Langsung ke konten utama

Postingan

Dua Pengendara Tewas, Setelah Tabrakan Di Pasar Kliwonan Gorang-gareng

AENEWS9 MAGETAN – Kecelakaan yang melibatkan dua pengendara sepeda motor telah terjadi di Jalan Raya Tulung-Genengan, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan tepatnya di depan Pasar Hewan Kliwonan, Jum’at(10/3/2017) sekitar pukul 19.15WIB. Bermula dari Bintang Wahyu Syahputra(16) warga RT 5/Rw 4 Desa Tulung, Kecamatan Kawedanan yang mengendarai Suzuki Satria tanpa plat nomor melaju dengan kencang beriringan dengan pengendara lain dari arah utara dan saat sampai di lokasi tiba-tiba Nanang(47) warga Desa Sampung, Kecamatan Kawedanan yang memboncengkan anaknya dengan mengendarai Honda Impressa nopol AE5244SK juga dari arah utara hendak belok kanan. Dan saat itulah tabrakan hebat tidak bisa di hindari oleh keduanya. “Tadi dari arah utara ada dua motor melaju dengan kencang dan setelah sampai di lokasi tiba-tiba ada seorang bapak-bapak hendak belok kanan dan langsung ketabrak,” kata saksi yang enggan menyebutkan namanya. Akibat dari kejadian ini dua pengendara Bintang Wahyu S...

Plafon Baru Poliklinik RSUD dr. Sayidiman Magetan Jebol

AENEWS9 MAGETAN – Pasien dan pengunjung Paviliun Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr.Sayidiman Magetan di kejutkan dengan suara yang cukup keras dari salah satu bangunan baru milik RSUD dr.Sayidiman Magetan, Minggu (5/3/2017)pukul 17.30WIB. Peristiwa ambrolnya plafon rumah sakit milik daerah Minggu petang tidak menimpa pegawai dan pasien yang tengah menjalani perawatan. Kejadian tersebut banyak disayangkan banyak pihak, apalagi RSUD dr. Sayidiman Magetan baru saja mendapat akreditasi status rumah sakit type C. Selain itu di kabarkan bahwa anggaran pemeliharaan RSUD ini cukup besar yang bersumber dari dana APBD. Namun manajemen RSUD dr. Sayidiman tidak mampu menggunakan anggaran tersebut guna menunjang fungsionalitas rumah sakit dalam pelayanan masyarakat. Akibat kondisi jebolnya plafon rumah sakit, membuat pelayanan terganggu dan banyak di keluhkan oleh pegawai rumah sakit lebih-lebih bagi pasien yang sedang menjalani perawatan serta masyarakat yang ingin berobat. ...

POL PP Magetan Robohkan Papan Reklame di Maospati

AENEWS9.COM MAGETAN - Aparat Satuan Polisi Pamong Praja(satpol PP) Kabupaten Magetan merobohkan papan reklame yang membentang di Jalan Raya Maospati tepatnya di depan SPBU Maospati, Rabu (8/3/2017). Selain sudah menyalahi aturan juga tentang masalah perijinan yang sudah kadaluwarsa, keberadaan papan iklan raksasa tersebut melanggar Perda No 3 tahun 2014 tentang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat. Plt Kepala Sat Pol PP Magetan, Agung Lewis dan Damkar Kabupaten Magetan membenarkan jika papan iklan yang berada di Jalan Raya Maospati- Ngawi depan SPBU Maospati telah habis masa ijinnya dan juga telah melanggar Perda. "Hari ini ada kegiatan perobohan papan reklame yang berada di depan SPBU Maospati, selain masa ijinnya habis keberadaan papan iklan tersebut juga melanggar perda" terangnya Rabu(8/3/2017) . Agung Lewis juga mengatakan bahwa selain perobohan papan reklame di depan SPBU Maospati,pihaknya telah melakukan pendataan serta perobohan Papan reklame...

