai di bangunn di Ponorogo Hadirkan Beribu Manfaat

Ponorogo,  KLIKAENEWS.COM - Empat Jembatan Garuda berjenis jembatan gantung telah selesai dibangun di Kabupaten Ponorogo. Keempatnya berada di Desa Sidoarjo (Kecamatan Jambon), Desa Mojomati (Kecamatan Jetis), Desa Jalen (Kecamatan Balong), dan Desa Bungkal (Kecamatan Bungkal). Kehadiran jembatan-jembatan tersebut mampu menghadirkan beribu manfaat, baik bagi masyarakat maupun kemajuan desa. Di Sidoarjo misalnya, kehadiran Jembatan Garuda mampu menghapus kesulitan-kesulitan warga selama ini. "Sebelum ada jembatan, warga harus memutar lebih jauh jika mau ke wilayah sebelah, termasuk anak-anak yang mau berangkat sekolah dan warga yang mengangkut hasil panen, jika hujan dan banjir maka harus menunggu banjir reda lebih dahulu agar bisa lewat," kata Kepala Dusun Sidowayah Katimun di lokasi jembatan, Selasa (8/9/2026). Cerita sama juga terjadi di Mojomati, Jembatan Garuda sepanjang 70 meter dengan lebar 1,2 meter yang dibangun menjadi penghubung antara Kecamatan Jetis dengan Kecamat...

Paslon 1 Terpilih, Pemilihan Ketua OSIS SMPN 3 Ponorogo Jadi Praktik Demokrasi Pelajar

PONOROGO   KLIKAENEWS.COM-  Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMPN 3 Ponorogo masa bakti 2026/2027 menjadi ruang belajar demokrasi bagi para pelajar. Dari tiga pasangan calon yang berkompetisi, pasangan nomor urut 1, Kinaya Adiasti Azzaha dan Jingga Az-Zahra Al-Fath Setiawan, terpilih memimpin organisasi siswa tersebut untuk masa bakti 2026/2027.Rabu (23/09/2026 Paslon 1 memperoleh 316 suara. Paslon 2, Ozie Gentha Mahardika Nadindra dan Maulana Damar Dwi Guna, meraih 143 suara, sedangkan Paslon 3, Yusuf Ilyasa Al Hafidh dan Justin Fan Aprilio, memperoleh 117 suara. Sebanyak 63 suara dinyatakan tidak sah. Pemilihan yang diikuti tiga pasangan calon serta peserta didik kelas VII, VIII, dan IX itu dirancang sebagai sarana pembelajaran demokrasi bagi warga sekolah. Selain Paslon 1, terdapat Paslon 2 Ozie Gentha Mahardika Nadindra dan Maulana Damar Dwi Guna, serta Paslon 3 Yusuf Ilyasa Al Hafidh dan Justin Fan Aprilio. Kepala SMPN 3 Ponorogo H.Subhan Masruri, S.Pd., mengatakan k...