Langsung ke konten utama

Clay Jadi Media Ekspresi, Warga Binaan Perempuan Rutan Ponorogo Asah Kreativitas


PONOROGO,KLIKAENEWS.COM
-Tak ada kanvas atau kuas, hanya segenggam clay warna-warni. Namun di tangan warga binaan perempuan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Ponorogo, bahan lunak itu berubah menjadi wadah imajinasi, tempat kreativitas diasah, sekaligus sumber pengalaman positif lewat seni.

Pemandangan tak biasa tampak di Area Kunjungan Rutan Ponorogo, Jumat (30/10/2026). Di sana, sejumlah warga binaan perempuan mengikuti Art Therapy atau terapi seni berbahan clay, dengan pendampingan peserta magang dari Universitas Islam Negeri (UIN) Ponorogo.

Dengan plastisin aneka warna di tangan, mereka membentuk objek sesuai gagasan masing-masing. Ada yang menciptakan buah-buahan dan bunga, ada pula yang membuat karakter menggemaskan hingga bentuk-bentuk unik lainnya. Kegiatan sederhana ini menjadi ruang bagi mereka untuk bereksplorasi dan mengekspresikan diri.

Hasil akhirnya memang berupa kerajinan tangan, tetapi yang tak kalah penting adalah prosesnya. Warga binaan bebas menentukan bentuk, memilih warna, memadukan bahan, hingga menyelesaikan karya sesuai imajinasi mereka sendiri.

Dari proses itu, mereka belajar banyak hal: ketelitian, kesabaran, dan keberanian menuangkan ide. Membentuk clay juga melatih koordinasi tangan dan jari serta kemampuan motorik halus.

Seni pun menjadi jalan alternatif untuk menyalurkan ekspresi dan emosi. Kegiatan ini memberi warga binaan jeda dari rutinitas harian di dalam rutan, sekaligus pengalaman baru yang menyenangkan dan edukatif.

Kehadiran peserta magang UIN Ponorogo turut memperkuat kolaborasi antara dunia pendidikan dan lembaga pemasyarakatan. Pendampingan yang diberikan tidak hanya mengarah pada hasil karya, tetapi juga membuka ruang interaksi, kreativitas, dan pembelajaran.

Rutan Ponorogo berupaya agar pembinaan tak hanya bertumpu pada kedisiplinan, tetapi juga menyentuh sisi kepribadian dan pengembangan potensi tiap individu.

Lewat Art Therapy, pembinaan diharapkan berjalan dengan pendekatan yang lebih kreatif dan humanis. Sebab, sekalipun ruang gerak terbatas, setiap warga binaan tetap berhak belajar, berkarya, dan mengembangkan potensi dirinya.

Dari bahan lunak yang semula biasa saja, lahirlah medium sederhana yang membawa warna, kreativitas, dan semangat baru dalam proses pembinaan.

Postingan populer dari blog ini

Danrem 081/DSJ Resmikan Ambulance IGD dan Ruang Isolasi Rumkit Tingkat IV Madiun

AENEWS9.COM| |Kota Madiun – Rumah Sakit tingkat IV Madiun saat ini semakin meningkatkan kualitas sarana dan prasarana yang dimiliki. Salah satunya yaitu dengan keberadaan satu unit mobil ambulance IGD baru dan ruang isolasi. Diharapkan dengan sarana dan prasarana yang semakin baik, nantinya akan dapat membuat rumah sakit tersebut semakin maju dari segi pelayanaannya. “Apa yang sudah ada agar terus dikembangkan. Supaya rumah sakit ini semakin baik dan bagus,” kata Danrem 081/DSJ Kolonel Inf Waris Ari Nugroho, S.E, M.Si, dalam sambutannya, Selasa (11/1/2022). Lebih dari itu, Danrem juga berpesan agar Karumkit tingkat IV Madiun, Mayor Ckm dr. Aan Riswandi Sp.PK mampu terus berinovasi dan berkreasi. “dr. Aan meskipun masih baru menjabat sebagai Karumkit harus terus mendesain rumah sakit ini supaya tetap semakin bagus,” lanjutnya. Dengan adanya berbagai upaya yang terus dilakukan, Danrem berharap masyarakat yang ingin memanfaatkan layanan dari Rumkit tingkat IV Madiun akan se...

4 Jembatan Garuda Selesai di bangunn di Ponorogo Hadirkan Beribu Manfaat

Ponorogo,  KLIKAENEWS.COM - Empat Jembatan Garuda berjenis jembatan gantung telah selesai dibangun di Kabupaten Ponorogo. Keempatnya berada di Desa Sidoarjo (Kecamatan Jambon), Desa Mojomati (Kecamatan Jetis), Desa Jalen (Kecamatan Balong), dan Desa Bungkal (Kecamatan Bungkal). Kehadiran jembatan-jembatan tersebut mampu menghadirkan beribu manfaat, baik bagi masyarakat maupun kemajuan desa. Di Sidoarjo misalnya, kehadiran Jembatan Garuda mampu menghapus kesulitan-kesulitan warga selama ini. "Sebelum ada jembatan, warga harus memutar lebih jauh jika mau ke wilayah sebelah, termasuk anak-anak yang mau berangkat sekolah dan warga yang mengangkut hasil panen, jika hujan dan banjir maka harus menunggu banjir reda lebih dahulu agar bisa lewat," kata Kepala Dusun Sidowayah Katimun di lokasi jembatan, Selasa (8/9/2026). Cerita sama juga terjadi di Mojomati, Jembatan Garuda sepanjang 70 meter dengan lebar 1,2 meter yang dibangun menjadi penghubung antara Kecamatan Jetis dengan Kecamat...

Paslon 1 Terpilih, Pemilihan Ketua OSIS SMPN 3 Ponorogo Jadi Praktik Demokrasi Pelajar

PONOROGO   KLIKAENEWS.COM-  Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMPN 3 Ponorogo masa bakti 2026/2027 menjadi ruang belajar demokrasi bagi para pelajar. Dari tiga pasangan calon yang berkompetisi, pasangan nomor urut 1, Kinaya Adiasti Azzaha dan Jingga Az-Zahra Al-Fath Setiawan, terpilih memimpin organisasi siswa tersebut untuk masa bakti 2026/2027.Rabu (23/09/2026 Paslon 1 memperoleh 316 suara. Paslon 2, Ozie Gentha Mahardika Nadindra dan Maulana Damar Dwi Guna, meraih 143 suara, sedangkan Paslon 3, Yusuf Ilyasa Al Hafidh dan Justin Fan Aprilio, memperoleh 117 suara. Sebanyak 63 suara dinyatakan tidak sah. Pemilihan yang diikuti tiga pasangan calon serta peserta didik kelas VII, VIII, dan IX itu dirancang sebagai sarana pembelajaran demokrasi bagi warga sekolah. Selain Paslon 1, terdapat Paslon 2 Ozie Gentha Mahardika Nadindra dan Maulana Damar Dwi Guna, serta Paslon 3 Yusuf Ilyasa Al Hafidh dan Justin Fan Aprilio. Kepala SMPN 3 Ponorogo H.Subhan Masruri, S.Pd., mengatakan k...