Terkait Pengadaan Sepatu, Kantor Bappeda Magetan Digeledah Kejari

AENEWS9.COM MAGETAN – Tim Satuan Khusus Pemberatasan Korupsi Kejaksaan Negeri (Kejari) Magetan, Jawa Timur, menggeledah kantor Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Magetan, Rabu(8/3/2017). “Penggeledahan tersebut terkait kasus dugaan korupsi pengadaan sepatu dinas di lingkup PNS Kabupaten Magetan senilai Rp1,2 miliar,” ujar Kasi Pidana Khusus Kejari Magetan Achmad Taufik Hidayat kepada wartawan. Dalam penggeledahan tersebut tim kejari setempat menyita 31 item dokumen dan surat-surat dari Kantor Bappeda Magetan yang dimungkinkan ada hubungannya dengan proyek tersebut. Adapun dokumen tersebut akan menjadi bukti baru dalam penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan sepatu PNS yang sebelumnya telah menyeret Ketua Asosiasi Perajin Kulit (Aspek) Magetan Yusuf Ashari. Awalnya dalam penggeledahan tersebut para pegawai di Bappeda tidak berani menunjukkan dokumen yang diperlukan oleh kejaksaan. Terlebih Kepala Bappeda Magetan Sumarjoko tidak berada di ...

Diduga Selewengkan Anggaran, Tujuh PNS Diperiksa Kejaksaan Mejayan

AENEWS9 . COM MADIUN – Sebanyak tujuh Pegawai Negeri Sipil Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Madiun diperiksa Kejaksaan Negeri Mejayan, diantaranya empat  PNS diperiksa Senin(6/3/2017) dan tiga lainnya diperiksa Selasa(7/3/2017). Ketujuh PNS tersebut diperiksa terkait dugaan penyalahgunaan dana anggaran rutin di  Bappeda Kabupaten Madiun pada 2015 lalu. Pemeriksaan dilakukan untuk mengumpulkan bahan dan data atas laporan masyarakat terkait penyalahgunaan anggaran rutin 2015. Kepala Kejaksaan Negeri Mejayan, I Made Jaya Ardana menuturkan akan memeriksa seluruh pihak yang yang terkait dalam kasus ini. Masih menurut Ardana, selain staf pihaknya juga mungkin akan memeriksa Kepala Bappeda Madiun, Tontro Pahlawanto yang sekarang menjabat sebagai Sekda.

Bupati Magetan Tinjau Jembatan Kiringan Yang Putus

AENEWS9.COM MAGETAN – Selasa siang (7/3/2017), Bupati Magetan Sumantri mengecek langsung proses pengerjaan Jembatan Gayam yang menghubungkan antara Kecamatan Nguntoronadi dan Kecamatan Takeran yang putus pada beberapa hari lalu dikarenakan talut jembatan tergerus oleh aliran sungai. Di sela-sela kunjungannya Sumantri menuturkan, saat ini Pemerintah Kabupaten Magetan telah menggelontorkan anggaran dari APBD sebesar Rp160juta dan ditambah dari Provinsi Rp200juta untuk perbaikan Jembatan Gayam yang putus ini, sehingga totalnya menjadi Rp360juta. Sedangkan proses perbaikan jembatan tersebut di targetkan selama dua minggu. “Sebenarnya jembatan ini sudah waktunya untuk direhab karena umurnya sudah puluhan tahun,” tambahnya. Parmin salah satu pengguna jalan mengatakan, sebenarnya jembatan ini sudah lama retak dan ambles di sisi jembatan hingga ada cekungan dan setiap kali lewat jembatan ini dia terpaksa pelan-pelan agar tidak jatuh. Dia juga berharap kepada pemerintah seha...

Sadis...!!! Seorang Nenek Di Jambret Saat Jualan Tempe

AENEWS9.COM Ponorogo – Seorang nenek bernama Janiyah (62), dijambret saat berjualan tempe di Desa Bungkal, Kecamatan Bungkal, Ponorogo, Senin (6/3/2017) sekitar pukul 06.00 WIB. Uang yang dibawa Janiyah senilai Rp1,5 juta yang rencananya untuk membayar los di Pasar Jetis raib di bawa penjambret. Kapolsek Bungkal, AKP Beny Hartono mengatakan, Janiyah merupakan warga Desa Bancar, Kecamatan Bungkal. Setiap hari nenek-nenek itu berjualan tempe di Pasar Jetis dengan mengendarai sepeda kayuh dari rumah. Peristiwa penjambretan itu terjadi saat Janiyah hendak berangkat berjualan tempe di Pasar Jetis. Sesampainya di pertigaan Sate Gule Desa Bungkal, ada seorang pria mengendarai sepeda motor yang memanggilnya dan hendak membeli tempe. Janiyah yang naik sepeda kayuh pun berhenti dan menyiapkan dagangannya. Setelah pelaku hendak membeli tempe senilai Rp50.000, Janiyah pun menyiapkan tas kresek untuk membungkus tempe yang dibeli pria itu. Namun, tiba-tiba pria yang mengenak...